A. Turut Berdukacita
Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat tgl 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Jadi pemimpin itu sangat berat, tapi mulia dan menantang. Pelajari
riwayat pendiri negara, agar tahu kenapa bangsa dan negara kita harus merdeka.
Buya Safii Ma’arif
إنا لله و إنا إليه راجعون. أللّهمّ اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزوله ووسّع مدخله. وأدخله الجنّة وأعذه من عذاب القبر وفتنته ومن عذاب النّار.
آمّين يآ ربّ العالمين.
Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im.
Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya. Pemakaman dll informasinya menyusul. Haedar Nashir, PP Muhammadiyah.
Demikian informasi yang beredar hari ini, kita telah kehilangan Guru Bangsa
Ahmad Syafii Maarif merupakan sosok ulama kelahiran 31 Mei 1935. Muhammadiyah menyatakan dukacita mendalam atas wafatnya Buya Syafii Maarif.
Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Tlh wafat Buya Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah pd hr ini jam 10.15 di Yogyakarta. Ummat Islam dan bangsa Indonesia kehilangan lg salah seorang tokoh besarnya. Semoga Buya Syafii diampuni segala dosanya dan mendapat surga-Nya.
Mahfud MD.

B. Profil Singkat Prof. BuyaSyafii Ma’arif.

Prof. Dr. K.H. Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafi’i adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia.
Ahmad Syafii Maarif lahir di Nagari Calau, Sumpur Kudus, Minangkabau pada 31 Mei 1935.( Ma’arif 2009, hlm. 1–30).
Ia lahir dari pasangan Ma’rifah Rauf Datuk Rajo Malayu, dan Fathiyah.
Ayahnya beberapa kali menikah, dan Fathiyah merupakan istri pertama dari tiga istri ayahnya. Setahun setelah ibunya meninggal, ayahnya kembali menikah dengan dua orang perempuan, yakni Maran dandan Lamsiah.
Ia bungsu dari 4 bersaudara seibu seayah, dan seluruhnya 15 orang bersaudara seayah berlainan ibu.(Maarif 2009, hlm. 71–80).
Ayahnya adalah saudagar gambir, yang belakangan diangkat sebagai kepala suku di kaumnya. Sewaktu Syafii berusia satu setengah tahun, ibunya meninggal. Syafii kemudian dititipkan ke rumah adik ayahnya yang bernama Bainah, yang menikah dengan adik seibu ibunya yang bernama A. Wahid.(Lihat Maarif 2009, hlm. 31–70).
Melansir dari Tokoh.id, berikut karier, organisasi serta buku yang pernah ditulis Buya Syafii.
Karir:
1). Guru desa di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
2). Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1964-1972)
3). Asisten Dosen Sejarah Asia Tenggara IKIP Yogyakarta (1967-1968)
4).Dosen Sejarah Asia Barat Daya IKIP Yogyakarta (1968-1976)
5). Dosen senior (paruh waktu) Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN Kalijaga (1983-1990)
6). Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1983-1990)
7). Anggota Kelompok Pemikir Masalah Agama Departemen Agama (1984-kini)
8). Profesor tamu di University of Iowa, AS (1986)
9). Dosen senior (paruh waktu) di UII Yogyakarta (1984-1990)
10). Dosen senior (paruh waktu) Sejarah Ideologi Politik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (1987-1990)
11). Dosen senior (pensyarah kanan) di Universitas Kebangsaan Malaysia (1990-1994).
12). Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1992-1993).
13).Profesor tamu di McGill University, Kanada (1992-1994)
14). Profesor (Guru Besar) Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (sejak 1996)
15). Guru Besar IKIP Yogyakarta (1996-sekarang)
16). Guru Besar Pascasarjana IAIN Yogyakarta (1996-sekarang)
17). Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1999-2003).

