AQM

Judul:                           Revolusi Ketatanegaraan Indonesia, Menuju Persaudaraan Manusia

Penulis:                        Abdul Qahhar Mudzakkar

Editor:                         Armin Mustamin Toputiri

Penerbit:                     toACCAe

Tahun Terbit:               2005

Jumlah Halaman:        172

ISBN:                            9799897211

Buku yang membahas tokoh Abdul Qahhar Mudzakkar cukup banyak tersedia di berbagai perpustakaan baik perpustakaan kabupaten/kota, provinsi maupun nasional. Namun kali ini, buku yang akan dibahas adalah yang ditulis oleh Abdul Qahhar Mudzakkar, atau yang akrab disebut Kahar Muzakkar.  Menurut Ir. Andi Mudzakkar, seorang putra Kahar Muzakkar pada pengantar buku ini, bahwa Kahar Muzakkar banyak menulis buku selama masa masa bergerilya beliau di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Salah satu buku yang ditulisnya adalah buku ini yang diberi judul “Revolusi Ketatanegaraan Indonesia, Menuju Persaudaraan Manusia”.

Oleh penulisnya, buku ini dipersembahkan dan diwasiatkan kepada anak keturunan beliau dan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia.  Buku ini diawali dengan kata pengantar dari penerbit, sambutan dari keluarga penulis, pengantar dari editor, dan isi pokok bahasan buku yang terdiri dari 8 bab. Abdul Qahhar Mudzakkar juga memberikan pengantar pada buku ini yang masih menggunakan ejaan lama.

Pada bagian awal diuraikan tentang bagaimana pemberontakan PRRI-PERMESTA yang bagaikan api yang mudah menyala, namun dengan mudah pula dipadamkan. Pemberontakan itu terjadi di Sumatra, Sulawesi Utara dan Maluku Utara dari tahun 1956 – 1958. Penulis menyamakan peristiwa sebagai api yang tidak berasap, karena dengan mudah menyala (melakukan pemberontakan) tetapi dengan mudahnya mati tak berasap. Mati disini diartikan dengan ‘menyerah kepada TNI atau kembali kepangkuan Republik Indonesia’.

Penulis juga mencantumkan surat surat pribadinya yang dikirim kepada para pimpinan ‘pemberontak’ dan juga kepada Sukarno dan ke Muhammad Jusuf. Surat pribadinya kepada Sukarno cukup panjang di ‘tembuskan’ kepada Jenderal A.H. Nasution.

Perjuangan pembebasan Irian Barat (Papua) juga diungkapkan dalam buku ini. Abdul Qahhar Mudzakkar mengungkapkan kesulitan kesulitan yang dihadapi  dalam persoalan Irian Barat, juga dicantumkan pula isi Piagam Penyerahan Kedaulatan. Pada salah satu bagian, penulis juga menjelaskan tentang terjadinya Revolusi Prancis 1789, sebelum menguraikan tentang hakikat revolusi kemerdekaan Indonesia. Ada perbandingan watak Napoleon Bonaparte dengan Sukarno yang sama sama rakus dan tamak kekuasaan. Ada pula seruan kepada seluruh umat Islam bangsa Indonesia. Seruan itu berupa penjelasan ajaran Tatanegara Islam yang ada dalam Al-Quran.

Ada istilah “Ichwatunisme” atau “Ihwatunisme” yang dijelaskan dalam buku ini oleh penulis. Dijelaskan bahwa ‘ichwatunisme’ adalah bahwa orang orang yang beriman kepada Tuhan adalah ‘bersaudara’. Dari istilah inilah dikembangkan oleh penulis bahwa cita cita persaudaraan manusia tidak saja menjadi ‘roh’ kebangsaan Islam, tetapi juga menjadi tujuan hidup Islam, dan tujuan hidup manusia.

Buku ini merupakan isi hati dan pernyataan jujur dari penulisnya (Abdul Qahhar Mudzakkar) yang tujuan utamanya adalah mengungkapkan kebenaran dalam rangka usaha perjuangannya dan usahanya menggalang Persatuan Bangsa Indonesia dalam bentuk pesaudaraan masyarakat sejati.

Kekurangan buku ini adalah pokok bahasan utamanya masih menggunakan ejaan lama, dimana kemungkinan besar anak anak generasi muda khususnya Gen-Z akan sulit membaca dan memahaminya. Hanya pada kata pengantar saja yang menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang sekarang ini lazim digunakan dalam penulisan resmi.

Buku ini juga dicetak secara terbatas, sehingga kemungkinan akan sulit bagi masyarakat yang ingin memilikinya. Kemungkinan bisa diakses di layanan perpustakaan, tapi tidak semua perpustakaan memiliki buku ini dalam koleksi mereka.

Buku ini koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

tt
Tandatangan
(Visited 27 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.