Sekarang bayangkan selain makanan, kita berbicara tentang cinta. Anda mempunyai suatu kelimpahan cinta di dalam hati. Anda mempunyai cinta bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk seluruh dunia. Cinta Anda begitu besar sehingga Anda tidak membutuhkan cinta dari orang lain.

Anda membagikan cinta tanpa syarat apa pun; Anda tidak menyukai kata JIKA. Anda adalah seorang jutawan cinta ketika seseorang mengetuk pintu rumah Anda dan berkata, “Hey, aku mempunyai cinta untukmu di sini. Kamu bisa mendapatkan cintaku JIKA kamu melakukan apa pun yang aku inginkan.”

Ketika diri Anda penuh rasa cinta, bagaimana reaksi diri anda? Anda pasti akan tersenyum dan berkata, “Terima kasih, tetapi aku tidak membutuhkan cintamu. Aku mempunyai cinta yang sama, di sini, di dalam hatiku. Mungkin lebih baik dan lebih besar. Aku membagikan cintaku tanpa syarat apa pun.”

Namun, apa yang akan terjadi jika Anda kelaparan akan cinta. Ketika Anda tidak mempunyai rasa cinta di dalam hati, kemudian seseorang datang dan berkata, “Kamu menginginkan sedikit cinta? Kamu bisa mendapatkan cintaku JIKA kamu melakukan apa yang aku inginkan.”

Jika Anda kelaparan cinta dan Anda mencicipi cinta itu, Anda akan melakukan apa pun yang bisa Anda lakukan hanya untuk cinta. Bahkan, Anda akan menjadi begitu membutuhkan sehingga Anda memberikan seluruh jiwa hanya untuk sedikit perhatian.


Hati Anda tak ubahnya seperti DAPUR AJAIB. Jika Anda membuka hati, Anda sudah mempunyai seluruh cinta yang Anda butuhkan. Tidak perlu berkeliling dunia memohon hanya untuk cinta. “Ayolah, cintailah aku. Aku kesepian. Aku tidak cukup baik untuk cinta. Aku butuh seseorang untuk mencintaiku, untuk membuktikan bahwa aku berharga untuk cinta.” Kita mempunyai cinta, di sini, di dalam hati kita, tetapi kita tidak melihat cinta itu.

Dapatkah Anda melihat sandiwara manusia diciptakan ketika mereka percaya bahwa mereka tidak punya cinta? Mereka kelaparan akan cinta. Ketika mereka merasakan sedikit cinta dari orang lain, terciptalah kebutuhan yang besar. Mereka menjadi begitu membutuhkan dan obsesif tentang cinta. Lalu, terciptalah sandiwara besar. “Apa yang bisa aku lakukan jika dia meninggalkanku? Bagaimana aku hidup tanpa dirinya?”

Mereka tidak bisa hidup tanpa pemasok, seseorang yang memasok mereka dengan dosis setiap hari. Dan hanya untuk secuil cinta, sebab mereka kelaparan, mereka mengizinkan orang lain mengontrol kehidupannya. Mereka membiarkan orang lain mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, bagaimana cara berdandan, bagaimana ketika tidak berdandan, bagaimana harus bersikap, bagaimana untuk tidak berperilaku, apa yang harus dipercayai, dan apa yang tidak boleh dipercayai.

“Aku mencintaimu jika kamu bersikap seperti ini. Aku mencintaimu jika kamu membiarkan saya mengontrol kehidupanmu. Aku mencintaimu hanya JIKA kamu baik kepadaku. Jika tidak, lupakan sajalah.”

Masalah dengan manusia adalah mereka tidak tahu bahwa mereka memiliki dapur ajaib di dalam hatinya. Semua penderitaan ini dimulai karena lama kita menutup hati dan kita tidak lagi merasakan cinta yang ada. Pada suatu saat dalam hidup, kita menjadi takut untuk mencintai karena kita percaya cinta itu tidak adil. Cinta itu menyakitkan. Kita mencoba untuk menjadi cukup baik untuk orang lain. kita mencoba untuk diterima oleh orang lain. Kemudian kita gagal. Kita telah memiliki dua atau tiga kekasih dan beberapa dari mereka patah hati. Untuk jatuh cinta lagi sangatlah berisiko tinggi.  

Tentu saja, kita memiliki begitu banyak penilaian diri bahwa kita tidak memiliki kemungkinan untuk mencintai diri. Jika memang tidak ada cinta untuk diri sendiri, bagaimana bisa kita berpura-pura bahwa kita ingin berbagi cinta kepada orang lain? []

Bersambung

Diterjemahkan dari The Mastery of Love, Don Miguel Ruiz.

(Visited 42 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.