Oleh: Elvira Pereira Ximenes*
Waktu demi waktu ujian hidup selalu datang
Silih berganti
Ingin aku berlari menjauhinya
Namun aku tak sanggup
Hari lepas hari
Semakin bertambah beban hidup ini
Ujian pun datang menghampiriku dalam berbagai bentuk
Tanpa berkompromi
Detik demi detik
Badai datang menghantam diriku
Aku tak menyerah
Justru semakin aku dikuatkan
Tantangan dan cobaan mendatangiku
Bagaikan ranting
Saling bergandengan
Namun aku tak merasa sendirian
Ketika aku down
Aku butuh pelindungMu
Aku butuh pertolonganMu
Aku butuh kehadiranMu
Aku butuh belaian kasihMu
Aku rindu kata-kata manisMu
Aku rindu perhatianMu
KepadaMu aku mempercayakan segala sesuatu
Ketika aku ditinggalkan
Aku berlari pada pangkuanMu
Aku memelukMu
Hanya kepadaMu aku mengadu
Engkau sumber pengertian
Engkau tahu apa yang aku mau
Engkau menggenapi segala kekuranganku
Walau yang aku minta belum Engkau jawab
Oh, Engkau yang ada di singgasana surgawi
Lihatlah aku dengan mata belas kasihMu
Engkau sungguh mengetahui
Beban apa yang sedang kupikul saat ini
Ingin aku berlari
Entah kemana…
Tiada tempat bagiku di dunia
Selain bersembunyi di dalam kerahimanMu nan Kudus
Hari demi hari kulewati
Melintasi jalan salib
Sambil memikul beban tanggung jawab
Akankah aku sampai di puncak?
Air mata membasahi wajahku
Sambil menelan air ludah
Menikmati pahit manisnya hidup ini
Sambil merenung sampai kapan akan berakhir
Kini kusadari
Ternyata ada hikmah di balik ujian hidup
Membuat aku menjadi dewasa
Naik tangga ke tangga berikutnya.
*Penulis adalah penggiat dan pencinta literasi Timor Leste
