Kecemasan atau rasa gelisah tampaknya merupakan hal yang sepele. Tetapi bila kita mempersoalkannya ternyata penyakit cemas ini tak kalah bahayanya dengan kanker ganas yang menyerang payudara atau jantung yang mengkhawatirkan.

Umumnya perasaan cemas dan rasa gelisah adalah gejala penyakit jiwa atau gangguan mental belaka, tapi perasaan cemas yang berlebihan dapat pula menyerang organ tubuh kita. Tak sedikit orang yang meninggal dunia karena serangan penyakit lambung, karena adanya perasaan tak enak dalam batinya. Pada umumnya orang kaya sering mati mendadak karena mereka mempunyai perasaan cemas berlebihan. Berikut ini ada delapan tips rasa cemas yang mempengaruhi kesehatan antara lain:

1. Pengaruh Rasa Cemas Terhadap Jantung dan Pembuluh Darah

Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menjumpai istilah, “jantung hatiku”, “patah hati” atau dengan “sepenuh hati”. Ini adalah contoh kata-kata dengan muatan emosi yang menyebabkan debar jantung semakin keras. Detakan jantung yang begitu keras juga terjadi pada saat kita merasa takut atau kita sedang marah. Muatan-muatan energi yang timbul karena emosi bergerak melalui syaraf yang berpengaruh pada berbagai ukuran pembuluh darah yang terdapat pada jantung.

Menurut para ahli, peristiwa melebar dan menyempitnya pembuluh darah meliputi seluruh badan dan sangat selektif pada tempat-tempat tipis, seperti pada muka yang merah atau pucat secara mendadak. Banyak kemungkinan bahwa sakit dan nyeri sementara yang timbul dari reaksi gejala rasa cemas dan emosi yang berlebihan ini karena adanya pengaruh setempat pada ativitas pembuluh darah.

Serangan pertama sering tampak hanya beberapa waktu secara perlahan-lahan bila seorang kehilangan ketetapan hatinya dan kekuatan emosinya. Pengalaman kegagalan itu tertumpuk dan sampai batas tertentu, maka si penderita akan mengalami serangan penyakit seperti, sukar bernafas, letih dan lelah, cemas yang berlebihan, stress, dan kehilangan kontrol otot polos.

Penyakit ini diderita oleh para intelektual yang selalu menginginkan kemerdekaan, ambisi dan peka terhadap kritik, maka ia sering diserang sakit kepala yang hebat, dan watak yang kaku.

2. Rasa Cemas Menyerang  Pencernaan Makanan

Penyakit maag adalah suatu penyakit yang menyerang usus kita, karena kita merasa cemas, bersedih atau bergembira secara berlebihan. Bila seseorang mendadak perutnya mual disertai dengan rasa nyeri pada lambung, karena ia mengalami kecemasan berlebihan, sebab esoknya ia akan dihadapkan pada suatu ujian tertentu, khawatir kalau tidak berhasil.

Ia menganggap semua tergantung pada dirinya sendiri, menggangap dirinya penting dan rajin. Ia selalu merasa tidak puas terhadap tuntutan-tuntutan hidup yang biasa. Akhirnya perasaan ketergantungannya yang ditekan tersebut makin menumpuk dan menjadi kronis, yang kemudian menyerang lambung dengan meningkat. 

Menurut para ahli bahwa pengobatan penyakit ini sering lama, oleh karena penderita sendiri sering tidak mentaati peraturan dokter dan hanya sedikit niat untuk menjalankannya. Gejalanya akan hilang dalam waktu singkat  setelah istirahat dan dirawat di rumah sakit, tetapi cepat kambuh kembali, jika penderita mempunyai program yang dikerjakan dengan sangat ambisi dan tidak mengindahkan nasehat kesehatan.

3. Kecemasan Menyerang Otot dan Tulang Manusia

Kecemasan juga menyerang otot dan tulang manusia, dengan tekanan emosi yang berlebihan akan menyebabkan penyakit seperti; reumatik, sakit pinggang, kram otot, sakit kepala, dsb.

Pada umumnya kita sulit mengeluarkan perasaan. Kita mempunyai bermacam-macam tingkatan dari emosi yang bertahan seperti kemarahan, rasa jengkel, dsb…yang menyusup ke dalam otot polos dan menghasilkan bermacam-macam gangguan.

Misalnya: “Bila seseorang mengepalkan tinjunya kuat-kuat selama lima menit, tanggannya yang sebelah bawah akan mulai merasa sakit melalui usaha yang berlebihan ini. Bila ia mengepalkan tinjunya setengah jam, perasaan tak enak berjalan lebih lama lagi”.

Seseorang yang selalu dihadapkan pada kekecewaan dimana ia menjadi marah, tetapi pada waktu yang sama ia tak dapat memecahkan persoalan yang sedang berjalan dihadapannya.

4. Kecemasan Mempengaruhi Pernafasan

Penyakit asma adalah suatu penyakit yang sangat ditakuti oleh setiap manusia. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena penderita banyak yang mengalami kecemasan, ketakutan, kekecewaan dan kegagalan. Hal ini penting juga di dalam sistem pernafasan termasuk juga alat bicara, dimana individu berhubungan dengan lingkungannya yang sejalan dengan kemajuan diri pribadi.

Banyak penderita asma mempunyai problem tertentu dan apabila tidak segera diatasi dengan sukses maka dapat mengakibatkan penyakit itu semakin memburuk.

Melalui kehidupan subyektif dari penderita menuju ke serangan asma yang psikogenik, rupanya terdapat suatu pengaruh terus-menerus yang tidak kelihatan, baik banyak atau sedikit ditekan yaitu, pengaruh ketakutan dipisahkan dari ibunya”. by Tomas French

Jadi penyakit asma sebenarnya bukan disebabkan adanya gangguan jasmaniah, tetapi faktor yang lebih penting dalam mempengaruhi adalah karena tekanan emosi dan perasaan cemas menumpuk jadi satu.

