Jangan pernah menyamakan teman dan sahabat. Orang sering keliru mengartikan kata sahabat dan teman. Jika kita bisa membedakan mana yang teman dan mana yang sahabat.
Tidak semua teman adalah sahabat dan tidak pula semua sahabat adalah teman.
Biasanya teman, memiliki sifat srigala berbulu domba. Tampak manis di muka, ternyata suka menggunjing di belakang dan menjatuhkan kebaikan teman sendiri. Sementara sahabat,
itu orang yang bisa dipercaya, selalu hadir dalam susah senang bersama dan mampu melewatinya bersama sama.
Meski sering kali disamakan, namun sebenarnya teman dan sahabat adalah dua hal yang berbeda. Bisa dikatakan, seorang teman hanya menemani ketika sedang kaya raya, hura-hura maupun foya-foya. Namun, seorang sahabat adalah sosok teman yang setia menemani dalam suka maupun duka.
Perbedaan teman dan sahabat dapat dilihat dari sifat hubungan. Biasanya teman, hanya memiliki sifat hubungan yang biasa, masih terdapat perasaan canggung, dan saling berhati-hati satu sama lain.
Sementara sahabat, adalah sebuah hubungan pertemanan yang dekat dan menjadi sangat akrab. Biasanya sifat hubungannya menjadi lebih fleksibel, tidak canggung, tidak terlalu berhati-hati, dan sudah sangat mengenal satu sama lain.
Saat mengalami masa-masa sulit seorang teman tidak dapat menjamin keberadaannya ketika dibutuhkan. Sebab, pertemanan hanya memiliki hubungan yang biasa-biasa saja.
Sedangkan sahabat, tanpa dimintai bantuan pun pasti seorang sahabat akan menunjukkan kehadirannya. Dengan suka rela, sahabat akan terus menemani meskipun sedang mengalami kesulitan dan dalam kondisi terpuruk. Sahabat akan terus memberikan dukungan melewati ujian kehidupan.
Di Zaman milenial sekarang memang susah mencari seorang sahabat yang dapat dipercaya. Olehnya itu tidaklah heran banyak orang lebih bahagia berteman dengan benda mati, misalnya media sosial, gawai atau telepon pintarnya bahkan lebih nyaman berkawan sama hewan peliharaannya
Namun demikian, yakinlah jika kita berbuat baik pada seseorang, maka orang tersebut juga akan memberikan hal yang sama.
Sebelum menyesal, maka rawatlah hubungan persahabatan itu dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kehilangan sahabat yang baik, jujur dan bisa dipercaya.
Terakhir, meminjam kata-kata bijak, “Persahabatan sejati bukan tentang tidak terpisahkan, tapi dipisahkan dan tidak ada yang berubah”
