*Sayid Anshar
Angin merupakan gerakan udara yang memiliki seni tersendiri dan selalu memberikan nuansa kesejukan, bahkan terkadang membuat panik dan kaget. Hal ini dikarenakan angin memiliki tiga gerakan, yaitu kencang, sedang, dan terkadang lembut bertiup sepoi-sepoi.
Begitupun dengan retorika. Menurut Aristoteles bahwa retorika adalah “Kemampuan untuk memilih dan menggunakan bahasa dalam situasi tertentu secara efektif untuk mempersuasi orang lain”. Biasa juga dikatakan seni berbicara, sehingga kualitas seseorang dilihat dari cara menggunakan retorika dengan baik dan benar.
Dalam retorika angin, digambarkan tentang seni dan kecerdasan dalam melihat kondisi dan suasana seperti angin itu sendiri. Suasana angin mengalami perubahan, terkadang kencang, sedang, dan lembut. Begitupun dalam berbicara senantiasa melihat kondisi dan suasana yang di hadapi, sebagaimana dalam pepatah Minang yang mengatakan, “Kata mendaki, kata mendatar dan kata menurun”. Kurang lebih artinya setiap kata ditempatkan pada suasana dan kondisi tertentu.
Retorika angin merupakan pembelajaran secara alamiah dengan landasan berpikir filosofi yang dilatar belakangi oleh kosmologi sebagai bagian dari kehidupan.
*Penggiat literasi menulis Padang
