Oleh: Elvira Pereira Ximenes
Jiwaku berbahagia mencarimu dalam keheningan
Aku bersujud di hadapanmu
Walau ada di antara para murid
Jiwaku tetap berseru
Aku mengawas
Sambil menikmati suasana perang otak dalam kelas
Saat yang sama aku mencari wajahMu
Adakah Engkau hadir di sini?
KepadaMu aku bersyukur
Engkau masih memberi aku napas kehidupan
Aku sungguh berbahagia
Kau beri aku kesempatan satu detik lagi
Bapak, aku ingin mengadu padaMu
Tentang dunia ini
Begitu menakjubkan
Engkau begitu baik padaku dan dunia
Kau izinkan aku mengalami segalanya
Lewat kehadiran sesamaku
Aku mengenal dunia
Demi keutuhanku
Kau hadir lewat orang tuaku juga atasanku
Menerima aku apa adanya saat ini
Kau titipkan kepadaku
Murid-murid pilihanMu kepadaku
Kau Guru Ilahiku
Ajari aku meneladaniMu
Utuslah RohMu kepadaku
Kiranya aku mengikuti caraMu
Aku hanyalah setitik debu
Berada di bawah telapak kakiMu nan Kudus
Namun Engkau begitu bermurah hati kepadaku
CintaMu jauh lebih besar dari ukuranku
Apalah artinya diriku
Begitu besar kasihMu padaku
Kau izinkan aku berada di antara para seminaris
Oh begitu murah hati Engkau padaku
Engkau mengangkat aku dari lumpur dosa
Engkau meluputkan aku dari kerapuhan
Engkau begitu berbelas kasih padaku
Tanpa memperhitungkan kekuranganku dan kelemahanku
Jadikan aku lilin
Menerangi dalam kegelapan
Jadikan aku garam sebagai penyedap rasa
Dalam dunia pendidikan.
*Penulis adalah guru dan pegiat literasi Timor Leste
