Generasi Baru Indonesia  Komisariat Universitas Negeri Makassar menggelar kegiatan
Kolaboratif selama 5 hari di Lanrisang atau tepatnya Desa Jampue Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

Menurut para Generasi Muda Baru Indonesia, kegiatan ini telah memberikan ruang berekspresi melalui program kerja yang telah mereka rancang sedemikian rupa.

Berangkat dari kegiatan kolaboratif GenBi Komisariat UNM menyuguhkan permainan kekompakan dalam kerjasama kelompok, namun tetap menghibur.

Permainan kekompakan ini memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sesuai dengan namanya yaitu membentuk kerjasama tim atau kelompok agar lebih kompak. Dengan kerjasama yang bagus tim atau kelompok berbagai halangan dapat teratasi dengan mudah dan tujuanpun dapat segera tercapai.

Melihat dari manfaatnya, menurut mereka melalui permainan ini memberi warna lebih dan berkesan. Maka dari itu mahasiswa/wi Universitas Negeri Makassar yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia, memiliki ide membuat hiburan untuk menambah keharmonisan dengan masyarakat setempat, disela kegiatan serius lainnya.

Ada berbagai permainan seru yang bisa adik-adik lakukan bersama kelompok atau teman-teman teamnya. Terutama ketika sedang melakukan kegiatan di luar ruangan bersama rekan-rekan kerja, teman-teman sekolah, rekan kuliah, atau bersama keluarga. Berbagai jenis permainan dapat di mainkan untuk membangun atau meningkatkan rasa kebersamaan.

Sebuah hal yang jarang adik-adik Generasi Baru Indonesia dapatkan ketika melakukan rutinitas sehari-hari yang menyibukkan hingga kegiatan menjenuhkan. 

Ada dua games yang disepakati di rapat GenBI Kolaboratif sebelum ke Lanrisang yaitu Games Ular yang idenya berasal dari sebuah perbincangan antara Faizah dan Ayu, dimana games ini selain menumbuhkan solidaritas antar sesama, dibalik games ini ada makna tersirat.

Games ini menuangkan pilar GenBI yaitu picture Leader bagaimana kita tergambarkan sebagai pemimpin yang mampu membuat tim menjadi juara dan mengatur strategi agar balon atau di simbol (telur ular) tidak dipecahkan oleh lawan.

Games kedua yaitu Oper Tepung, ide awal dari games ini dari tim acara Angko dan Cecen yang awalnya menggunakan air, berdasarkan kesepakatan bersama di rapat GenBI Kolaboratif menggantinya dengan tepung.

Permainan oper tepung ini terdiri dari 10 pemain, tiap tim yang berjejer kebelakang dan tiap tim diberikan 2 piring yang dipakai bergantian untuk mengoper tepung tersebut hingga sampai ke orang yang paling belakang dari barisan, kecekatan dalam mengatur 2 wadah tersebut bergantian dengan orang baru sangat memberikan tantangan sampai anak-anak bersorak kegirangan.

Tujuan dari permainan ini melatih kekompakan dalam tim dan solidaritasnya serta kepercayaan antar sesama tim mulai dari penuangan tepungnya, selain dari kecepatan yang dinilai juga itu banyak tidaknya tepung yang terkumpul hingga akhir.

Gelak tawa, canda bocah-bocah ini membuat mahasiswa/wi ini semakin larut dalam keharuan sekaligus bersemangat mengikuti alur permainan hingga finish.

Lebih dari itu, permainan ini bukan hanya menumbuhkan jiwa kepemimpinan mereka dalam tim, tetapi bagaimana ke syukuran atas respon dan keakraban masyarakat terutama adik-adik Lanrisang.

Selain menghibur, permainan ini untuk membentuk kerjasama kelompok atau tim yang dapat dilakukan dengan mudah dan murah.

(Visited 52 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.