Pada masa Daulah Utsmaniyah (Ottoman Empire) masih berkuasa, ada satu tradisi yang berkembang yang disebut “Zimem Defteri”. Zimem Defteri ini adalah buku daftar hutang piutang yang dimiliki oleh pemilik sebuah toko di era Utsmaniyah. Buku daftar ini mencatat semua hutang para pelanggan toko tersebut. Biasanya kalau ada pelanggan yang membutuhkan suatu barang, namun belum punya uang untuk membelinya, maka pemilik toko akan mencatatkan harga barang sebagai hutang, pada buku Zimen Defteri ini. Pelanggan akan membayarnya nanti setelah memiliki cukup uang.
Pada masa itu orang orang kaya akan mengunjungi toko toko itu, untuk melihat daftar nama nama warga yang berhutang dan berapa jumlah hutangnya. Orang orang kaya Utsmaniyah yang baik hati itu berkunjung terutama saat bulan suci Ramadan. Pada saat itu golongan orang berpunya itu akan membayarkan hutang para pelanggan yang belum mampu membayar hutangnya.
Mereka biasanya meminta pada pemilik toko agar tidak menyebutkan (merahasiakan) namanya jika ditanya oleh para pelanggan yang telah dibayarkan hutangnya. Hal ini dilakukannya untuk menjaga perasaan warga miskin itu supaya tidak merasa malu karena tak mampu membayar hutangnya.
(Diterjemahkan dan disarikan dari group Facebook Ottoman Dynasty Foundation)