Muhammadiyah telah mengisi otak masyarakat dengan ilmu, hati
masyarakat dengan iman, sekarang harus menggencarkan mengisi perut masyarakat dengan perekonomian.
Buya Safii Ma’arif
Organisasi:
a). Anggota Muhammadiyah (1955-kini)
b). Anggota HMI (1957-1968)
c). Pengurus HMI Surakarta (1963-1964)
d). Ketua Umum PP Muhammadiyah (1999-2000 dan 2000-2005)
e). Presiden World Conference onReligion for Peace (WCRP).
f). Pendiri Maarif Instutute (2002)
g). Pendiri Gerakan Integritas Nasional (GIN), bersama Salahuddin Wahid, Natan Setiabudi, Bambang Ismawan, Putut Prabantoro, Kasturi Sukiadi, Pami Hadi, Wisjnubrolo, Thresia Kristiani, Sudrajad dan Teguh Santosa.
Karya Buku:

* Mengapa Vietnam Jatuh Seluruhnya ke Tangan Komunis, Yayasan FKIS-IKIP Yogyakarta 1975.
* Dinamika Islam, Shalahuddin Press, 1984)
* Islam, Mengapa Tidak?, Shalahuddin Press, 1984
* Percik-Percik Pemikiran Iqbal (bersama M. Diponegoro), Shalahuddin Press, 1984.
* Islam dan Masalah Kenegaraan, LP3ES, 1985
* Peta Bumi Intelektualisme Islam di Indonesia, Mizan, 1993.
* Membumikan Islam, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1995.
* Islam: Kakuatan Doktrin dan Kegamangan Umat, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,1997.
* Islam dan Politik: Upaya Membingkai Peradaban, Pustaka Dinamika, Cirebon, 1999.
* Independensi Muhammadiyah di Tengah Pergumulan Pemikiran Islam dan Politik, Pustaka Cidesindo, Jakarta 2000.
* Indonesia (Menengok ke Belakang untuk Melangkah ke Depan), Gerakan Jalan Lurus, Jakarta, 2002.
* Mencari Autentisitas dalam Kegalauan, Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP),Jakarta, 2004.
* Menggugah Nurani Bangsa, Maarif Institute for Culture and Humanity, Jakarta, 2005
* Otobiografi Ahmad Syafii Maarif, Ombak, Jakarta, 2006
* Islam, Good Governance dan Pengentasan Kemiskinan: Kebijakan Pemerintah,Kiprah Kelompok Islam dan Potret Gerakan Inisiatif di Tingkat Lokal, Maarif, A. Syafii ; Azra, Azyumardi ; Markus, Sudibyo, Maarif Institute; The Asia Foundation, Jaarta, 2007
* Islam dalam Bingkai KeIndonesiaan dan Kemanusiaan, Sebuah Refleksi Sejarah,Mizan, Bandung, 2009.
Penghargaan:
# Magsaysay Award 2008
# Habibie Award dalam bidang harmonisasi kehidupan beragama, 2010.
Pemikir dan penulis yang hidup jauh dari menara gading, cendikiawan dan tokoh bangsa yang berziarah dalam kesederhanaan.
Sudirman Muhammadiyah
C. Buya Ahmad Syafii Ma’arif, di mata Prof. Yusril Ihsa Mahendra.
Tulisan ini di sunting dari twitter @Yusrilihza_Mhd. sebagai berikut :
1. Telah berpulang ke Rahmatullah Buya Ahmad Syafii Ma’arif dalam usia 87 tahun di Yogyakarta hari ini Jum’at 27 Mei 2022. Buya Syafii adalah mantan Ketum Muhammadiyah, akademisi, intelektual dan budayawan bangsa kita. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi bangsa kita.
2. Sepanjang hidupnya Buya menghabiskan usianya utk mengabdi kepada agama, masyarakat dan bangsa, baik melalui pendidikan, dakwah maupun pergerakan sosial dan keagamaan. Buya telah menulis puluhan buku dan ratusan artikel yang menjadi rujukan dan warisan intelektual bangsa kita.
3. Kehidupannya sederhana dan bersahaja, sering bergurau tetapi pemikirannya tajam dan kritis. Tak semua orang sepandangan dg Buya, terutama dlm menganalisis kemajemukan bangsa kita. Namun Buya tetap hangat, menghargai siapapun, walau beda pendapat bahkan mengkritik pandangannya.
4. Satu hal yang harus kita pegang teguh dari warisan pemikiran Buya Syafii. Islam itu universal dan rahmatan lil ‘alamin. Aqidah dan etik yang diajarkan Islam adalah pegangan utama, berlaku abadi.Namun terhadap ajaran sosial dan politik, Islam membuka diri terhadap penafsiran.
5. Dengan demikian, maka Islam tetap relevan dengan zaman yang terus berubah dan di tengah masyarakat yang majemuk. Islam menghargai kemajemukan itu dan menyuruh semua komponen masyakat bekerjasama berbuat kebajikan demi kepentingan bersama.
6. Secara politik, Buya memandang tidak ada tabrakan antara Islam dan Pancasila, sepanjang Pancasila itu dikembalikan kepada pemikiran para perumusnya yang merumuskannya sbg sebuah kompromi antara golongan Kebangsaan dan Golongan Islam.
7. Pancasila bagi Buya adalah falsafah negara yang sesuai dg masyarakat majemuk yang menghargai dan menghormati keberadaan berbagai agama, etnik dan budaya. Pemikiran Buya mengenai Islam & Masalah2 Kenegaraan, sangat penting utk dijadikan rujukan bagi membangun masa depan bangsa.
8. Saya mengenal Buya Syafii thn 1985 ketika sama2 duduk dalam PP Muhammadiyah dibawah pimpinan Alm AR Fachruddin. Seingat saya, saya mungkin orang pertama memanggilnya Buya karena waktu itu beliau tergolong masih relatif muda (50 tahun). Saya memanggil demikian sambil bercanda.
9. Seingat saya tokoh tua yang dipanggil Buya di PP Muhammadiyah waktu itu adalah Alm Buya Malik Ahmad. Kini Buya Syafii telah pergi meninggalkan kita. Beliau orang baik dan suka bercanda. Mari kita maafkan sekiranya beliau melakukan kekhilafah kepada kita.
10. Saya pribadi berhutang budi kepada Buya. Ketika saya ujian Doktor Ilmu Politik membahas Partai Masyumi (1992), Buya Syafii termasuk salah seorang pengujinya bersama Muhammad Kamal Hassan (Malaysia). Buya sering menasehati saya kalau bertemu, tentang banyak hal tentunya.
11. Mari kita doakan Buya, semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan salahnya dan menerima segala amal kebajikan selama hidupnya serta memasukkannya ke dalam surga Jannatun Na’im.
Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Buya Syafii. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin ya rabbal alamin 🙏🙏
Makassar, 27 Mei 2022.

