Kita tidak pernah memilih untuk memiliki parasit di dalam pikiran kita; penghakiman, merasa diri menjadi korban, dan sistem kepercayaan. Ketika kita tahu bahwa kita tidak mempunyai sebuah pilihan dan kita harus memiliki kesadaran bahwa itu tidak lain hanyalah mimpi. Kita menemukan sesuatu yang sangat penting bahwa kita telah kehilangan “kebebasan”. Namun, mimpi itu telah mengaburkannya dan membuat diri kita mudah melupakannya karena mimpi itu telah mengendalikan semua keinginan manusia.
Ada orang yang mengatakan, “Aku ingin berubah. Aku benar-benar ingin berubah. Tidak ada alasan bagiku untuk miskin. Aku pintar. Aku berhak untuk hidup yang lebih baik. Aku harus menabung lebih banyak dari yang aku dapatkan.” Mereka telah menyadari semua keadaan itu. Namun, itu semua adalah pikiran mereka yang mengatakannya. Lalu, apa yang orang-orang ini akan lakukan? Mereka hanya pergi dan menyalakan televisi serta menghabiskan waktu berjam-jam menontonnya. Lalu, seberapa kuatkah keinginan mereka?
Setelah kita memiliki kesadaran, kita memiliki pilihan. Jika kita mampu memiliki kesadaran itu setiap saat, kita bisa mengubah kebiasaan kita, mengubah segala reaksi kita, dan mengubah seluruh kehidupan kita. Setelah kita memiliki kesadaran, kita bisa menemukan kebebasan. Ketika kita sudah menemukan kebebasan, di setiap saat kita bisa memilih untuk mengingat siapa diri kita yang sebenarnya. Namun, ketika kita lupa, kita bisa memilih kembali, jika kita terus memiliki kesadaran. Sebaliknya, jika kita tidak memiliki kesadaran, kita tidak punya pilihan.
Mempunyai kesadaran berarti Anda telah bertanggung jawab untuk hidup Anda sendiri. Anda tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dunia ini. Anda hanya bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri. Anda tidak menjadikan dunia ini seperti yang Anda pikirankan, tetapi dunia ini sudah ada seperti ini sebelum Anda lahir. Anda tidak datang ke dunia ini dengan misi untuk menyelamatkan dunia, untuk mengubah masyarakat dunia. Namun, sudah pasti Anda datang ke dunia dengan misi yang besar, misi yang sangat penting. Misi Anda yang sesungguhnya dalam kehidupan ini adalah untuk membuat diri Anda merasa bahagia dan untuk menjadikan diri Anda bahagia, Anda harus melihat apa yang Anda percayai, bagaimana Anda menilai diri sendiri, dan bagaimana memberdayakan diri Anda sendiri.
Jujurlah atas kebahagiaan Anda. Jangan memperlihatkan kebahagiaan palsu dengan mengatakan kepada semua orang, “Lihatlah aku. Aku sukses dalam kehidupan. Aku mempunyai segalanya yang aku inginkan. Aku sangat bahagia” ketika Anda tidak menyukai diri Anda sendiri.
Don Miguel Ruiz
Semuanya sudah ada untuk kita. Namun, pertama-tama kita harus memiliki keberanian untuk membuka mata kita, gunakan kebenaran, dan melihat kenyataan yang sebenarnya. Manusia begitu buta. Mereka buta karena mereka tidak ingin melihat. Mari kita lihat sebuah contoh.
Seorang perempuan muda bertemu dengan seorang laki-laki dan dia merasa begitu tertarik terhadap laki-laki itu. Hormonnya meningkat dan dia hanya menginginkan laki-laki itu. Semua teman-teman bisa melihat siapa laki-laki itu yang sesungguhnya. Dia adalah seorang pecandu narkoba. Dia juga tidak bekerja. Sesungguhnya laki-laki itu mempunyai semua sifat-sifat yang akan membuat perempuan ini menderita. Namun, perempuan itu hanya menginginkan dia.
