A. Tentang Agatha Cristie

Siapa yang tidak pernah mendengar novelis satu ini? Penulis wanita dari Inggris bernama Agatha Cristie dikenal sebagai ratu novel kriminal yang tersohor di dunia.
Bahkan, Guinnes Worlds Record mencatat namanya sebagai penulis fiksi terlaris sepanjang masa, karena novel-novelnya telah terjual lebih dari dua miliar eksemplar, dan diklaim paling banyak diterbitkan di dunia, satu peringkat setelah karya Shakespeare.
Tentu saja, penulis yang lahir pada 15 September 1890 ini telah menulis 66 novel detektif dan 14 kumpulan cerita pendek. Novel-novel terbaiknya ini juga sudah diterjemahkan ke dalam 100 lebih bahasa dan laris diburu di banyak negara.
Agatha Christie , selengkapnya Dame Agatha Mary Clarissa Christie, née Miller, , Torquay, Devon , Inggris—meninggal 12 Januari 1976, Wallingford, Oxfordshire), Inggris Novelid Detektif dan penulis naskah yang bukunya telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam sekitar 100 bahasa.
Dididik di rumah oleh ibunya, Christie mulai menulis fiksi detektif saat bekerja sebagai perawat selama Perang Dunia I. Novel pertamanya, The Mysterious Affair at Styles (1920), diperkenalkan Hercule Poirot , detektif Belgianya yang eksentrik dan egois; Poirot muncul kembali di sekitar 25 novel dan banyak cerita pendek sebelum kembali ke Styles, di mana, di Curtain (1975), dia meninggal.
Perawan tua Miss Jane Marple , tokoh detektif utamanya yang lain, pertama kali muncul di Murder at the Vicarage (1930). Pengakuan besar pertama Christie datang denganPembunuhan Roger Ackroyd (1926), yang diikuti oleh sekitar 75 novel yang biasanya masuk daftar buku terlaris dan diserialisasikan di majalah-majalah populer di Inggris dan Amerika Serikat.
Pada tahun 1926 ibu Christie meninggal, dan suaminya, Kolonel Archibald Christie, meminta cerai.
Waktu adalah pembunuh terbaik
Agatha Cristie
Dalam suatu langkah yang tidak pernah dia jelaskan sepenuhnya, Christie menghilang dan, setelah beberapa hari dipublikasikan, ditemukan terdaftar di sebuah hotel dengan nama wanita yang ingin dinikahi suaminya.
Pada tahun 1930 Christie menikah dengan arkeolog Sir Max Mallowan; setelah itu dia menghabiskan beberapa bulan setiap tahun dalam ekspedisi di Irak Suriah bersamanya.
Dia juga menulis novel romantis nondetektif, seperti Absent in the Spring (1944), dengan nama samaran Mary Westmacott. Autobiografinya ( 1977 ) muncul secara anumerta.
kekejaman itu kadang-kadang bukan merupakan pembawaan, melainkan disebabkan oleh daya khayal yang lambat pematangannya. Seseorang yang kekanak-kanakan adalah yang paling menakutkan di dunia ini…
Agatha Cristie
B. Mengupas Novel Karya Agatha Cristie
Agatha Christie dikenal juga sebagai Queen of Mystery atas karya-karyanya tentang pengusutan pembunuhan dan misteri terbesar kehidupan: hasrat manusia.
Berikut ini ada 30 novel direkomendasi karya-karya beliau hasil kupasan, kurasi May, semua karya yang dikurasi May edisi terjemahan Bahasa Indonesia.
1). Appointment With Death (seri Hercule Poirot ke-19, publikasi pertama 1938)
Judul edisi Indonesia: Perjanjian dengan Maut (penerjemah: Indri K. Hidayat)
Berlatar di Petra, seorang wanita yang dibenci karena kekejamannya tewas terbunuh.
Semua orang di sekitarnya mencurigakan.

2). Cards on the Table (Hercule Poirot ke-15, publikasi pertama 1936)
Edisi Indonesia: Kartu-Kartu di Meja (penerjemah: Suwarni A.S.. Bercerita tentang
Mr. Shaitana, kolektor barang-barang antik, termasuk para pembunuh. Suatu ketika, salah satu pembunuh yang ia kenal membunuhnya.

