Wahai guruku Mas Iyan Apt. Darimulah aku menemukan jalan menuju Bengkel Narasi. Darimulah aku menjalin tali persahabatan antara dua negara TL-RI. Yang saling membantu dan mengisi kekurangan dan kelebihan kita masing-masing. Terlebih kami negara kecil yang baru merdeka. Harus banyak menimba ilmu darimu. Yang telah lama makan garam di dunia literasi.

Bengkel narasi, tempat kita berbagi pengalaman, berbagi cerita, cinta, rasa persaudaraan, kesetiaan. Pertemanan, lewat untaian kata, yang tersimpang di Bengkel Narasi. Agar kelak bercerita pada anak cucu kita nanti.

Dari Bengkel Narasi aku menimba banyak ilmu. Lewat karya-karya mengagumkan para penyair dan pengukir literasi. Lewat dunia maya literasi, tempat kita berfasafah dan bersemedi. Tempat curahan hati kita, lewat untaian kata, nada dan irama.

Engkaulah pelitaku dalam kegelapan. Tempat ku curahkan, ide cerita, berita, puisi dan artikel. Lewat jendela Bengkel Narasi yang kau buka untukku. Agar akupun turut menikmati angin segar Bengkel Narasi.

Tak ada emas, dan mutiara yang akan ku haturkan padamu. Wahai guru Bengkel Narasiku. Kaulah sahabat terbaikku, yang mengenggam tanganku. Membinbingku ke rumah kita Bengkel narasi

Turut menyumbangkan ide-ide brilian dari negeri buaya. Buat sahabat-sabahatku di negeri seribu pulau berpancasila, berbhineka tunggal ika, bertoleransi beragama. Sebagai sesama umat Allah di dunia yang fana ini.

Hanya secuil doa yang ku haturkan pada Yang Kuasa buatmu. Agar memberimu umur panjang, mengelola BN. Akhirnya berjuta terima kasih ku haturkan padamu. Dan bila ada tutur kataku yang salah jangan simpan di hati. Kumohon maaf atas kekhilafanku padamu

Lospalos, 7 Juli 2024

(Visited 32 times, 2 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Timor Leste, Penulis & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Selalu tersenyum pada siapa saja baik kawan maupun lawan. Ingin belajar menulis dari para seniornya yang telah makan garam di dunia literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.