Oleh: Elvira Pereira Ximemes*
Wahai belahan jiwaku
Mengapa kau diam
Mengapa kau gelisah
Mengapa kau benci
Mengapa kau pergi tanpa pesan
Mengapa kau menghilang tanpa jejak
Mengapa kau menjauh tanpa alasan
Mengapa kau sengaja menghindar
Detik demi detik silih berganti
Berjam-jam sudah berlalu hingga berhari-hari
Minggu bertemu Minggu aku menanti kabar
Tiada lagi tanda-tanda kehidupan
Tidakkah kau tahu
Kalau aku sedang menantimu
Tidakkah kau tahu kalau aku merindukanmu
Aku selalu ada untukmu saat ini
Hari-hariku diisi dengan perasaan tak menentu
Kekhawatiran datang melanda diriku
Ku rindu akan suaramu
Ku rindu akan chattinganmu
Kalau saja engkau tahu yang sesungguhnya
Semua pasti baik-baik saja
Aku mohon maafkan diriku
Ternyata aku keliru dalam hal penyampaian karena semua hanyalah ilusi
Aku tahu kamu shock
Padahal bukan kenyataan
Yakinlah selalu
Badai pasti akan berlalu tepat pada waktunya
Ziarah hidup tak selalu mulus
Ada siang tentu ada malam
Ada juga pasang surut air laut
Syukurilah hidup ini
Kini aku mengerti
Mengapa hal ini terjadi
Seolah ada gap antara kau dan aku
Apakah itu cinta namanya?
Hanya Tuhan yang tahu
Misteri di balik semua ini
Dialah yang mempertemukan kita
Kini kukembalikan padaNYA
Pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan
Semua pasti sudah diatur
Oleh Sang pencipta
Jelas pasti ada hikmah di balik semua kejadian ini
Aku bersyukur
Kau telah hadir untukku
Menemaniku mengisi bahtera hidup ini
Aku selalu ada untukmu selamanya.
*Penulis adalah pecinta dan penikmat literasi dari Timor Leste