5. Rasa Cemas Menyebabkan Impoten dan Frigiditas

Penyakit impoten dan Fridigitas memang sangat ditakuti oleh setiap orang, khususnya bagi mereka yang sudah berumah tangga. Hal ini dianggap penting karena kebutuhan dan kebahagiaan rumah tangga nampaknya akan ganjil apabila kepuasan biologisnya tak terpenuhi.

Kegagalan mereka dalam melakukan hubungan intim atau biologis  dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis. Salah satu gangguan rangkaian inilah yang dapat mengubah keharmonisan aktifitas seksual.

Tak sedikit mereka yang mengeluh karena kesulitan melakukan aktifitas seksual ini, karena tahu bahwa hubungan intim ini disebabkan oleh rasa cemas dan pengaruh psikologis maka permasalahan tak sehangat seperti halnya yang dibahas dalam seminar.

Hubungan intim/seksual dapat timbul karena adanya kritik dari lingkungan atau dari kata hatinya yang meledak-ledak. Anak muda yang belum kawin, tetapi sering melakukan seksual di luar nikah akan selalu takut dan sering menderita impoten. Ia selalu cemas dan merasa berdosa, kritikan dari hati nuraninya setiap waktu meledak-ledak dan menakutkan. Sehingga ketika ia menikah dan melakukan hubungan seks dengan istrinya, ia merasa bersalah. Karena perasaan bersalah itulah sehingga nafsu seksnya kini menjadi dingin atau impoten .

6. Kecemasan dan Sistem Syaraf Kita

Perasaan cemas juga bisa menimbulkan pengaruh terhadap sistem syaraf manusia. Hal ini disebabkan adanya gejala kelemahan, selalu lelah, berbagai keluhan somatis yang samar-samar, ketidaksesuaian emosi umum pada kegiatan sehari-hari.

Bertalian dengan gejala penyakit syaraf yang disebabkan adanya pengaruh kecemasan, para ahli psikolog berpendapat:

“Pengaruh kecemasan terhadap syaraf terdapat hubungan komplikasi antara simphatis, para simphatis, dan endocrine. Para penderita penyakit ini banyak mengeluh penderitaannya yang bertahun-tahun. Dalam usahanya mendapatkan pengobatan, ia sering berganti-ganti dokter, dan ini hanya akan menambah kelelahan yang kronis dan kehilangan semangat. Penderita ini pandai dalam bercerita panjang dan mendetail mengenai berbagai macam keluhannya. Bila seorang dokter menanyakan tentang keadaan badannya yang sebelumnya sama sekali tidak ia perhatikan, maka mendadak pada bagian yang ditanyakan tadi akan timbul suatu masalah…. ”

7. Pengaruh Kecemasan Terhadap Panca Indera

Beberapa panca indera kita bisa terganggu karena adanya kecemasan. Pertama yang kena pengaruh dari penyakit psikologi itu adalah indera pendengaran dan indera penglihatan. Seorang yang berada dalam keadaan tegang, khususnya mereka yang bekerja di perusahaan dan dihadapkan pada pekerjaan yang memerlukan ketelitian serta menggunakan mata. Hal ini jadi sukar untuk menfokuskan matanya pada tulisan yang dihadapinya.

Selain itu, cemas pun bisa menyerang indera pendengaran kita. Beberapa penderita dengan gelora emosi dalam dirinya dan kesukaran untuk menguasainya, ia hanya mendengar sebagian kecil apa yang telah dikatakannya. Ketegangan syaraf membuat kepekaan dari cabe rum yang kemudian diteruskan pada alat-alat telinga lainnya.

8. Penyakit Kronis Disebabkan Rasa Cemas

Penyakit-penyakit seperti ini sering diderita oleh orang-orang yang telah lanjut usia. Orang-orang tua tersebut selalu cemas karena berpikir bahwa harapan hidupnya semakin hari semakin menipis. Itulah sebabnya para dokter psikologis mengetahui pasien ini dengan mencegah agar tidak terjadi timbulnya depresi yang menimpa penderita kronis.

Penderita penyakit kronis seringkali menjadi depresi secara berlebihan karena sakit dan bentuk penyakit fisik yang bermacam-macam. Misalnya, penderita invalid yang bekerja sendiri, berpakaian sendiri, ke belakang sendiri, dsb…memburuknya penyakit itulah yang menyebabkan ia kehilangan kekuatan dan rupa. Atau seseorang yang perusahaannya gulung tikar, sedang tanggungan untuk menghidupi keluarganya begitu banyak, dsb.

Kesimpulan

Kita bisa melihat bahwa pengaruh kecemasan sangat berbahaya terhadap jasmani kita. Dengan demikian, sedini mungkin sebaiknya kita bangun hidup ini dengan suatu kondisi dan suasana yang penuh optimis. Hiduplah dengan penuh cita-cita. Buang perasaan cemas yang membuat anda menjadi gila, dan badan anda menjadi sakit.

Dari delapan macam kecemasan yang dijelaskan di atas dapat menjadi suatu arahan dan panduan bagi kita semua semoga tips kecil tentang kecemasan yang menghantui kesehatan kita dapat terhindari. Maka hiduplah dengan gembira, dalam menghadapi berbagai masalah atau problem yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita dapat mengurangi rasa kecemasan kita yang menyakitkan kita, niscaya hidup kita akan sehat selalu dan baik-baik saja.

Fonte: Dikutip dari buku “Mengatasi Rasa Cemas, Drs.Rudy Hariyono, Putra Pelajar 2000

By prof EdoSantos’25

(Visited 21 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.