3). Lord Edgware Dies
(Poirot ke-9, publikasi pertama 1933)
Edisi Indonesia: Matinya Lord Edgware
Kematian misterius seorang konglomerat bernama Lord Edgware yang hidup dalam rasa amarah besar terhadap istrinya.
4). Evil Under The Sun
(Poirot ke-24, publikasi pertama 1941) Edisi Indonesia: Pembunuhan di Teluk Pixy (penerjemaj: Joyce K. Isa)
Seorang wanita perayu yang sensual ditemukan tewas tercekik di salah satu pantai suatu pulau saat berlibur bersama keluarganya yang aneh.
5). Elephants Can Remember (Poirot ke-42, publikasi pertama 1972)
Edisi Indonesia: Gajah Selalu Ingat (penerjemah: Julanda Tantani)
Hercule Poirot berburu para ‘gajah’, yaitu orang-orang yang masih ingat sosok sepasang suami istri yang tewas bertahun-tahun lamanya di pinggiran tebing.
Di tempat yang sama, seorang wanita berjalan dalam tidurnya, jatuh, lalu tewas, menambah teka-teki yang harus dipecahkan Poirot dan gajah-gajahnya.
6). Curtain: Poirot’s Last Case (Poirot ke-44, publikasi pertama 1975)
Edisi Indonesia: Tirai
Dalam kasus terakhirnya, Poirot harus menghadapi kematian untuk menangkap seorang pembunuh yang berulang kali bebas dari lima tuduhan pembunuhan.
7). After The Funeral
(Poirot ke-33, publikasi pertama 1953)
Edisi Indonesia: Setelah Pemakaman
Setelah pemakaman Richard Lansquenet, satu keluarga harus bersabar menjawab pertanyaan sembrono adik mereka, Cora, bahwa kakaknya dibunuh. Namun pertanyaan itu mereka ingat.
Setelah temukan Cora sudah dibunuh dengan kapak, sementara teman serumah Cora dikirimi kue pengantin berisi arsenik.
8). Murder in Mesopotamia (Poirot ke-14, publikasi pertama 1936)
Edisi Indonesia: Pembunuhan di Mesopotamia (penerjemah: Lanny Rajoe)
Louise Leidner ketakutan dan mulai berkhayal atas ancaman-ancaman dari suami pertamanya, membuatnya harus ditemani seorang perawat dalam liburannya.
Ke Mesopotamia. Di sana, ternyata wanita itu memang tewas, dan hanya Hercule Poirot yang bisa menemukan pelakunya.
9). Murder on the Links (Poirot ke-2, publikasi pertama 1923)
Edisi Indonesia: Lapangan Golf Maut
Berbagai teka-teki ditemui Poirot dan temannya, Kolonel Hastings. Antara lain dua pembunuhan dengan rentang 20 tahun, dan mayat yang ditemukan di lubang golf dengan wajah rusak.
10). Murder on the Orient Express
(Poirot ke-10, publikasi pertama 1934)
Edisi Indonesia: Pembunuhan di Orient Express
Kisah tentang pembunuhan di atas kereta api yang terjebak salju di Pegunungan Balkan. Semua penumpang kecuali Poirot punya motif untuk pembunuhan tersebut.
11). The Mystery of the Blue Train
(Poirot ke-6, publikasi pertama 1928)
Edisi Indonesia: Misteri Kereta Api Biru
Seorang wanita dan pria dijebak atas sebuah pembunuhan yang terjadi di atas kereta menuju Riviera, Perancis. Pembunuhan terjadi pada Ruth Kettering, wanita Amerika. yang memiliki harta kalung rubi yang terkenal, “Heart of Fire“.
12). Three Act Tragedy
(Poirot ke-11, publikasi 1934)
Judul Indonesia: Tragedi Tiga Babak (penerjemah: Mareta)
Poirot menyatakan pensiun, tapi dalam suatu acara makan malam yang dia hadiri, terjadi pembunuhan kejam yang beruntun. Tragedi pertama menyerang seorang hamba Tuhan,
Tragedi kedua menyerang seorang dokter ahli syaraf. Untuk mencegah tragedi ketiga, Poirot harus segera menemukan pembunuhnya.
13). Poirot’s Early Cases (Poirot ke-43, publikasi pertama 1974)
Edisi Indonesia: Kasus-Kasus Perdana Poirot (penerjemah: Lanny Wasono)
Novel ini merupakan kumpulan cerpen kasus2 perdana Poirot sebagai detektif terhebat pada abad ke-20. Cocok untuk memulai membaca Poirot.
14). The Labours of Hercules (Poirote ke-27, publikasi pertama 1947)
Edisi Indonesia: Tugas-Tugas Hercules
Karena kesombongannya, Poirot merasa dia adalah Hercules dan harus menyelesaikan 12 kasus seperti jumlah tugas-tugas Hercules. Kasus itu seharusnya yang menggunakan otot.
Hanya saja, di masa modern, musuh Poirot membuatnya bekerja dengan kemampuan otaknya.
15). Cat Among The Pigeons (Poirot ke-36, publikasi pertama 1959)
Edisi Indonesia: Kucing di Tengah Burung Dara (penerjemah: Suwarni A.S.)
Di sebuah sekolah khusus wanita menyamarlah seseorang, bagaikan seekor kucing bersembunyi di antara burung dara. Beberapa pembunuhan terjadi di sekolah itu, dan seorang murid terancam akan terbunuh karena tahu terlalu banyak.
16). Dead Man’s Folly
(Poirot ke-35, publikasi pertama 1956)
Edisi Indonesia: Kubur Berkubah
Sebuah permainan Pelacakan Pembunuhan dimulai oleh Mrs. Oliver, dan tokoh mayatnya adalah seorang gadis bernama Marlene. Namun saat dia diperkenalkan, dia sudah tewas.
17). The A.B.C. Murders
(Poirot ke-13, publikasi pertama 1936)
Edisi Indonesia: Pembunuhan ABC
Poirot bersama Hastings dan Kepala Inspektor Japp berusaha menangkap pembunuh berantai yang dikenal sebagai “A.B.C.”
Di samping tubuh para korban hanya ada petunjuk. Panduan Kereta Api ABC, terbuka pada halaman yang menunjukkan tempat pembunuhan.

