Dalam pikiran kita telah diciptakan bagian dari diri kita yang selalu menghakimi. Penilaian untuk menghakimi segala sesuatu yang kita lakukan, segala sesuatu yang tidak kita lakukan, segala sesuatu yang kita rasakan, segala sesuatu yang tidak kita rasakan. Kita menghakimi diri kita sepanjang waktu dan kita menghakimi orang lain sepanjang waktu berdasarkan apa yang kita percaya dan berdasarkan rasa keadilan dan ketidakadilan.

Tentu saja, kita menemukan diri kita bersalah dan kita merasa harus menerima penghukuman. Bagian lain dari pikiran kita yang menerima penghakiman dan memiliki kebutuhan untuk menerima penghukuman adalah merasakan diri hanya sebagai korban. Bagian dari diri kita mengatakan, “Betapa buruknya aku. Aku tidak cukup baik. Aku tidak cukup kuat. Aku tidak cukup cerdas. Mengapa aku harus mencoba?”

Ketika Anda masih kecil, Anda tidak harus memilih apa yang harus Anda percayai atau tidak harus Anda percayai. Penghakiman dan merasa menjadi korban berdasarkan pada semua kesalahan keyakinan yang tidak Anda pilih. Ketika informasi itu masuk ke dalam pikiranmu, Anda masih polos. Anda percaya kepada semuanya.

Don Miguel Ruiz

Sistem kepercayaan dimasukkan ke dalam diri Anda seperti program oleh  mimpi dunia luar. Toltecs menyebut program ini sebagai parasit. Pikiran manusia menjadi sakit karena memiliki parasit yang mencuri dan merampas energi paling vital, yaitu kegembiraan.

Parasit adalah semua keyakinan yang membuat Anda menderita. Keyakinan itu begitu kuat sehingga beberapa tahun kemudian ketika Anda mempelajari konsep-konsep baru dan mencoba untuk membuat keputusan sendiri, Anda menemukan keyakinan lama masih menguasai hidup Anda.

Terkadang anak kecil di dalam diri Anda muncul–Itulah diri Anda yang sesungguhnya berada pada usia dua atau tiga tahun. Anda hidup pada saat itu dan selalu berbahagia, tetapi ada sesuatu yang menarik diri Anda kembali, Sesuatu di dalam hati Anda merasa tidak layak untuk menikmati kebahagiaan yang berlebihan.

Suara batin memberitahu Anda bahwa kebahagiaan Anda terlalu berlebihan untuk menjadi kenyataan;  tidaklah bagus jika Anda terlalu berbahagia. Hanya rasa bersalah, semua perasaan yang hanya menyalahkan, dan semua racun emosional yang ada di dalam emosional tubuh Anda terus menarik diri Anda kembali ke dunia drama.

Parasit menyebar seperti penyakit dari nenek-kakek, orang tua kita, kepada diri kita sendiri, lalu kita menyebarkannya kepada anak-anak kita. Kita mengajarkan semua program itu ke diri anak-anak kita persis sama seperti kita melatih seekor anjing. Manusia adalah hewan yang ditundukkan dan penundukkan ini membawa kita ke dalam neraka dimana kita hidup dalam ketakutan. Makanan untuk parasit adalah emosi yang datang dari ketakutan.

Sebelum kita mendapatkan parasit, kita menikmati hidup, kita bermain, kita bahagia seperti anak kecil. Tetapi setelah semua sampah itu menyebar di dalam pikiran kita, kita tidak lagi merasa bahagia. Kita belajar untuk merasa benar dan membuat setiap orang lain salah. Kebutuhan akan “BAIK” adalah hasil dari mencoba melindungi diri yang kita inginkan untuk ditunjukkan ke dunia luar. kita harus memaksakan cara kita berpikir tidak hanya ke manusia lain, tetapi bahkan pada diri kita sendiri.

Dengan kesadaran, kita dapat mengerti dengan mudah mengapa suatu hubungan tidak berjalan dengan baik; dengan orang tua kita, dengan anak-anak kita, dengan teman-teman kita, dengan pasangan kita, dan bahkan dengan diri kita sendiri. Mengapa hubungan dengan diri kita sendiri tidak berjalan dengan baik? Sebab pikiran kita telah terluka dan kita memiliki racun emosional yang susah sekali kita tangani. Diri kita sudah dipenuhi oleh racun emosional sebab kita tumbuh dengan pribadi kesempurnaan yang sesungguhnya tidaklah benar, yang hanya ada di dalam pikiran kita saja, dan dalam pikiran kita itu merupakan suatu ketidakadilan.

