Oleh : Juharman Muliadi
Berbicara tentang kemewahan dan kemegahan gedung bukan menjadi tolak keindahan dari kaca mata kemanusiaan tulisan kali ini. Di mana saat saya memasuki sebuah pekarangan sekolah yang sangat sederhana dan penuh dengan pepohonan rimbun serta bunga-bunga yang bermekaran di halaman, membuat udara terasa begitu sejuk. Kutelusuri halaman sekolah sambil melihat beberapa sepatu yang tersusun rapi di depan pintu ruangan guru mengajar tanpa membedakan warna atau pun brand.
Aku mulai takjub tentang hal itu dan langsung berpikir, “Mungkin sekolah ini memiliki siswa yang mayoritas muslim sehingga siswa-siswi di sini berperilaku layak ingin memasuki ruangan yang suci”. Di tengah-tengah saya berpikir demikian, guru yang memandu saya kemudian menyampaikan bahwa siswa-siswi yang sedang belajar 50% muslim dan 50% non muslim. Setiap pagi mereka lewati dengan kebersamaan penuh canda-tawa. Luar biasa.
Setelah merasa lelah berkeliling, saya sampai pada sebuah mading dan melihat gambar ilustrasi kegiatan yang telah mereka lewati di sekolah ini. Saya merasakan suatu keunikan tersendiri tanpa harus melihat gedung mewah, di mana seorang non muslim membantu kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilakukan oleh seorang siswa muslim dan di gambar yang lain terlihat seorang siswa muslim terlihat sedang membantu mendekorasi ruangan untuk persiapan perayaan natal oleh siswa non muslim. Sungguh humanitas yang sangat hebat yang dipertontonkan oleh siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Tanpa harus berbicara panjang lebar, saya yakin bahwa tempat ini dalam mentransfer nilai-nilai keimanan kepada siswa betul-betul diterima dengan baik, karena siswa non muslim mampu menerapkan cinta kasih seperti yang disampaikan pendeta di setiap ibadahnya dan yang muslim juga mampu menjalankan makna Rahmatan lil Alamiin seperti yang didakwahkan oleh ustadz. Saya kemudian teringat nada lagu dari sang legendaris Iwan Fals. Anak sekecil itu paham humanitas yang sering diteriakkan mahasiswa. Sementara, di antara mereka masih ada kelompok yang saling menghujat satu sama lain. Lirik versi sendiri