18). The Clocks
(Poirot ke-39, publikasi pertama 1963)
Edisi Indonesia: Mayat Misterius
Sheila Webb datang ke sebuah rumah untuk memenuhi janji dengan kliennya di sebuah rumah di Wilnraham Crescent yang tampak damai. Di sana ditemukan mayat seorang pria yang mati ditusuk.
19). And Then There WereNone
(publikasi pertama 1939)
Edisi Indonesia: Sepuluh Anak Negro, Lalu Semuanya Lenyap (penerjemah: Mareta)
Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, seberang pantai Devon. Di sana, satu persatu dari mereka tewas dibunuh.
20). Five Little Pigs
(Poirot ke-25, publikasi pertama 1942)
Edisi Indonesia: Mengungkit Pembunuhan
Carla Crale meminta tolong kepada Poirot untuk mengusut kematian ayahnya, Amyas, yang terjadi 21 tahun yang lalu untuk membebaskan ibunya yang mati dipenjara karena tuduhan pembunuhan atas suaminya sendiri.
21). Hickory Dickory Dock (Poirot ke-34, publikasi pertama 1955)
Edisi Indonesia: Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa (penerjemah: Julanda Tantani)
Poirot memiliki sekretaris yang cekatan dan sempurna dalam pekerjaannya, tapi suatu hari dia membuat kesalahan dalam tiga surat.
Sekretarisnya khawatir dengan kakaknya, Mrs. Hubbard, yang diketahui Poirot ternyata bekerja mengurus pondokan mahasiswa.
Tujuh bulan sebelumnya, terjadi pencurian kecil di pondokan mahasiswa tersebut. Poirot tertarik dan mencari tahu siapa pelakunya. Setelah didapat keesokan harinya seorang mahasiswa tewas.
22). Dumb Witness
(Poirot ke-16, publikasi pertama 1937)
Edisi Indonesia: Saksi Bisu.
Pembunuhan terencana terjadi pada perawan tua yang kaya raya: Emily Arundell. Dia dibunuh saat pembunuh tahu tidak ada saksi kecuali seekor anjing
23). One, Two, Buckle My Shoe
(Poirot ke-23, publikasi pertama 1940)
Edisi Indonesia: Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya (penerjemah: Alex Tri Kantjono Widodo)
Dokter gigi Poirot tewas terbunuh, tersangkanya antara lain seorang bankir kaya, seorang Yunani misterius,Seorang pemuda Amerika bertampang pembunuh, dan mantan aktris dengan sepatu bergesper.
24). Sad Cypress
(Poirot ke-22, publikasi pertama 1939)
Edisi Indonesia: Mawar Tak Berduri
Judul asli diambil dari karya Shakespeare Twelfth Night, bercerita seorang wanita cantik nan kaya raya dan pintar sedang menghadapi sidang atas tuduhan pembunuhan.
25). The Pale Horse
(Ariadne Oliver ke-5, publikasi pertama 1961)
Edisi Indonesia: Misteri Penginapan Tua (penerjemah: Suwarni A.S.)
Selain Poirot, tokoh detektif Agatha Christie lainnya antara lain Miss Marple, Tommy and Tuppence, dan Ariadne Oliver.
Seorang wanita sekarat memberikan daftar nama kepada Pastor Gorman. Daftar itu hanya daftar nama tanpa kesamaan.
Namun, Pastor Gorman dibunuh dalam perjalanan pulangnya, dan diketahui nama2 dalam daftar itu sudah mati, atau sudah menjadi sasaran pembunuhan.
26). Murder in the Mews (Poirot ke-18, publikasi pertama 1937)
Edisi Indonesia: Pembunuhan di Lorong (penerjemah: Suwarni A.S.)
Ada empat kasus pembunuhan menunggu Poirot untuk dipecahkan, semuanya tanpa sadar terhubung dan sama-sama aneh.
