Oleh: Elvira Pereira Ximenes
Ketika aku memandangMu di kayu salib oh Yesusku
Aku tak berdaya
Mataku yang hina ini tak sanggup melihat kenyataan
TubuhMu yang Kudus terpaku di kayu salib, terluka tak tersisa berlumuran darah
Aku tak sanggup merenungkan penderitaanMu
Engkau rela memikul salib dalam perjalanan menuju bukit Kalvari
Demi keselamatan jiwaku
Engkau rela didera dan dimahkotai duri
Bukti cinta yang kau tunjukan padaku
Tak dapat diselami
Begitu luas dan dalam tak terhingga
Tak dapat diukur kedalamannya
Demi keselamatan hambaMu ini
Engkau rela wafat disalib
Padahal aku seorang pendosa yang tak layak dimata dunia
Ampunilah aku Yesus aku telah melukai hatiMu yang kudus
Siapakah aku oh Yesus
Engkau rela menderita demi aku
Engkau rela disiksa habis-habisan
Demi aku yang tak berharga ini
Oh Yesus sang penyelamat dunia
Selamatkan aku orang yang hina dina ini
Sembuhkanlah aku dari berbagai macam sakit dan penyakit
Pulihkan luka batinku
Dengan darah dan air kerahimanMu yang terpancar dari lambungMu yang Kudus
Bangkitkan semangat hidupku
Dari keterpurukan dosa
Melalui kebangkitanMu
Jadikan aku manusia baru yang bercahaya
Di tengah kegelapan
Sadarkan aku Yesus
Mampukan aku menyerap segala goncangan hidup di dunia ini
Mendeteksi permasalahan dengan bijak
Berbelas kasih pada sesama yang membutuhkan walau aku pun sedang dalam kekurangan
Oh Yesus sang guru kerahiman
Ajari aku mengasihi sesama
Jauhilah aku dari mara bahaya
Sembunyikan aku dalam luka -lukaMu
Oh Yesus kekasih jiwaku
CintaMu begitu luas dan dalam kepadaku
KemurahanMu begitu menajubkan
kerahimanMu tak dapat diselami
Engkaulah harapanku satu – satunya
Mohon rahmat kebijaksanaan, keberanian serta apapun yang aku butuhkan dalam perjalanan hidupku
Jadikanlah kekuatanku saat aku lemah, kedamaianku saat aku gelisah
Harapanku saat aku menghadapi masalah dalam bentuk apapun
Aku bersyukur padaMu sang pencipta
Aku mengandalkan Engkau Yesus Kerahiman
Terima kasih atas RohMu yang selalu berkarya dalam hati dan pikiranku
Berbelas kasihlah kepadaku dan dunia sekarang dan selama-selamanya
