Dari masa ke masa menuju masa keemasan Kabupaten Kolaka Utara yang Indah.

Olahraga pagi akan menjadi agenda rutin setiap hari. Berkeliling kota Lasusua, menapaki setiap lorong ibu kota, menyaksikan perubahan tata kota yang semakin hari makin sumpek dan padat penduduk. Mulai dari rumah dengan design menarik hingga daerah kumuh terdapat di beberapa tempat. 5-10 tahun kedepan apakah masih akan seperti ini atau akan ada perubahan. Begitu gumamku dalam hati!

Sangat indah pemandangan, hamparan bunga berbaris mengelilingi danau kecil, di salah satu sudut kota sebelah barat dekat rusun. Perhatian terhadap taman dalam kota di era pemerintahan Bapak Nurrahman Umar bersama Bapak H.Abbas wakilnya sangat patut diapresiasi. Hampir setiap tempat dalam kota di hiasai dengan berbagai tanaman berwarna, tidak lain adalah bunga.

Sebagian orang mungkin tidak menganggap ini sebuah terobosan berarti karena, sejatinya pembangunan menurut sebagian orang hanya ada pada aspek pembangunan fisik dalam bentuk bangunan, jalan dan lain sebaginya.

Bukan memuji, tapi memang pantas diacungi jempol untuk urusan yang satu ini.

Tapi ada yang tak kalah penting dari itu. Orang-orang yang tak nampak dilayar kaca dan berita, karena mereka bekerja saat sebagian dari kita melanjutkan tidur setelah menjalankan kewajiban salat subuh. Itulah mereka yang kusebut PEJUANG SUBUH.

Menembus dinginnya pagi menuju wilayah tugas masing-masing, mereka lakukan mulai hari senin hingga sabtu. Pertaruhannya adalah untuk anak dan istri di rumah, lain soal dengan ibu-ibu yang sering kita jumpai setiap subuh di beberapa tempat.

Cengkaraman jemari kuat memegang sapu diayunkan membersihkan daun-daun pohon yang berserakan dijalan, pertaruhannya adalah untuk membantu suami menghasilkan pundi-pundi rupiah, karena penghasilan suami bisajadi tidak cukup untuk makan dan sekolah sang buah hati. Mereka Ibu Hebat gumamku dalam hati

Dengan gaji satu juta seratus setiap bulannya, tidak menyurutkan langkah, selain karena ibadah juga untuk kepentingan kita bersama melihat keindahan kota Lasusua. Kebersihan adalah sebagian dari Iman. Merekalah orang-orang terdepan yang pantas diberikan penghargaan bukan hanya pada saat Adipura.

Masih segar dalam ingatan di Jakarta 14 Januari 2019 Bapak Wapres Jusuf Kalla pada saat itu, menyerahkan Piala Adipura yang ke V kepada bapak bupati Kolaka Utara. Sungguh sebuah capaian yang harus terus dipertahankan dari tahun ke tahun. Berkat jasa pejuang subuhlah, akhirnya Kota Kolaka Utara terus meraih penghargaan Adipura untuk yang kesekian kalinya.

Hanya satu harapannya kepada kita warga Kolaka Utara, untuk turut andil menjaga lingkungan tempat tinggal kita masing-masing, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan gaji dan bonus yang tak seberapa, ayo kita sama-sama membantu mereka dengan menjaga lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. dan berharap kepada Pemerintah memberikan atensi yang lebih kepada pejuang subuh. Mencontoh daerah lain, Tanggungan kesehatan dan hari tua mereka bisa dapatkan. Semoga para pejuang subuh di Kabupaten Kolaka Utara bisa mendapat hal yang sama, sesuai dengan kehendak kita bersama untuk menuju Masyarakat MADANI.

(Visited 106 times, 1 visits today)
One thought on “PEJUANG SUBUH”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.