A. Kejamnya Imperialisme Portugal : Vasco Da Gama
Dulu di sekolah sering kita mendengar kisah-kisah hebat tentang Vasco Da Gama, tetapi mereka tidak akan pernah memberi tahu kita tentang kisah kekejamannya, apa yang dia lakukan terhadap peziarah Muslim dari India.
Sebuah Kisah tragis Kekejaman imprialisme Eropa yang jarang kita tahu.
Vasco Da Gama pernah menangkap sebuah kapal berisi ratusan umat Islam yang kembali ke India setelah menunaikan ibadah haji ke Mekkah.
Vsco Da Gama mengabaikan tawaran murah hati dari mereka yang ada di kapal untuk membayar uang tebusan. Dia memerintahkan kapal untuk dibakar.
Bahkan salah satu anak buahnya sendiri berkata: “Saya akan mengingat apa yang terjadi setiap hari dalam hidup saya”.
Wanita Muslim memegang bayi / perhiasan meminta belas kasihan dari api dan air.
Da Gama dengan kejam mengabaikan mereka tanpa belas kasihan dan menyaksikan mereka mati.
Wanita yang dibakar hidup-hidup atau ditenggelamkan, anak-anak, pria yang dibunuh tanpa alasan oleh monster ini.
Disari dari :
[Jalan Sutra, Sejarah Baru Dunia oleh P. Frankopan halaman 227].

B. Mengenal Vasco da Gama
Vasco da Gama adalah seorang penjelajah berkebangsaan Portugis, yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar, India dengan melakukan penjelajahan laut mengelilingi Afrika. (Wikipedia).
Vasco da Gama adalah pelaut yang berasal dari Portugal dan dikenal sebagai penemu jalur laut dari Eropa ke India.
Ia melanjutkan perjalanan Bartolomeu Dias dengan mengelilingi benua Afrika hingga akhirnya sampai di Calicut, India, pada 1498.
Setelah itu, Vasco da Gama melakukan dua kali pelayaran lagi ke India dan diangkat sebagai raja muda Portugis di wilayah jajahannya itu.
Vasco da Gama lahir dari keluarga bangsawan rendahan pada sekitar 1460 di Sines, Portugal.
Kehidupan masa mudanya baru diketahui saat ia bergabung dengan angkatan laut Portugal.
Dari situlah Vasco da Gama mengukuhkan namanya menjadi navigator yang tangguh dan tidak kenal takut.
Pada 1492, Raja John II mengirimnya ke selatan Lisbon dan Algarve untuk merebut kapal Perancis yang telah mengganggu pelayaran Portugis.
Setelah Vasco da Gama menyelesaikan tugasnya, Raja Manuel I naik takhta pada 1495 dan menghidupkan kembali misi Portugal untuk menemukan rute perdagangan laut dari Eropa ke India.
Pada 1497, Raja Manuel I memilih Vasco da Gama untuk memimpin armada Portugis menemukan jalur perdagangan laut tercepat ke Asia dan mematahkan dominasi umat Islam.
Saat itu, perdagangan dengan India dan negara-negara Timur lainnya tengah dikuasai oleh umat Muslim.
Pada Juli 1497, Vasco da Gama bertolak dari Lisbon dengan membawa empat kapal dengan 170 awak.
Ia menuju ke selatan, mengikuti rute perjalanan Bartolomeu Dias, hingga sampai di Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika pada 22 November.
Setelah itu, Vasco da Gama kembali berlayar ke utara menyusuri pantai timur Afrika yang belum dipetakan.
Beberapa bulan selanjutnya, ia sempat singgah di Mozambik serta Mombasa dan Malindi (sekarang di Kenya), yang dikuasai oleh orang Muslim.
Dengan bantuan seorang navigator lokal, Vasco da Gama mampu menyeberangi Samudera Hindia dan mencapai Calicut atau Kozhikode di India pada 20 Mei 1498.
Kala itu, Calicut adalah sebuah kota perdagangan paling penting di India bagian selatan. Pada Agustus 1498, Vasco da Gama bertolak kembali ke Portugal dengan membawa rempah-rempah dan sejumlah orang India.
Karena rute laut yang dilalui sangat berbahaya, armada Vasco da Gama hanya menyisakan dua kapal dan 54 orang ketika sampai kembali di Portugal.
Atas keberhasilannya itu, Vasco da Gama disambut layaknya seorang pahlawan.
Pada Februari 1502, Vasco Da Gama, dikirim dalam misi kedua ke India dengan membawa 20 kapal perang.
Dalam pelayaran ini, ia ditugaskan untuk sepenuhnya menyingkirkan pedagang Arab dan membangun monopoli perdagangan di India.
Setelah melakukan aksi pembantaian kepada kapal umat Muslim dan menghancurkan pelabuhan Calicut, Vasco da Gama menuju ke Kochi.
Di tempat itu, ia berhasil mendapatkan hak-hak monopoli perdagangan yang ditandai dengan ditandatanganinya sebuah perjanjian oleh pihak Zamorin pada 30 Oktober 1502.
Pada 20 Februari 1503, Vasco da Gama melakukan pelayaran kembali ke Portugal.
Atas keberhasilan keduanya itu, ia semakin disegani oleh pihak kerajaan dan kemudian diangkat menjadi penguasa di Vidigueira dan Vila dos Frades.
Selama dua dekade berikutnya, Vasco da Gama menikah dan memiliki enam orang anak. Kemudian pada 1524, ia kembali dikirim ke India untuk mengatasi masalah korupsi pejabat Portugis yang berkembang di negeri jajahannya itu.
Pada pelayaran ketiganya ini, Vasco da Gama diangkat sebagai raja muda Portugis di India.
Namun, tidak lama setelah sampai di Goa, India, ia menderita malaria dan akhirnya meninggal pada Desember 1524 di Kochi.
Semula, Vasco da Gama dimakamkan di Kochi, tetapi pada 1539 jenazahnya dipindahkan ke Portugal.
Referensi Bacaan :
Iswarso, Nur. (2011). Kisah Para Penakluk dan Penjelajah Dunia. Yogyakarta: Familia.
https://www.kompas.com/stori/read/2021/10/18/120000079/vasco-da-gama-penemu-jalur-laut-dari-eropa-ke-india?amp.
Dihimpun dan Diberdayakan :

sejarah merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan. Kamu bisa mendapatkannya, satu di antaranya dengan membaca dan memaknai dengan membaca kita dapat mengetahui yg di sembunyikan oleh imprialiisme.
Sudirman Mujammadiyah
Makassar, 26 Agustus 2022
Sudirman Muhammadiyah
(Mengajar untuk Belajar)
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
(Pramoedya Ananta Toer)