Dalam kondisi sakit, Buya Syafii sempat menitipkan dua pesan kepada Haedar. Pertama, Buya Syafii selalu mengingatkan agar selalu menjaga keutuhan bangsa, keutuhan Muhammadiyah, dan keutuhan umat Islam. Kedua, tidak seperti biasanya saat kunjungan tersebut Buya Syafii meminta untuk melakukan doa bersama.
Haedar Nashir (Ketua Umum PP. Muhammadiyah)

Disunting & diberdayakan untuk pembaca BN

Kelembutan yang dilakonkan Buya Syafii Ma’arif bagaikan mutiara di tengah tumpukan sampah, dan kepada orang seperti beliaulah para pejabat negeri ini seharusnya banyak belajar. Orang spt itulah yg patut disebut Ulama
Salam hormat Buya Syafii Maarif., Selamat Jalan Guru BangsaAllahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah. 🤲
Sudirman Muhammadiyah
(Bengkel Narasi).

Buya Ahmad Syafii Ma’arif, di mata Prof. Yusril Ihsa Mahendra.
= …*point 4,5,6,7 sangat bagus dari gamaran agama islam, politik, sampe Falsafah pancasila negara. 👍👍✊
Beliau selain guru agam juga ulama dan cendikiawan yg sangat kompeten.