Lalu apa yang perempuan itu lakukan? Dia hanya melihat apa yang ingin dia lihat. Dia melihat laki-laki itu berbadan tinggi. Dia sangat tampan, kelihatan begitu kuat, dan sangat menawan. Dia menciptakan citra laki-laki yang positif dan mencoba untuk menyangkal sisi negatif darinya. Perempuan ini telah berbohong kepada dirinya sendiri. Dia hanya benar-benar ingin percaya bahwa hubungannya akan berhasil. Temannya berkata, “Tetapi dia pecandu narkoba, dia juga seorang alkoholik, dan dia juga tidak bekerja.” Perempuan itu menyanggahnya dan mengatakan, “Ya, tapi cintaku akan mengubahnya.”
Tentu saja, ibunya sangat membenci laki-laki itu, begitu juga ayahnya. Orang tua perempuan itu begitu khawatir kepada anak perempuannya sebab mereka bisa melihat bagaimana nantinya. Mereka berkata, “Laki-laki itu tidak baik bagimu, Nak.” Perempuan itu berkata, “ Katakan apa yang harus saya lakukan?” Perempuan itu menentang ibu dan ayahnya hanya mengikuti perasaan dan hatinya. Dia berbohong kepada dirinya sendiri, mencoba membenarkan pilihan hatinya. “Ini kehidupanku. Aku akan melakukan apa pun yang ingin aku lakukan.”
Sebulan kemudian, kenyataan membawa perempuan itu kembali kepada realita. Kebenaran mulai muncul dan dia menyalahkan pria itu atas apa yang dulu tidak ingin dia lihat. Tidak adanya rasa saling menghormati, terlalu banyak pelecehan, tetapi sekarang harga dirinya lebih penting. Bagaimana dia dapat pulang lagi ke rumahnya ketika ibu dan ayahnya yang dulu dia tentang itu adalah benar? Itu hanya akan memberikan kepuasan bagi orang tuanya. Seberapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menerima pembelajaran ini? Seberapa besar dia mencintai dirinya sendiri? Batasan apakah yang dia gunakan atas penyalahgunaan dirinya?
Semua penderitaan yang terjadi karena kita tidak ingin melihat kenyataan ketika semuanya sudah begitu jelas di depan mata. Bahkan, ketika kita bertemu dengan seseorang dan dia berusaha berbohong untuk menjadi yang terbaik yang dia mampu, dengan menggunakan topeng kepalsuan, dia tidak mampu menghindari untuk menunjukkan atas kekurangan cintanya, kurangnya rasa penghormatan yang dimiliki. Namun, kita tidak ingin melihatnya dan kita tidak ingin mendengarkannya. Itulah sebabnya ada pepatah mengatakan, “Tidak ada seorang buta yang lebih buruk dari orang yang tidak ingin melihat. Namun, ada yang lebih buruk dari orang tuli daripada orang yang tidak mau mendengar. Tidak ada orang gila yang lebih buruk dari orang yang tidak mau mengerti.”
Kita sudah menjadi buta, itulah kenyataannya dan kita harus membayarnya untuk itu. Namun, jika kita mau membuka mata dan melihat kenyataan di dalam kehidupan ini apa adanya, kita dapat menghindari begitu banyak rasa sakit secara emosional. Ini tidak berarti kita menghindari risiko. Kita hidup dan butuh tantangan, dan ketika kita gagal, lalu bagaimana? Siapa yang akan peduli? Itu tidak akan menjadi masalah. Kita belajar dan melangkah tanpa penilaian.
Kita tidak membutuhkan penilaian. Kita tidak perlu menyalahkan atau merasa berdosa. Yang kita butuhkan hanyalah menerima kebenaran dan berniat memulai hidup yang baru. Jika kita bisa memahami diri kita sendiri, itu merupakan langkah awal atas penerimaan terhadap diri sendiri, yaitu menghentikan penolakan terhadap diri sendiri. Setelah kita berhasil menerima diri kita sendiri apa adanya, segala sesuatu akan berubah dari saat itu dan seterusnya. []
Bersambung
Diterjemahkan dari The Mastery of Love, Don Miguel Ruiz
