Saat itu Kiran telah lama sendiri. Dia sendiri bukan karena tidak ada yang menyukai, namun dia sendiri karena pilihan hidupnya yang tidak ingin merajut kasih dengan lelaki. Baginya semua lelaki sama, menggampangkan hati seorang perempuan dan beradu peran. Untuk itulah 11 tahun lamanya Kiran terus sendiri.

Kiran adalah tulang punggung keluarga. Adik dan orang tuanya adalah kewajiban yang harus ditanggung, walau begitu Kiran tak pernah mengeluh sedikitpun karena baginya hidup itu keras dan perkara menjadi tulang punggung keluarga adalah hal biasa jika dibandingkan dengan beban orang lain.

Hari demi hari Kiran lalui, dia begitu gigih mencari prestasi dan rejeki. Dari mulai bekerja hingga berdagang. Baginya kesempatan tidak boleh dilewatkan, karena hukum lempar dadu sangat nyata adanya bahwa melempar 10 kali, paling tidak mendapatkan kesempatan 3 kalinya. Kiran pun terus mengasah semangat dan potensinya dalam berbagai bidang. Dalam kesibukannya yang tidak ingin menjalin kasih dengan lelaki, justru ada hal menarik disampingnya, yaitu Kiran banyak disukai lelaki.

Bukan hanya dua, tiga, namun lebih dari itu banyak lelaki menyukai Kiran. Namun Kiran biasa saja menanggapinya. Kiran tidak menampik namun juga tidak menaruh hati. Semua laki – laki yang mendekatinya Kiran anggap teman, sehingga Kiran memperlakukan mereka dengan sopan dan bersahabat. Sampai suatu ketika ada seorang lelaki yang mendekati Kiran berceletuk : “harus dengan cara apa dan bagaimana agar kamu mau padaku”. Kiran pun hanya tersenyum kecil.

Di dalam benak Kiran, jika lelaki itu tak menarik baginya, tidak menghargai, dan tidak memiliki usaha yang begitu keras dan cerdas, maka bagi Kiran hanyalah biasa. Tak disangka dan tak diduga, suatu hari ada lelaki yang mendekati Kiran. Dia adalah seseorang yang sudah dikenal Kiran sebelumnya dan satu alumni. Awalnya hanya membicarakan project dan melakukannya bersama. Namun seiring berjalannya waktu, rupa – rupanya laki – laki itu menaruh perasaaan juga terhadap Kiran. “Kiran, aku menyukaimu” mendengar perkataan Bona itu tak membuat Kiran kaget, karena siapa pun lelaki yang dekat Kiran pasti jatuh cinta. “Hahahahaha.,,,apa kubilang,kau pasti jatuh cinta padaku”(Kiran bersaut)”. Loh kok kamu ketawa, iya ga tahu nih kok aku suka sama kamu, perasaan aku ketika tidak bertemu rindu dan dalam doaku tergambar wajahmu. Tapi biarlah rasa ini aku yang rasakan, karena aku merasa tak pantas bagimu. Kamu wanita hebat, kuat, tulang punggung keluarga, dan sangat prestatif. Bona menguraikan cukup panjang. Kiran hanya diam sambil memandang wajah Bona dengan senyum manisnya, seraya berkata: ya silahkan saja kamu cinta aku, aku ga mencintai kamu. Karena yang kucari laki – laki mapan dan berpendidikan sepadan, supaya dia juga bisa menghargaiku. Bona terdiam dan sedikit berkaca dalam matanya. Mungkin dalam hatinya dia merasa agak sakit hati.

Hari demi hari dilalui bersama antara Kiran dan Bona. Kiran adalah tipikal perempuan yang menyukai kegiatan dan pekerja keras. Untuk itu selalu mau jika diajak Bona berkegiatan. Rupa – rupanya Kiran tidak sadar, bahwa itulah strategi jitu yang dilakukan Bona untuk bisa mendapatkan Kiran. Setiap Bona bilang cinta dan semakin sayang terhadap Kiran, Kiran hanya membalas dengan berkata tidak mencintai Bona. Sampai pada akhirnya Bona menegaskan bahwa dia akan melamar Kiran, menikahinya, dan banyak hal telah dilakukan Bona untuk Kiran yang lebih banyak dibanding laki – laki lain. Kiran pun bak gayung bersambut, menerima niat baik Bona, karena baginya ketika ada seorang laki – laki yang benar – benar menginginkannnya, maka ia hanya berniat untuk melakukan ibadah terpanjang terhadap Allah SWT. Di luar itu Kiran bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Jadi, ibadahlah niat satu – satunya yang menurut Kiran paling tepat.

(Visited 22 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Uus Usnawati

Seorang perempuan yang selalu happy, berjuang untuk hidupnya, tak kenal lelah. Panggil saja Uuz happyday atau Miss Happy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.