Oleh: Iyan Apt*

Bayangkan Anda dan pasangan menghadapi tantangan dalam alokasi waktu bersama di tengah rutinitas yang sibuk. Anda merasa cemas dan tidak merasa dihargai karena merasa selalu menjadi yang memberi inisiatif untuk mengatur jadwal berkumpul, sementara pasangan Anda merasa tertekan dengan tugas pekerjaan yang menumpuk.

Kemudian, Anda berusaha menyampaikan perasaan dan kebutuhan Anda dengan jelas dan tanpa menyalahkan, “Aku merasa cemas dan merindukan waktu bersama yang lebih berkualitas. Bisakah kita mencari waktu bersama yang bisa kita jadwalkan secara teratur?”

Pasangan Anda mendengarkan dengan penuh perhatian, mencerna apa yang Anda sampaikan dan merespons dengan pengertian, “Aku mengerti perasaanmu, dan aku juga ingin menghabiskan waktu yang berkualitas bersamamu. Mari kita cari waktu yang cocok!”


Dalam setiap hubungan, komunikasi adalah tulang punggung yang memegang erat keterikatan dan pemahaman di antara pasangan. Namun, tak jarang, kita menemui contoh nyata di sekitar kita tentang komunikasi yang buruk yang dapat merusak keintiman dan menghambat pertumbuhan bersama. Salah satu contoh yang menggambarkan komunikasi yang buruk dalam pasangan adalah ketika pasangan saling menyalahkan tanpa mencoba memahami sudut pandang masing-masing, menciptakan dinding antara mereka. Pertengkaran yang melebar tanpa solusi dan kata-kata yang pedas yang dikeluarkan dengan emosi tinggi menjadi jejak komunikasi yang retak, menghadirkan rasa kebingungan dan perasaan tidak dihargai. Inilah contoh yang mengingatkan kita akan pentingnya membangun komunikasi yang penuh pengertian dan saling mendukung, agar hubungan kita bisa tumbuh dengan kokoh dan harmonis.

Komunikasi efektif dengan pasangan adalah kemampuan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, dan keinginan dengan jelas dan jujur tanpa menyakiti atau memicu konflik yang tidak perlu. Hal ini juga mencakup kemampuan mendengarkan dan memahami pasangan dengan penuh perhatian.

Dalam contoh di atas, komunikasi efektif memungkinkan Anda untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhan dengan jelas tanpa menyalahkan pasangan. Pasangan Anda mendengarkan dengan empati dan memberikan tanggapan yang memperlihatkan pengertian terhadap situasi yang Anda hadapi. Hasilnya adalah peningkatan pemahaman di antara keduanya dan kesepakatan untuk mencari solusi bersama.

Dialog Imajiner Raisa-Hamish Daud

Contoh komunikasi efektif dari pasangan selebriti di Indonesia dapat diilustrasikan melalui perbincangan antara Raisa dan Hamish Daud, dua tokoh terkenal yang kerap menunjukkan kedekatan dan kerja sama dalam hubungan mereka. Dalam wawancara mereka terkait proyek kolaboratif di bidang seni, Raisa menyampaikan dengan jelas harapannya terhadap kolaborasi tersebut:

Raisa: “Saya sangat antusias dengan proyek ini. Saya pikir, jika kita menggabungkan kreativitas kita, proyek ini bisa benar-benar istimewa.”

Hamish Daud: “Aku juga berpikir begitu. Tapi ada beberapa hal yang perlu diingat, terutama sehubungan dengan jadwal yang padat. Apakah kita perlu menyusun rencana agar proyek ini bisa berjalan lancar?”

Raisa: “Tentu, kita bisa duduk bersama dan membuat jadwal yang bisa memenuhi kebutuhan masing-masing. Aku ingin memastikan bahwa kita dapat memberikan yang terbaik dalam proyek ini.”

Hamish Daud: “Baiklah, mari lakukan pertemuan lagi besok dan kita atur jadwal yang cocok untuk proyek ini. Aku sangat ingin melihat bagaimana proyek ini akan berkembang.”

Dalam contoh ini, Raisa dan Hamish Daud menggunakan komunikasi efektif untuk mencapai kesepakatan terkait proyek kolaboratif. Mereka saling mendengarkan, menyampaikan harapan dan perhatian mereka, dan berdiskusi untuk mencari solusi yang memadai mengenai jadwal yang padat. Kedua belah pihak menunjukkan komitmen dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Membangun Komunikasi Efektif dengan Pasangan

Pada dasarnya, komunikasi adalah tanggung jawab bersama dalam sebuah hubungan. Keduanya harus sama-sama berupaya untuk memulai dan mempertahankan komunikasi yang sehat dan efektif. Tidak ada peran yang lebih dominan; penting untuk saling membuka diri dan mendengarkan satu sama lain.

