Bersepeda sudah merupakan gaya hidup bagi banyak orang karena manfaatnya yang banyak bagi kesehatan dan bagi lingkungan. Di balik nilai positif bersepeda ternyata sepeda pun memiliki kekurangan, sepeda juga memiliki limbah, yaitu ban dalam. Ban dalam sepeda termasuk limbah yang dihasilkan dengan frekuensi cukup besar. Limbah sepeda dapat ditemukan di berbagai tempat dengan jumlah yang banyak.
Ban dalam bekas tidak hanya dimanfaatkan sebagai tali ban. Untuk mengatasi masalah limbah secara cepat dan mudah dapat dilakukan dengan upcycling, yaitu proses mengubah material buangan menjadi material/produk baru dengan kualitas yang lebih baik dan mampu mengatasi masalah lingkungan. Maka dari itu, dibuatlah suatu product line yang merupakan hasil dari pengolahan limbah dengan proses sederhana dan cepat (pemotongan material limbah ban dalam, pencucian material, laser-cutting/laser-engraving, perakitan, dan finishing) yang diharapkan dengan produksi yang besar mampu menyerap limbah ban dalam dan mengatasi masalah lingkungan.

Dari hasil eksperimen yang dilakukan oleh Steven Kurniadi dan Drs. Agus Karya Suhada, M.Sn dari Program Studi Sarjana Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB pada material ban dalam bekas ukuran 27 inci ditemukan bahwa luas bahan setelah dibentangkan adalah 200cm x 15 cm. Untuk memaksimalkan pemanfaatan bahan, dipilih empat produk yang bisa dibuat dan sesuai dengan kriteria luas bahan yang tersedia, yaitu card & money holder, iPhone case, earphone holder, dan notebook.

Pengaplikasian material limbah karet ban dalam pada produk sangatlah memungkinkan untuk dilakukan, karena sumber material tersebut sangat mudah ditemukan dan dapat diperoleh secara gratis. Pemanfaatan kembali limbah karet ban dalam juga memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan dikarenakan limbah karet ban dalam sulit diuraikan di alam.
Produk aksesoris kebutuhan sehari-hari dapat menjadi produk yang tepat untuk diaplikasikan material limbah karet ban dalam sepeda, karena produk aksesoris yang digunakan sehari-hari dapat merepresentasikan identitas suatu gaya hidup dalam diri seseorang. Tingkat permintaan yang tinggi terhadap produk-produk tersebut juga dapat membantu meningkatkan signifikansi proses upcycling yang dilakukan, karena semakin tinggi jumlah produksi maka semakin
banyak pula limbah ban dalam yang diolah dan terserap oleh proses ini. []
Referensi:
https://media.neliti.com/media/publications/180219-ID-none.pdf
