Perjalanan pekan ini membawa kami ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. Berkendara menggunakan mobil ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.

Sebenarnya jarak tempuh tidak jauh, hanya 41 km. Namun, jalan yang berbelok-belok dan relatif sempit menyebabkan kendaraan tidak bisa digas pol. Namun, secara umum kondisi fisik jalan cukup baik. Dijanjikan, andai Tol Manado-Likupang selesai, perjalanan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit.

Pemerintah telah menetapkan KEK Likupang sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas yang dikembangkan di lahan seluas 197,4 ha di Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pemerintah menetapkan KEK Likupang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2019. Beleid penetapan KEK Likupang resmi diundangkan pada 10 Desember 2019.

Proyek super prioritas ini sudah siap dikembangkan dengan investasi awal sekitar Rp 2,2 triliun. Gerak cepat pemerintah dalam menggarap potensi ekonomi di Likupang bukan main-main. Terbukti, ketika pandemi melanda negeri, pembangunan di Likupang terus dipacu. Mulai dari perluasan Bandara Sam Ratulangi Manado, pembangunan fasilitas jalan lingkar Likupang, dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pengembangan KEK Likupang, rencananya akan dibangun berbagai atraksi dan fasilitas yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Mulai dari marina club, waterpark, sailing club, retail area, sport arena, desa wisata, dan juga international conservation resort. Melalui pembangunan kawasan ini, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 65.300 hingga tahun 2040.

Pengembangan KEK Likupang diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara sebesar 162 ribu pada 2025. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 16 persen dari target yang ditetapkan yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada 2025.

KEK Likupang memiliki keunggulan alam berupa laut, pantai dan bukit yang indah. KEK Likupang memiliki daya tarik pantai-pantai dengan pasir putih, di antaranya Tanjung Pulisan, Pantai Pall, dan savana yang luas. Juga, Pantai Sampirang dan ekowisata Bahoi. Didukung warisan budaya yang terjaga serta berada di garis wallace, destinasi ini dapat dikembangkan dengan konsep resort kelas premium dan kelas menengah (mid range resort), budaya, dan pengembangan wallace conservation.

KEK Likupang ditopang oleh desa wisata yang dibangun lewat anggaran KemenPUPR, yakni desa wisata Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga. saat ini, terdapat 253 homestay usaha lima desa itu.

Di KEK Likupang masih jarang penduduk. Di sana dihuni warga Nusa Utara dan Sangir Talaud. Oya, sekadar informasi, Pantai Likupang memiliki spesies langka penyu hijau. Di sini juga menjadi habitat burung maleo dan makaka hitam. Dekat dengan Pulau Lihaga dan Pulau Gangga yang menjadi tempat menyelam (snorkeling).

Sejauh ini, perjalanan kami cukup menyenangkan. Tiba di Pantai Pulisan, kami pun menikmati hidangan pisang goreng Goroho dengan cocolan sambal Roa. Bagi pendatang, pasti agak aneh ya makan pisang goreng dengan cocolan sambal? Tetapi, itulah ciri khas di sini. Rasanya nikmat, walaupun secara keseluruhan porsinya terlalu banyak.

Bagi Anda yang hobi membagikan pengalaman traveling secara live, perlu agak bersabar. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah jaringan telekomunikasi di Likupang yang masih perlu ditingkatkan. Marijo, explore Likupang! []

(Visited 114 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Explore Likupang!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.