Waktu-waktu yang tepat untuk membangun komunikasi efektif adalah saat keduanya dalam suasana hati yang baik, tenang, dan siap mendengarkan. Hindari membahas masalah penting ketika emosi sedang memuncak atau saat salah satu pihak sedang stres atau lelah.

Komunikasi efektif bisa diterapkan di berbagai situasi, termasuk saat makan bersama, perjalanan, atau bahkan di tempat yang nyaman di rumah. Yang terpenting adalah menciptakan ruang yang aman dan terbuka untuk saling berbagi.

Berikut adalah dua belas tips sederhana tentang bagaimana membangun komunikasi efektif dengan pasangan.

Pertama, dengarkan dengan penuh perhatian. Jadilah pendengar yang baik saat pasangan Anda berbicara. Fokuskan perhatian pada apa yang ia katakan, bukan hanya menunggu giliran Anda untuk berbicara. Hindari distraksi seperti gadget atau TV. Dengarkan dengan empati dan tanpa interupsi.

Kedua, gunakan bahasa yang jelas dan jujur. Sampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, dan keinginan Anda dengan jelas dan terus terang. Hindari bahasa ambigu yang dapat menimbulkan kebingungan. Gunakan bahasa yang tidak memicu pertengkaran.

Ketiga, pahami sudut pandang pasangan. Coba lihat situasi dari sudut pandang pasangan Anda. Berikan kesempatan padanya untuk berbicara dan memberikan pendapatnya. Hormati sudut pandangnya meskipun berbeda dengan milik Anda. Usahakan untuk memahami perspektif mereka sebelum menyampaikan pendapat atau keputusan.

Keempat, hindari menyalahkan dan mengkritik. Sering kali, konflik bermula dari sikap saling menyalahkan. Usahakan untuk menghindari menyalahkan dan mengkritik pasangan Anda. Fokuskan pada solusi dan tidak hanya pada masalah.

Kelima, buka ruang untuk diskusi terbuka. Ciptakan lingkungan yang aman di mana Anda berdua merasa nyaman membicarakan hal-hal yang penting tanpa takut dihakimi atau diabaikan.

Keenam, berbicaralah dengan bahasa tubuh yang positif. Ekspresikan empati dan kehangatan Anda melalui bahasa tubuh yang positif seperti senyum, kontak mata, dan bahasa tubuh terbuka.

Ketujuh, ketahui kapan Wwaktu yang tepat. Pilih waktu yang tepat untuk membahas topik penting. Hindari berbicara saat emosi sedang memuncak atau saat pasangan Anda sedang sibuk dengan hal-hal lain.

Kedelapan, berikan umpan balik yang konstruktif. Jika Anda memiliki masalah, berikan umpan balik dengan cara yang membangun dan konstruktif, bukan menyerang pribadi pasangan.

Kesembilan, jangan menutupi perasaan Anda. Berani untuk mengungkapkan perasaan Anda, baik itu sukacita, kekecewaan, atau ketakutan. Jangan takut untuk menjadi diri sendiri di depan pasangan.

Kesepuluh, kenali bahasa cinta pasangan Anda. Pelajari cara pasangan Anda menyatakan cinta dan kepedulian, apakah melalui kata-kata, perbuatan, waktu berkualitas, hadiah, atau sentuhan. Komunikasikan cinta dengan bahasa yang mereka pahami.

Kesebelas, praktikkan kesabaran dan pengertian. Bersabarlah ketika pasangan Anda sedang kesulitan mengungkapkan diri atau menghadapi masalah. Usahakan untuk memahami mereka dengan sabar.

Kedua belas, pelajari dari pengalaman bersama. Refleksikan pengalaman komunikasi sebelumnya dengan pasangan Anda. Pelajari apa yang berhasil dan tidak berhasil, dan terapkan pembelajaran ini untuk membangun komunikasi yang lebih baik ke depannya.

Berkomunikasi dengan efektif membutuhkan latihan dan kesabaran, tetapi dengan praktik yang baik dan saling pengertian, Anda dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih intim dengan pasangan.

Komunikasi efektif adalah kunci utama untuk membangun hubungan yang kokoh dan berbahagia. Dengan mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan jujur, dan menghormati satu sama lain, kita dapat memperkuat ikatan dengan pasangan. Mari membangun fondasi kuat dengan komunikasi yang baik, karena cinta sejati takkan pernah pudar jika kita saling mengerti dan mendukung. Selamat membina hubungan yang penuh kehangatan dan harmoni! []

*Co-founder Bengkel Narasi, writerpreneur, dan book publisher.

(Visited 22 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Iyan Apt

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.