RESUME SUPLEMEN MATERI
Saturday Share BENGKEL NARASI, : Bedah Naskah Karya Puisi
Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.
Goenawan Mohamad
Membedah Naskah karya Sastra, terutama diruang digital bukan pekerjaan mudah, Menurut Ahmadun, banyak sekali problem karya di ruang digital.
Bukan hanya masalah cerita yang berantakan, kemampuan teknis berbahasa mereka masih sangat lemah dengan kalimat dan ejaan yang buruk. “Seharusnya mereka membekali diri dengan kemampuan berbahasa yang baik. Sebab itu dasar keterampilan memulis,” kata dosen Creative Writing di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang ini. “Langkah selanjutnya adalah menghadirkan cerita yang bermutu,” ujar Ahmadun seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.
Khusus untuk kurasi memaknai hasil karya puisi, indikator yang harus betul betul diperhatikan adalah :
1). menyingkap judul
2).memahami makna kata kunci
3).mengusut rujukan kata
4).mempelajari konteks penciptaan
5).merumuskan makna utuh
sekali berarti sesudah itu mati
chairil Anwar

Tajam keris raja, tajam lagi pena pujangga.
Usman Awang
Makna puisi adalah arti atau maksud atau isi yang terkandung dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca sesuai tingkat pengalaman dan pengetahuannya.
Oleh karena itu, makna puisi akan berbeda-beda manakala penafsirannya tidak sama. Bahkan, bukan tidak mungkin akan bertolak belakang dengan penyairnya
Karena menurutku dalam penafsiran, pasti akan ada unsur subjektivitas. Kedewasaan, kemantapan pengalaman, dan pengetahuan penafsir akan menentukan mutu rumusan makna puisi. Dengan demikian, hanya penyairnya yang tahu makna persis puisi tersebut.
Beberapa hal yang berkaitan dengan apresiasi puisi adalah pemahaman terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik puisi meliputi tema, diksi, bait/larik, rima, makna, amanat.
Adapun unsur ekstrinsiknya adalah latar belakang penulis, keadaan masyarakat pada saat puisi tersebut digubah, sosial, politik, adat, dan sebagainya.olehnya itu harus dipahami Unsur dasar dalam menganalisa puisi
Sebagai suatu totalitas yang dibentuk oleh unsur intrinsik tertentu, puisi dapat dibagi dalam beberapa lapis yang meliputi hal-hal berikut.
1. Sense
Terdapatnya sense atau makna dalam suatu puisi, pada dasarnya akan berhubungan dengan gambaran dunia atau makna puisi secara umum yang ingin diungkapkan penyairnya. Dalam analisis puisi, keberadaan makna tersebut akan membuahkan pertanyaan, “Apa yang ingin dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakan ini?”
2. Subject matter
Subject matter adalah pokok pikiran yang dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakannya. Jika sense berhubungan dengan gambaran makna dalam puisi secara umum, subject matter berhubungan dengan satuan-satuan pokok pikiran tertentu yang secara khusus membangun sesuatu yang diungkapkan penyair. Oleh sebab itu, dalam analisis lapis makna puisi, pembaca akan menampilkan pertanyaan, Pokok-pokok pikiran apa yang diungkapkan, sejalan dengan sesuatu yang secara umum dikemukakan penyairnya?
3. Feeling
Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya. Hal itu mungkin saja terkandung dalam lapis makna puisi sejalan dengan terdapatnya pokok pikiran dalam puisi.
4. Tone
Tone adalah sikap penyair terhadap pembaca sejalan dengan pokok pikiran yang ditampilkannya. Hal yang demikian mungkin saja terjadi, contohnya sewaktu Anda berbicara masalah cinta maupun tentang cinta itu sendiri kepada kekasih Anda, akan berbeda dengan sewaktu Anda berbicara kepada teman.
Dalam menganalisis feeling dan tone pada suatu puisi, pembaca akan berhubungan dengan upaya pencarian jawaban atas pertanyaan. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya? Serta bagaimanakah sikap penyair terhadap pembaca?
Jawaban yang diperoleh mungkin akan berupa sikap keterharuan, kesedihan, keriangan, semangat, masa bodoh, menggurui, atau berbagai macam sikap lainnya sejalan dengan keanekaragaman sikap manusia dalam menyikapi kenyataan yang dihadapinya.
5. Totalitas
Totalitas makna adalah keseluruhan makna yang terdapat dalam suatu puisi. Penentuan totalitas makna puisi didasarkan atas pokok-pokok pikiran yang ditampilkan penyair, sikap penyair terhadap pokok pikiran, serta sikap penyair terhadap pembaca.
Hasil rangkuman dari keseluruhannya itu akan membuahkan totalitas makna dalam suatu puisi. Hal ini berbeda dengan sense yang hanya memberikan gambaran secara umum saja kepada pembaca.
6. Tema
Tema adalah ide dasar dari suatu puisi yang menjadi inti dari keseluruhan makna puisi. Tema berbeda dengan pandangan moral meskipun tema itu dapat berupa sesuatu yang memiliki nilai rohaniah.
