Meski hanya sekedar senyum tersembunyi, keindahan itu dari mata menetap di hati.
Karena senyum tersenbunyi adalah sebuah “ketulusan”.

Dalam malam kugenggam sedikit keangkuhanmu, ada jarak yang tersematkan,
walau sekilas masih mencuri pandang lewat ujung matamu.
Sayu-sayup terdengar tangisan kepiluan,
kecewa kau utarakan sebagai hukuman.

Duduk termenung memandang harap menengadah dalam wujud kepasrahan.
Meski sendi terasa kaku kiranya itulah pelajaran yang diberi Tuhan untuk naik kelas.

Aku menahan gejolak,
menekan letupan,
membendung aliran negatif,
karena aku tidak ingin maracuni keikhlasanku, tidak ingin mengotori jiwaku, tidak ingin mengkhianati hatiku.

Menahan gemuruh itu menyakitkan.
Kupadamkan bara api itu
dengan siraman tinta pemaku, karena aku ingin naik kelas.

(Visited 88 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

One thought on “DIALOG DENGAN PENA (1)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.