Sudah bukan rahasia lagi, sejak pandemi aglaonema merupakan tanaman hias yang menjadi incaran bagi para kolektor bunga.

Kecantikan daunnya memancar sepanjang hari, wajarlah kalau diberikan gelar “sang Ratu daun “.

Namun sayang, banyak di antara kita yang justru merasa kesulitan saat merawat tanaman ini, apalagi saat musim hujan.

Aglaonema yang dirawat bukannya semakin menawan, namun malah mengalami masalah yang bervariasi.

Ada yang daunnya malah menguning, daun baru semakin kecil ( kerdi)l dan sering lonyot.

Untuk menghindari hal tersebut khanza flowers yang merupakan rumah produksi skincare perawatan bunga memberikan tips sebagai berikut:

‼️ Pertama
Bersihkan akar dan batang aglaonema tersebut dengan air biasa campur dengan sunlight sedikit,

‼️Kedua
Setelah dibersihkan rendam menggunakan serum sehingga sterilisasinya lebih maksimal

‼️Ketiga
Setelah direndam menggunakan serum olesi batang aglonema tersebut dengan skincare anti lonyot, untuk menjaga batang agar tetap kuat, terhindar dari serangan spot, mensterilkan, dan menjaga kesehatan batang

‼️Keempat
Tanam menggunakan media super instant PREMIUM insyaallah pertumbuhannya akan lebih cepat, lebih sehat, dan subur karena medianya akan mempercepat tumbuh kembang akar dan aglaonema bisa tumbuh subur bahkan lebih besar dari ukuran normal.

Ternyata, cara merawat Aglaonema tak hanya butuh penyiraman dan pemberian pupuk saja loh. Semua ada cara, serta proporsinya. Butuh skincare juga seperti manusia .

Hanya perawatan yang tepat lah yang menjadikan Aglaonema bisa memancarkan keindahannya secara optimal.
Selamat mencoba!

Simbula, 21 agustus 2021. Salam satu hobby

(Visited 196 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.