27). Peril at End House
(Poirot ke-8, publikasi pertama 1932)
Edisi Indonesia: Hotel Majestic
Saat berlibur dengan Hastings, Poirot diundang ke End House untuk melindungi Magdala “Nick” Buckley yang hampir terbunuh selama tiga kali. Namun walaupun Poirot berupaya melindungi Nick, sebuah pembunuhan yang kebetulan terjadi membuatnya menyadari hal lain dan mulai menyelidiki semuanya.
28). Sparkling Cyanide (Colonel Race ke-4, publikasi pertama 1944)
Edisi Indonesia: Kenangan Kematian
Setahun setelah kematian istrinya, Rosemary, George Barton menerima surat kaleng mengatakan istrinya dibunuh. Bayang2 orang yang bisa menjadi pembunuh muncul seketika.
29). Towards Zero
(publikasi pertama 1944)
Edisi Indonesia: Menuju Titik Nol (penerjemah: Windrati Selby)
Kematian Mr Treves di pagi hari setelah ia menjamu tamunya menguak rahasia dan harus segera dipecahkan sebelum seseorang dikirim ke tiang gantungan.
30). Why Didn’t They Ask Evans
(publikasi pertama 1934)
Edisi Indonesia: Pembunuh di Balik Kabut (penerjemah: Mareta)
Sebelum meninggal, pria itu bertanya mengapa mereka tidak memanggil Evans, dan hanya Bobby yang menemukannya setelah kabut menipis. Sayangnya, pelaku sudah lari.
Demikian 30 karya Agatha Cristie, semoga dapat memiliki dan membaca bukunya.
Sumber suntingan :
( https://t.co/XDUc9zj3uO).
Seluruh foto bersumber : Jorge Henrique Martins – Pinterest.
C. Penutup.
(1)Banyak tokoh fiksi yang diciptakan dalam novelnya. Salah satunya adalah Hercule Poirot, detektif fiktif paling populer setelah Sherlock Holmes.
(2). Selain itu ada juga Miss Marple serta detektif-detektif lainnya. Hingga saat ini, buku-bukunya sudah diadaptasi ke bentuk film, serial televisi, drama radio, animasi, manga, hingga video games, yang juga memberikannya banyak penghargaan.
(3). Kehebatan Christie dalam dunia sastra membuatnya diberi gelar Dame Commander of the Order of the British Empire (DBE), langsung oleh Ratu Elizabeth, atas kontribusinya dalam dunia literatur dan turut mengharumkan nama Inggris.
Novel Agatha Christie dapat kita baca dari judul mana saja, tanpa urutan yang pasti. Karena setiap kasus selesai pada satu buku. Tapi bagi pemula, saya menyarankan untuk membaca novel yang berjudul ” The Mysterious Affair At Styles” atau “Misteri Di Styles”.
Sudirman Muhammadiyah

Walaupun raganya telah tiada, jiwa dan karyanya tetap selalu ada dan hadir menemani para penggemar kisah misteri, detektif, dan kriminal hingga selamanya. Karya-karyanya pun tak lekang oleh waktu, selalu menjadi yang terbaik sepanjang masa.
Makassar, 24 Mei 2022.

Sudirman Muhammadiyah
(Pecinta novel Agatha Cristie)

Saya termasuk penggemar Agatha Christie. Dulu saat masih kuliah S1, saya bikinkan khusus daftar buku2 Agatha Christie yang sudah saya baca dan yang belum. Dulu sering pinjam di perpustakaan di Alauddin. Sekarang saya tidak menemukannya lagi dalam koleksi fiksi. Tapi masih ada beberapa koleksi di Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang di Sungguminasa.