Oleh: Rosmawati

Rapuh tubuhku bagai kayu dimakan rayap

Lama aku berharap

Kiranya waktu bisa buatku bangkit dan berdiri dengan kokoh

Rupanya Sang waktu belum bersahabat dengan jiwa lemahku

Daun ranting yang awalnya tercabik angin kiranya butuh waktu lama untuk bangkit kembali

Aku kira akar yang lonyot dan daun letoy sudah bisa stabil dan tegak bagai awal bersama fisik sehatku

Kiranya masih Rapuh bagaikan kayu dimakan rayap.

Semoga waktu bisa merubah segalanya

Bahwasanya apa yang kita harap tak selamanya sesuai harapan

Semoga lelah bisa berubah menjadi lillaah

Aamiin

RBW Simbula, 9 Juli 2023

(Visited 84 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.