#penguasaancinta #themasteryoflove
Bayangkan Anda hidup dalam sebuah planet dimana setiap orang menderita penyakit kulit. Selama dua atau tiga ribu tahun, orang-orang di dalam planet mempunyai penderitaan penyakit yang sama. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh luka yang terinfeksi. Luka-luka itu begitu menyakitkan ketika Anda menyentuhnya.
Tentu saja, mereka percaya ini adalah keadaan kulit yang normal. Walaupun secara buku kedokteran menguraikan penyakit ini adalah suatu kondisi yang tidak normal. Ketika orang terlahir, kulitnya sangatlah sehat, namun di saat usia sekitar tiga atau empat tahun, luka pertama mulai muncul. Ketika remaja, seluruh luka menutupi seluruh tubuhnya.
Dapatkah Anda bayangkan bagaimana mereka bersikap dalam memperlakukan satu sama lain? Untuk saling berhubungan satu sama lain, mereka harus melindungi lukanya. Mereka hampir tidak pernah menyentuh kulit orang lain karena akan terlalu menyakitkan. Jika secara tidak sengaja Anda menyentuh kulit seseorang, hal tersebut sangat menyakitkan dan dia langsung marah serta menyentuh kulit Anda kembali, hanya untuk membalas dendam. Namun, naluri untuk mencintai sebegitu kuatnya sehingga Anda harus membayar dengan harga tinggi untuk memiliki suatu hubungan dengan orang lain.
Nah, bayangkan bahwa suatu hari terjadi sebuah keajaiban. Anda terjaga dan kulit Anda benar-benar sembuh. Tidak ada luka sama sekali. Tidak ada salahnya untuk disentuh. Kulit sehat yang Anda miliki dapat menyentuh segala sesuatu dan semuanya terasa indah karena kulit dibuat untuk merasakan. Anda bisa membayangkan diri Anda memiliki kulit yang sehat di dunia ini sedangkan orang lain memiliki penyakit kulit? Anda tidak dapat menyentuh kulit mereka karena mereka akan merasakan kesakitan. Tidak ada yang berani menyentuh kulit Anda karena mereka masih membuat asumsi yang sama bahwa hal itu akan menyakiti Anda.
Mungkin Anda bisa memahami jika seseorang datang dari planet lain, maka dia akan memiliki pengalaman yang sama. Tetapi, ini bukan masalah penyakit kulit yang penuh dengan luka. Apa yang pengunjung itu temukan adalah pikiran manusia yang sakit dengan penyakit yang disebut ketakutan.
Sama seperti deskripsi penyakit kulit yang terinfeksi, emosional tubuh manusia dipenuhi dengan luka, dengan luka-luka yang terinfeksi oleh racun emosional. Uraian dari penyakit ketakutan adalah kemarahan, kebencian, kesedihan, iri hati, dan kemunafikan; hasil penguraian dari penyakit ini adalah semua emosi yang membuat manusia menderita.
Don Miguel Ruiz, “The Mastery of Love“
Semua manusia menderita sakit mental dengan penyakit yang sama. Bahkan, kita dapat mengatakan bahwa dunia ini adalah rumah sakit jiwa. Penyakit mental telah ada di dunia ini selama ribuan tahun. Namun, buku-buku kedokteran, buku-buku psikiatri, dan buku-buku psikologi menjelaskan bahwa ini merupakan keadaan penyakit biasa. Mereka menganggap itu normal, tapi saya dapat memberitahu Anda bahwa itu tidaklah normal.
Ketika ketakutan mulai menguasai, akal sehat manusia mulai gagal dan tidak bisa lagi menguasai semua luka-luka yang dipenuhi oleh racun. Dalam buku-buku psikologi, hal ini disebut penyakit mental. Kita menyebutnya skizofrenia, paranoid, psikosis. Penyakit ini dibuat ketika pikiran kita mengalami ketakutan dan luka-luka yang begitu menyakitkan. Kita pun berpikir lebih baik memutuskan kontak dengan dunia luar.
Bersambung
