Sebagai pengantar ulasan perburuan buku bagi saya selalu zigzag, berburu ke Gramedia, ke toko buku lainnya, Paradigma ilmu, TB. Papirus, atau Toko Buku Rausyan Fikr.
Nah di Toko Buku Rausyan Fikr biasa berlabuh pencarian buku buku bergizi, karya mizan dan buku filsafat yang ownernya biasanya taq atau chat kalau ada buku baru, pulang dari aktifitas biasa singgah di toko buku ini, pak ada buku baru datang ini pak, kadang sudah punya di rak beli lagi kalau sudah mau dibaca ada yang pinjam.
Hari itu sebelum covid saya baca buku laris best seller di medsos judul nya Filsofi Teras, segera saya hubungi Ahmad simpan kan satu yah.
Siap pak, buku ini lama parkir di almari buku saya belum tersentuh.
Prinsip saya koleksi buku sejak dulu, Beli dan Miliki dulu bacanya kemudian.
Gambaran awal saya buku Filosofi Teras hampir sama buku buku filsafat yang bacaan ringan, asumsi awal saya mirip novel Filsafat Dunia Sophie novel karya Jostein Gaarder, diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Mizan tahun 1996.
Baru saat ini baru bisa mengupas Filosofi Teras, dan kondisi hari libur bacanya juga di teras rumah. Ini semacam resensi buku atau mereview, salah satu kiat saya membaca tuntas sebuah buku bacaan adalah lewat menulis ulang , ulasan tuntas [utas], faktor daya memory.
Sahabat literasiku Buku
Filosofi Teras adalah sebuah buku pengantar filsafat Stoa yang dibuat khusus sebagai panduan moral anak muda.
Buku ini ditulis untuk menjawab permasalahan tentang tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi dalam skala nasional, terutama yang dialami oleh anak muda.[ Wikipedia].
Spesifikasi Buku :
Terbitan Pertama: 26 November 2018
Pengarang|Henry Manampiring
Bahasa: Bahasa Indonesia
Halaman: 346
Ilustrator|Levina Lesmana
ISBN|978602412518
Tentang Buku Filosofi Teras
Membahas tentang motivasi sekaligus filsafat yang terpopuler di Indonesia sekarang.
Buku ini diburu sebagian besar oleh kawula muda yang sedang di fase quarter life crisis, patah hati, baperan, alay dan lain-lain.
Fakta bahwa buku ini diburu adalah dengan dicetaknya buku ini sampai cetakan ke 43, [data Agustus 2022].
Tujuan dari buku Filosofi Teras adalah agar kita dapat menyikapi hidup dengan tenang tanpa menghadapi masalah secara berlebihan. Dengan demikian dapat menjalani hidup dengan rileks. Caranya agar dapat mencapai tujuan seperti itu, dilakukan dengan menyikapi masalah-masalah yang kita hadapi seperlunya
Sudirman Muhammadiyah|reviewer
Melalui buku ini Filsafat Stoik mulai dikenal lebih luas di Indonesia.
Banyak ulasan melalui artikel online, podcast dan video youtube yang sudah mengulas buku ini.
Buku ini pada awalnya menceritakan tentang sebuah survei kekhawatiran nasional yang semakin masif sekaligus menyajikan tentang sekilas kehidupan si penulis yang dipenuhi oleh emosi negatif yang berlebihan. Lalu, lebih dari 2000 tahun lalu sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan solusi dari banyaknya emosi negatif. Ya, Stoisisme atau
filosofi Stoa, namun penulis lebih memperkenalkannya dengan “Filosofi Teras” yang merupakan filsafat Yunani-Romawi Kuno yang dapat membantu kita dalam mengatasi emosi negatif serta menghasilkan mental seseorang menjadi tangguh dalam menghadapi naik turunnya kehidupan.
Dalam buku tersebut, filsafat Stoa digambarkan secara sederhana dengan inti dikotomi kendali nasib manusia sehingga dari dikotomi kendali tersebut, manusia dapat menentukan hal-hal yang dapat membuatnya bahagia maupun tidak.
Namun, Wiliam Irvine menawarkan trikotomi kendali di mana memuat apa yang menjadi kendali kita, tidak
menjadi kendali kita, dan juga menjadi bagian dari kendali kita.
Karena begitu digemarinya buku ini. Menurut beberapa reviewer memaparkan kenapa buku ini di gemari dalam ulasan dari :yoursay@suara.com
kajian buku ini memaparkan :
1], Jangan Tertipu akan Positive Thinking
Kalau banyak motivator yang menyuruh kamu untuk berpikir positif akan ketidakpastian, lebih baik tinggalkan. Jika kita berpikir positif di tengah ketidakpastian dan nantinya terjadi hal buruk, kita malah jadi down berujung depresi karena kekecewaan. Lebih baik bayangkan skenario terburuk dan persiapkan diri untuk hadapi.