Kita memahami bagaimana kita menciptakan citra kesempurnaan untuk menyenangkan orang lain, meskipun mereka menciptakan mimpi mereka sendiri yang tidak ada hubungannya dengan diri kita. Kita mencoba untuk menyenangkan ibu dan bapak, kita mencoba untuk menyenangkan guru kita, lingkungan kita, agama kita, dan Tuhan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa dari sudut pandang mereka, kita tidak akan pernah menjadi sempurna.

Citra kesempurnaan itu memberi tahu kita bagaimana kita harus mengakui bahwa kita baik, dalam rangka untuk menerima diri kita sendiri. Tapi coba tebak? Ini adalah kebohongan terbesar yang kita yakini tentang diri kita sendiri, karena kita tidak akan pernah bisa menjadi sempurna.  Tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk memaafkan diri kita sendiri karena tidak sempurna.        

Citra kesempurnaan itu mengubah cara kita bermimpi. Kita belajar untuk menyangkal diri kita sendiri dan menolak diri kita sendiri. Kita tidak pernah cukup baik, atau cukup tepat, atau cukup bersih, atau cukup sehat, sesuai dengan segala keyakinan yang kita miliki. Selalu ada sesuatu yang dihakimi yang tidak dapat diterima atau dimaafkan. Itulah sebabnya mengapa kita menolak keutuhan manusia pada diri kita sendiri. Itulah sebabnya kita tidak pernah layak untuk merasa berbahagia. Itulah sebabnya mengapa kita sedang mencari seseorang yang melecehkan diri kita, seseorang yang akan menghukum diri kita. Kita memiliki tingkat yang sangat tinggi dalam melecehkan diri kita sendiri hanya karena citra kesempurnaan itu.

Ketika kita menolak diri kita sendiri, menghakimi diri kita sendiri, merasa diri kita bersalah, dan terus menghukum diri sendiri, sepertinya sudah tidak ada lagi cinta sama sekali. Yang ada hanyalah penghukuman saja, hanya penderitaan, hanya penghakiman saja di dunia ini.

Di dalam neraka ada beberapa tingkatan. Ada beberapa orang yang berada di paling bawah neraka dan yang lainnya nyaris berada di dalam neraka. Tetapi tetap saja mereka berada di dalam neraka. Yang ada hanyalah hubungan yang penuh dengan kekerasan di neraka ini dan hubungan yang hampir tidak ada kekerasan.

Anda bukanlah anak-anak lagi. Jika ada kekerasan di dalam hubungan Anda, sebab Anda menerima pelecehan itu, sebab Anda percaya bahwa Anda pantas mendapatkannya. Anda memiliki batasan pelecehan yang akan Anda terima, tapi tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan melecehkan Anda lebih dari bagaimana Anda melecehkan diri Anda sendiri.

Batasan melecehkan diri sendiri adalah batasan yang akan Anda terima dari orang lain. Jika seseorang melecehkanmu lebih dari ketika Anda melecehkan dirimu sendiri, Anda bisa pergi, Anda bisa berlari, Anda mampu melarikan diri. Tetapi jika seseorang melecehkan kurang dari bagaimana Anda melecehkan dirimu sendiri, mungkin Anda akan tinggal lebih lama dan Anda masih tetap mendapatkan pelecehan itu.

Biasanya di dalam hubungan normal di neraka ini, hanyalah tentang pembayaran atas suatu ketidakadilan, hanya bagaimana untuk bisa saling membalas dendam. Saya melecehkanmu sesuai dengan keinginanmu untuk merasa dilecehkan, dan Anda melecehkanku dengan keinginanku untuk merasa dilecehkan. Kita memiliki keseimbangan yang baik, Ini akan terus berlangsung.

Tentu saja, energi menarik jenis energi yang sama, getaran yang sama. Jika seseorang datang kepada Anda dan berkata, “Oh, saya sangat dilecehkan,” dan Anda bertanya, “Nah, mengapa Anda terus bertahan di sana?” ia bahkan tidak tahu mengapa. Yang benar adalah ia membutuhkan pelecehan itu karena itu adalah cara ia menghukum dirinya sendiri.

Kehidupan menunjukkan kepada Anda sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. ada keadilan yang sempurna di neraka. Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Bahkan, sering kita mengatakan bahwa penderitaan adalah cobaan. Jika Anda mau membuka mata dan menyaksikan segala sesuatu di sekitar Anda, di sanalah tepatnya Anda perlu membersihkan racun emosi untuk menyembuhkan luka di dalam pikiran Anda dan menerima diri Anda sendiri; segeralah keluar dari neraka di dunia ini. []

(Visited 17 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.