pameran PNRI

Di era digital dan informasi sekarang ini, hampir semua aspek kegiatan birokrasi dari suatu lembaga harus disebarluaskan dan di ekspos informasinya kepada masyarakat umum. Setiap lembaga, baik pemerintah maupun swasta perlu memperkenalkan lembaganya, baik visi dan misinya, tugas dan fungsinya, dan lain lain. Selain itu, masyarakat juga punya banyak kepentingan pada suatu lembaga.

Pameran di Perpustakaan Nasional RI (sumber: Sintia Astarina)

Adanya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga semakin meyakinkan publik akan hak hak untuk tahu. Publik atau masyarakat punya hak untuk tahu tentang apa saja dari suatu lembaga, terutama dari lembaga pemerintah yang dibiayai dengan uang rakyat.

Untuk kepentingan ini, sebuah lembaga seharusnya memiliki ruang display atau ruang pameran dan promosi. Ruang pameran ini banyak fungsinya. Ruang pameran dapat memajang kegiatan kegiatan penting yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut. Foto foto para Kepala lembaga yang pernah memimpin juga dapat dipamerkan sehingga juga menjadi ruang perjalanan sejarah. Para tamu yang berkunjung juga dapat menyaksikan apa apa yang dipamerkan, sambil menunggu dipersilakan masuk menemui pejabat yang dituju. Keberhasilan, prestasi, sejarah lembaga, dan lain lainnya dapat di pamerkan kepada publik.

Ruang Display di Perpustakaan Nasional RI (Sumber : Tribunbanten)

Perpustakaan Nasional RI memiliki 2 ruang Pameran dan Promosi, satu di Plasa Lobby lantai 1, dan satu lagi di lantai 4. Pada ruang pameran di lantai 1, sifatnya tematik. Tematik artinya tema pameran berdasarkan peringatan hari besar nasional. Misalnya menjelang dan setelah 17 Agustus, akan dipamerkan segala foto, lukisan atau bahan lainya yang sesuai dengan tema Proklamasi. Sedangkan ruang pameran di lantai 4 dapat digunakan oleh pemustaka atau pihak luar yang ingin memamerkan hasil karyanya, baik berupa, lukisan, foto, sketsa, patung, seni instalasi, buku dan lain lain.

Berbagai genre lukisan dipamerkan di Perpustakaan Nasional RI (Sumber: perpusnas.go.id)

Pada kunjungan kami ke Perpustakaan Nasional bulan Maret 2022 lalu, pada Plasa Lobby Lantai 1 di pamerkan foto foto para seniman Musik Indonesia. Tema musik ini dipilih karena pada tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Ada foto atau lukisan penyanyi Iwan Fals, Ebiet G. Ade, Judika, Ariel, Kris Dayanti, Vina Panduwinata, Nike Ardilla, Elvie Sukaesih, Rhoma Irama, Waljinah dan lain lain. Ada juga beberapa group band lainnya.

Salah satu foto yang dipamerkan dalam rangka peringatan Hari Musik Nasional (koleksi Pribadi)

Bagi pemustaka atau pihak luar yang ingin berpameran di Perpustakaan Nasional RI, dapat menghubungi pihak Layanan Ruang Pameran, minimal dua minggu sebelum pameran. Layanan Pameran ini sama sekali tidak dipungut biaya, alias gratis. Berapa lama bisa berpameran? Pihak Perpustakaan Nasional RI memberi batas waktu maksimal 30 hari. Bagusnya lagi, pihak Perpustakaan Nasional menyiapkan sarana kebutuhan pameran seperti Partisi dan Standing Frame.      

Plasa Lobby Lantai 1 Perpustakaan Nasional RI dengan lukisan sketsa para Presiden RI

Dengan adanya ruang pameran dan promosi ini, semakin menarik perhatian publik pada Perpustakaan Nasional. Selain pengunjung yang tujuan utamanya ingin membaca dan meminjam buku, banyak pula pengunjung yang tertarik melihat foto dan lukisan yang dipamerkan, baik yang ada dilantai 4 maupun yang ada di Plasa Lobby Lantai 1. Seperti kata pepatah, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampau. Sekali berkunjung ke Perpustakaan Nasional, dua tiga tujuan terpenuhi, membaca buku dan melihat pameran.

(Visited 426 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.