Mencari rumput untuk pakan ternak bukanlah sebuah hal yang mudah. Cuaca yang kadang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan oleh para pencari rumput. Panas terik matahari sangat terasa membakar kulit. Hujan deras mengguyur tanah pun seolah bukanlah penghalang yang berarti.
Bahaya binatang buas seperti kalajengking, ular, atau pun gigitan semut berbisa adalah ancaman yang setiap waktu mengintai. Duri-duri tajam ataupun duri-duri halus sering menyapa dan menggores kulit tanpa permisi. Ketelitian dan keekstrahati-hatian dalam mengayunkan sabit juga dibutuhkan keterampilan yang tidak mudah. Sabit yang tajam kalau tidak hati-hati bisa melukai kulit dan meninggalkan luka yang pedih.
Menjadi seorang petani memang setiap hari harus bekerja. Setiap hari pergi ke ladang untuk mengolah dan merawat tanaman. Kalau masa perawatan tanaman kira-kira telah cukup biasanya untuk menunggu masa panen digunakanlah waktu senggang untuk kegiatan lainnya.
Mencari kayu bakar untuk memasak ataupun mencari rumput untuk pakan ternak. Para pencari rumput tidak selalu mencari rumput untuk pakan ternak sendiri. Kadang pencari rumput menjual hasil rumputnya ke pemilik ternak yang enggan untuk mencari rumput sendiri.
Di beberapa daerah sering ditemukan para penjual rumput yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Baik itu rumput ataupun jerami. Jerami di beberapa daerah ada yang tidak berguna yang kemudian dibuang dan dibakar begitu saja.
Tetapi, bagi yang memiliki hewan ternak seperti sapi misalnya, jerami akan sangat bermanfaat sekali. Sering dijumpai di beberapa daerah, di pinggir-pinggir jalan, mereka menjual jerami yang sudah diikat dengan rapi. Harga satu ikat jerami bervariasi, tergantung ukurannya. Biasanya akan lebih mahal
jika tiba musim kemarau tiba. Di mana-mana rumput sulit untuk didapatkan sekalipun itu di perdesaan atau pegunungan.