2]. Ubah Penilaian Kita
Sebuah terapi bernama terapi kognitif yang menurut buku ini terinspirasi oleh ajaran Buddha dan filsafat Stoik. Jika kita mengalami kegagalan, pasti kita berpikir, “Aku gagal terus”. Lebih baik ubah cara berpikir seperti “Aku sudah mencoba. Kalau tidak coba sama sekali, aku akan menyesal selamanya.”
3]. Kita Ini Peminjam Bukan Budak
Jangan mau diperbudak barang. Maksudnya kita ingin keberuntungan, harta dan orang terkasih yang kita miliki akan ada selamanya. Suatu saat hal itu akan diambil. Terus apa yang kita lakukan? Meratapinya? Ini yang dimaksud budak.
Kita ini peminjam semua hal itu. Pergunakan dan perlakukan semua hal itu dengan baik selama waktu masih ada. Ikhlaslah jika semuanya akan diambil suatu saat.
4]. Jangan Terpengaruh dengan Omongan Orang.
Omongan orang itu di luar kendali kita. Memang menyebalkan hidup di sekitar orang yang menanyakan hal sensitif dengan dalih basa-basi.
Seneca, filsuf Stoik berkata, “Jika kamu hidup berdasarkan yang orang lain pikirkan, kamu tidak akan jadi kaya”. Sebenarnya orang-orang itulah yang patut kita kasihani. Kalau kita terlalu tersinggung berarti ada yang salah dengan diri kita.
5]. Bertahan dan Menerima Nasib Buruk
Jika ada masalah terjadi tidak usah menyalahkan diri sendiri, mengaitkan semua hal atau berpikir bahwa ini akan berlangsung selamanya. Lebih baik coba untuk terima dan bertahan. Niscaya kita bisa keluar dari kemelut pikiran buruk itu.
6]. Nikmati Proses yang Ada
Memang kebanyakan dari kita pastinya lebih mempedulikan hasil dibanding proses. Padahal hasil itu di luar kendali, kita hanya bisa mengupayakan usaha. Lebih baik nikmati proses dari semua yang kita lakukan. Kalau kita senang menikmatinya otomatis kita lebih bisa menerima hasil apa pun.
Mengapa dari sekian banyak buku motivasi bertema Filsafat Stoik, Filosofi Teras mampu meraih atensi dan disukai anak muda yang bahkan yang tidak suka membaca.
Hidup dengan emosi negatif yang terkendali dan hidup dengan kebajikan (virtue/arete) atau hidup bagaimana kita hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia.”
Buku Filosofi Teras Hal. 33
Salah satunya buku ini menarik pembaca millenial :
• Ini karena bahasanya yang ringan, selingan wawancara dengan beberapa ahli dan tokoh, juga ilustrasi dan desain menarik.
•Selain membantu persoalan kaum muda, Filosofi Teras mampu membuka jalan filsafat kehidupan untuk lebih disukai, menarik dipelajari kaum muda dan melatih mereka berpikir kritis nan bijaksana secara sederhana.
• Tidak hanya bicara soal ajaran filsafatnya, Henry Manampiring juga menyajikan wawancara dengan psikiater, psikolog anak, serta beberapa orang yang telah mempraktikkan stoisisme. Apa yang mereka sampaikan sangat memerkaya buku ini.
• Gaya bertutur Henry enak dibaca. Sekali mulai baca, susah untuk menaruh buku ini sebelum tandas. Stoisisme dikupas selapis demi selapis, dari soal bersikap di media sosial hingga bagaimana stoa memandang kematian.
• Ilustrasinya juga bagus. Membuat buku ini terhindar dari beban buku filsafat yang berat.
• Buku Filofi Teras sudah dinobatkan menjadi mega best seller dan memenangkan Book of The Year di Indonesia International Book Fair 2019.
Secara keseluruhan buku ini menarik dan recommended sekali untuk dibaca, bukan hanya bagi anak muda tetapi juga bagi pecinta literasi.
Segera miliki dan baca bukunya.

Reviewer:
Sudirman Muhammadiyah
[Semua buku baik dan bagus untuk tahu baik dan bagusnys, hanya satu cara BACA]
Kamu tidak bisa dihina orang lain, kecuali kamu sendiri yang pertama-pertama menghina dirimu sendiri
Filosofi Teras
