CATATAN TENTANG NILAI MAKNA PERSAHABATAN
(Sebuah Kado buat Senior Hasbi Latif & Ibu Rosmawati)

Kado untuk Sahabatku, Meski Jauh Kuyakin Kita Saling Mendoakan, covid 19 sebagai terduga dan tersangka sebagai kambing hitam di setiap moment special keberadaan manusia untuk saling berinteraksi, alasan yang sama buat sahabat rasa saudara pak Hasbi Latif yang hari ini merayakan hari lahir dan istimewanya Allah mendesain pendamping hidupnya juga lahir di hari yang sama 23 Agustus, kita terbatas otak dan kemampuan untuk membahasnya cukup kagum semua atas kehendaknya yang sudah di tulis rapi bahwa pendamping hidupmu sama Tanggal lahirnya, cuma tahunnya sy bedakan 1968 & jodohmu 1972.TAKDIR
Allah sungguh maha tahu
atas segala kehendaknya. Aku tahu, dan mereka berdua tahu bahwa kami bukan kaum yang merayakan hari lahir dengan tiup lilin dan pesta pesta tetapi yang sering kami lakukan adalah bermuhasabah diri, atas nikmat umur, reski yang Allah berikan di usia yang sungguh sangat untuk di syukuri.

Tidak ada yang aku bisa berikan kado kecuali tulisan ini untuk mereka berdua.
Bahwa lahir dengan tanggal di bulan yang sama adalah bukan kebetulan tetapi sesuatu yang istimewa, bahkan Allah mengaturnya mereka berjumpa di Tanggal 23, dan melahirkan anak kesayangan di Tanggal 23.Istimewa, di hari ini 23 Agustus adalah moment untuk mengevaluasi diri mungkin ada sesuatu dalam hidup ini yang belum disempurnakan  oleh Sang Desainer ulung Allah SWT,

Selanjutnya izin kan saya, melanjutkan tulisan ini sebagai sahabat dan yunior yang suka menulis otak saya berfikir bahwa tulisan senjata pamungkas untuk dikenang

Ikatan persahabatan bisa terjalin kuat seiring perjalanan waktu dan masa-masa yang pernah dilalui bersama.

sahabatku berdua rasa keluarga, Kita berteman karena keadaan. Yaitu keadaan yang memaksa untuk saling peduli dan saling berbagi, apalagi kalau bukan karena dunia kampus dan komunitas Bengkel Narasi,

Inilah bentuk keegoisan saya karena menyebut kalian adalah sahabat. Saya mungkin tidak pantas di sebut sahabat karena saya merasa tidak selalu ada di masa-masa sulit dalam hidupmu. Saya mohon maaf untuk kalian berdus atas hal tersebut.

Apa yang membuat kalian berbeda dengan teman yang lainnya? Padahal kita adalah dua orang yang memiliki watak yang sama kerasnya, seharusnya bagaikan dua kutub magnet yang sama sehingga saling tolak-menolak. Yang membuat kamu berbeda adalah kamu setia mendengarkan setiap keluh kesah saya. Apakah itu terdengar klasik? Yah, mungkin sebagian besar orang akan bilang itu klasik sekali karena bukankah itu yang seharusnya dilakukan seorang teman?

sahabat ta

Namun Hasbi &Ros selalu bisa memahami situasi saya dengan baik, kapan saya membutuhkan kalian sebagai pendengar dan kapan saya membutuhkan dirimu  memberikan nasehat dan pendapat-pendapatmu.

Dulu di kampus  kita juga sering berargumen dan berbeda pendapat, namun kita akan selalu tahu kapan harus berhenti dan diam.

Tidak pernah ada kata mencela dan menghujat yang terucap saat kita berbeda pendapat dan pandangan akan sesuatu.sejak kuliah Kak Hasbi juga tak sungkan memarahi saya saat aku khilaf menilai saya keterlaluan dan sudah habis kesabaran dengan sikap saya.

Walau sekarang jarak sudah memisahkan kita, saya tidak ragu bilang pada dunia bahwa kalian  adalah sahabat terbaik saya.  bukan hanya sahabat namun Hasbi & Ros sudah seperti saudara bagi saya.

Masih banyak kisah cerita teman yg belum kita kisah kan
Waktu tetap ada buat kalian berdua. Terutama bersuah ke rumah saya sengaja agar penasaran dan tetap diagendakan.

I miss you and hope the best for you. Rajutlah masa depanmu dengan indah. Keep fighting, my best friend!

Your friend,

Tetaplah jadi Hasbi &Ros yang saya tahu dan kenal selama ini, terbaik dari Allah.

jenderal sdm

Yaumil milad berdua Hasbi & Ros tetap konsisten di jalan yang di ridhoi Allah jangan pernah sedetik pun melupakannya.
Saudara ta
Jenderal sdm.
23 Agustus 2021. G
Kutulis di tengah kesibukanku nanti diedit,






(Visited 78 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.