Hari Puisi Sedunia 21 Maret 2022
Kamu tidak bisa memaksakan puisi Dengan penggaris, atau penjarakan di meja Sejarah akan selalu menemukanmu dan membungkusmu Dalam seribu lengannya.
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Kamu tidak bisa memaksakan puisi Dengan penggaris, atau penjarakan di meja Sejarah akan selalu menemukanmu dan membungkusmu Dalam seribu lengannya.
Jadilah seperti kopiku pagi ini. Walau sendiri, memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.
Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti dia yang selalu ada di hati, selalu mengisi hari-hari. Jauh di mata, dekat di hati.
Namun, ada cara untuk melawan amarah dan bekerja sama dengan pasangan demi hubungan kita. Iya, demi hubungan kita, sayang...
Saya, Anda, dan Kinan telah memiliki kesadaran. Saya, Anda, dan Kinan memiliki pilihan masing-masing. Saya, Anda, dan Kinan hanya perlu jujur atas kebahagiaan masing-masing.
Reaksi kita berasal dari sebuah KEYAKINAN yang berada jauh di dalam diri kita. Cara bereaksi kita telah diulang-ulang ribuan kali, sudah menjadi kebiasaan kita, dan sudah kita kondisikan dalam situasi…
Lupakan Kinan dan Aris. Seperti anak-anak, setelah layangannya putus, mereka akan menerbangkan layangan lainnya.
Sejujurnya, Anda bisa terluka lagi. Tetapi, Anda harus cukup percaya diri untuk mengetahui bahwa Anda bisa bertahan.
Untuk belajar mencintai, penting bagi Anda untuk mulai memercayai orang. Lalu, bagaimana cara memercayai orang?
Layanganmu putus ketika kamu tidak bisa menerima pasanganmu apa adanya. Jika kamu memutuskan untuk bersama seseorang, jangan pernah mencoba untuk mengubah dirinya.