Hal itu disebut tidak sama dengan pandangan moral maupun amanat. Ini karena tema hanya dapat diambil dengan jalan menyimpulkan dasar yang terdapat di dalam totalitas makna puisi. Adapun pandangan moral atau message dapat saja berada di dalam butir-butir pokok pikiran yang ditampilkannya. Dengan kata lain, bidang cakupan tema lebih luas daripada pandangan moral maupun message. Tahap Kegiatan dalam Analisis Makna Puisi
Tahap kegiatan dalam menganalisis makna puisi pada dasarnya merupakan tahap lanjutan dari kegiatan menganalisis bangun struktur puisi.
Meskipun demikian, kegiatan analisis makna puisi dapat juga dilaksanakan secara terpisah dan hanya pada pengidentifikasian serta pembagiannya lebih mudah. Tahap kegiatan yang harus ditempuh pembaca saat menganalisis lapis makna puisi dapat dipaparkan sebagai berikut.
1. Bacalah puisi yang telah dipilih secara berulang-ulang.
2. Berusaha memahami makna yang terkandung dalam judul puisi.
3. Berusaha memahami gambaran makna yang ditampilkan penyair secara umum.
4. Menetapkan kata-kata yang termasuk dalam kategori lambang dan kata-kata yang termasuk dalam kategori simbol maupun utterance.
5. Berusaha memahami makna setiap simbol puisi yang menjadi objek analisis.
6. Berusaha memahami makna yang terdapat dalam setiap baris puisi.
7. Berusaha memahami hubungan makna antara baris puisi yang satu dengan baris puisi lainnya.
8. Berusaha memahami satuan-satuan pokok pikiran, baik yang terkandung dalam sekelompok baris maupun satuan pokok pikiran yang terdapat dalam bait.
Perlu diperhatikan dengan baik bahwa pokok pikiran atau subject matter, meskipun umumnya tertuang dalam bait, sering kali juga tertuang dalam sekelompok baris. Hal ini terjadi jika penyair tidak memberikan penanda bait sebagai penanda satuan pikiran yang ditampilkannya.
9. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya.
10. Berusaha memahami sikap penyair terhadap pembaca sewaktu menampilkan pokok-pokok pikirannya. Merangkum hasil pemahaman pokok pikiran, sikap penyair terhadap pokok pikiran, serta sikap penyair terhadap pembaca dalam satu paragraf atau lebih sesuai dengan jumlah pokok pikiran yang ada dengan menggunakan bahasa pembaca sendiri. Pada tahap ini, pembaca pada dasarnya telah sampai pada tahap menganalisis totalitas makna puisi.
Tahapan kerja tersebut tentu saja masih bersifat lentur, dalam arti masih bisa ditambah atau dikurangi. Selain itu, tahapan kerja bukanlah berlangsung secara benar-benar terpisah karena dalam pelaksanaannya, batas antara tahap yang satu dengan yang lain sering kali kabur. Akan tetapi, sebagai pedoman, tahap kerja analisis lapis makna puisi tersebut sangat baik untuk dilaksanakan.
Bagi pemula sebaiknya memahami jenis-jenis dan pengertian puisi.
Jenis-jenis dan Pengertian puisi
Pengertian puisi bisa diartikan sebagai ragam sastra yang terikat oleh irama, mantra, rima(pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan). baris dan bait.
Puisi tidak hanya sebagai ragam sastra saja, puisi juga dapat disebut sebagai ungkapain emosi, ide, dan perasaan seseorang yang memperhitungkan aspek bunyi di dalamnya. Ungkapan rasa yang dituangkan dalam puisi ini biasanya berdasarkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya.
Puisi dibedakan menjadi puisi lama (klasik) dan puisi modern, di mana puisi lama biasanya anonim dan tak diketahui nama pengarangnya. Puisi lama juga terikat pada kriteria seperti jumlah baris tiap bait, jumlah kata, rima, serta irama. puisi lama ( syair, pantun, dan mantera).
Sementara puisi modern adalah bentuk puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan jumlah baris, rima atau ikatan lain yang biasanya digunakan dalam puisi lama. Puisi modern juga disebut dengan puisi bebas, yang muncul pada angkatan 45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar.
Berdasarkan cara penyampaian isinya, puisi dibagi menjadi tiga jenis:
1). Puisi Naratif, adalah puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, termasuk di dalamnya adalah epik, romansa dan balada.
2).Puisi lirik, merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan pribadi penyair, misalnya elegi, serenada, dan ode.
3).Puisi deskriptif, adalah puisi yang mengemukakan tanggapan penulis puisi dalam suatu keadaan. Tanggapan tersebut dapat berupa kritikan atau sindiran sehingga disebut dengan ironi dan satire.
Materi ini disampaikan di kegiatan BN: SATURDAY SHARE, Bedah Naskah puisi.
26 Juni 2021.lewat zoom.
Semoga bermanfaat.

Sudirman Muhammadiyah
(Narsum).

