Oleh: Devinarti Seixas
Mendengar kicauan burung di pagi hari, terharu aku menatap kibaran Bendera Merah Putih. Teringat kembali para pejuang yang gugur di medan pertempuran. Aku bertanya pada diriku sendiri sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.
Kau Tetap Indonesiaku
Negara yang memperoleh kemerdekaan dari hasil perjuangan para pejuang di medan perang. Teriakan suara para pejuang kini terdengar lagi di telingaku.
Kau tetap Indonesiaku bagai darah & napasku yakni negara pilihanku yang telah mendidik aku menjadi generasi penerus yang mampu mewarnai arti kemerdekaan untuk terus berjuang dan berani dalam setiap derap langkah demi mewujudkan impian sebagai generasi penerus bangsa.
Namamu harum semerbak bagai kuntum bunga melati
Karena namamu Indonesia adalah bagian dari darah dan napasku.
Kau Tetap Indonesiaku
Yakni negara tercintaku
Selamat hari kemerdekaan bangsaku Indonesia yang kini mencapai 77 tahun kemerdekaan.
Kami bangga padamu wahai negaraku Indonesia sebagai generasi pengagummu bangsaku indonesia
Indonesia bagai darah dan napasku. Aku mencintaimu tanpa batas waktu untuk selamanya, seperti halnya aku mencintai diriku, karena kau adalah negara pilihanku
Kau tetap indonesiaku.
Selamat hari kemerdekaan yang ke 77 tahun. Salut bagimu wahai negaraku Indonesia karena kau adalah negara pujaanku.
