Oleh: Hamsah

Sejak awal kehidupan manusia sampai saat ini, manusia hidup dalam pertukaran simbol dan tanda. Simbol maupun tanda dikomunikasikan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Sejarah menunjukkan bahwa, manusia dahulu kala telah mampu menyampaikan maksud melalui tulisan dalam bentuk goresan-goresan dengan menggunakan batu. Sampai akhirnya kemudian ditemukan alat tulis yang memadai seperti yang kita gunakan saat ini, yaitu pensil.

Pensil sendiri awal mulanya ditemukan di Borrowdale, Inggris pada 1564. Yang selanjutnya oleh Nicolas Conte, seorang ahli kimia dari Prancis mengenalkan proses pembuatan pensil kayu pada 1795, selanjutnya ia mematenkan metode pembuatan pensil yang berasal dari campuran grafit dan tanah liat yang dibakar terlebih dahulu.

Munculnya pensil menjadi pertanda bagi kita bahwa alat yang dapat digunakan sebagai alat tulis ternyata memberikan beberapa nilai filosofi dalam kehidupan. Jika kita perhatikan secara seksama, pensil memiliki komponen dan bermutualisme dengan komponen lainnya agar ia bisa difungsikan dengan baik, seperti tangan pengguna, rautan, arang, penghapus, dan kertas sebagai arena menulis. Mari kita urai satu persatu.

Filosofi pertama, ketika kita menulis dengan pensil, hal tersebut mengingatkan kepada kita bagaimana pensil itu menghasilkan sesuatu yang bermakna dikarenakan ada tangan kita yang menggerakkan. Begitupun dalam kehidupan, kita tak boleh lupa jika ada sesuatu yang terus membimbing dan mengarahkan kita. Dalam hal ini, itulah tangan Tuhan yang mungkin terwujud dalam bentuk perantara yang dilakukan atas bimbingan dan bantuan orang lain.

Filosofi kedua, jika pensil secara terus-menerus digunakan maka ia akan tumpul dan tidak menghasilkan goresan yang maksimal. Sehingga kita mesti menajamkan dengan cara meraut. Meraut pada pensil mengisahkan makna sakit dan penderitaan. Namun setelah proses rautan selesai pada pensil maka ia akan tajam kembali. Seperti itu pun dalam hidup, terpaan penderitaan mesti kita terima sebagai proses yang akan membentuk kita jauh lebih baik. Seperti menderita dalam menuntut ilmu, kelak akan kita tuai hasil yang lebih baik. Menderita dalam merintis usaha, kelak akan kita nikmati suatu saat.

Filosofi ketiga, pensil sengaja didesain untuk tidak permanen sehingga ia bisa dihapus. Karenanya, pensil dan penghapus bagaikan kekasih yang tidak pernah bisa dipisahkan. Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus bilamana terdapat kata-kata yang salah atau keliru. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan dalam hidup, bukanlah hal yang buruk apalagi terlarang. Akan tetapi memperbaiki kesalahan adalah sebuah keharusan bagi setiap diri manusia.

Filosofi keempat, bagian terpenting yang ada dalam pensil adalah arang yang ada di dalam batang. Arang tersebutlah yang memberikan tanda sehingga ia memiliki makna di setiap goresannya. Seperti itu pula dalam diri manusia, kita memiliki bagian terpenting yang berada dalam diri. Oleh sebab itu kita mesti hati-hati dalam menjaga apa yang ada dalam diri kita.

Filosofi kelima, pensil yang digunakan pasti sejatinya meninggalkan goresan. Ini mengajarkan kepada kita bahwa apa pun yang kita lakukan pasti akan meninggalkan kesan kepada orang lain. Sehingga kita dituntut untuk selalu berhati-hati dalam bersikap dan berperilaku.

Filosofi keenam sekaligus terakhir yang ingin penulis sampaikan, meskipun masih banyak hal yang dapat diurai dari pensil. Sejatinya pensil dapat digunakan sebagaimana mestinya jika ia mendapatkan lembaran atau arena (Pierre Bourdieu) yang cocok untuk menggores tanda. Artinya, tidak semua bahan dapat menggunakan pensil untuk menulis atau menggambar. Seperti itu pula kehidupan kita, tidak semua tempat atau arena dapat kita gunakan untuk bisa eksis. Seperti yang dikatakan oleh Pierre Bourdieu, selain habitus dan modal kita memerlukan arena yang cocok untuk dapat memenangkan praksis sosial.

(Visited 749 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Hamsah

One thought on “Filosofi Sebuah Pensil Dalam Kehidupan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.