Podcast Denny Sumargo bersama Ridwan Kamil kembali viral. Hal ini terjadi setelah anak sulung Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz dinyatakan hilang di sungai Aare, Swiss. Di podcast yang tayang pada 9 September 2021, Denny Sumargo sempat bertanya siapa yang akan dipilih Ridwan Kamil antara istri dan anak.

“Kalau boleh memilih yang Kang, pilih anak atau istri di masa tua?” tanya Denny Sumargo.

Tanpa pikir panjang, Ridwan Kamil langsung menjawabnya. Kali ini, dia memilih sang istri, Atalia Praratya. “Karena anak itu hanya dititipkan Tuhan kepada kita. Di usianya nanti anak akan berpisah dari kita untuk menjemput takdirnya sendiri, pada saat momen itu istri kita kan ikut,” tutur Ridwan Kamil.

“Kalau kita ditakdirkan sampai tua, akan berakhir di kematian kita. Sebagai manusia yang butuh perhatian, saya butuh istri saya sampai akhir hayat,” imbuhnya lagi.

Jika ditelusuri, sebetulnya Denny Sumargo pun pernah ditanya hal yang sama. Pemusik Niko Al Hakim langsung bungkam ketika mendengar jawaban Denny Sumargo perihal pilih anak atau istri. Niko Al Hakim menyebut suami harus lebih mementingkan anak dibanding istri, tetapi Denny Sumargo memiliki prinsip yang lain.

“Kalau ditanya mana yang lebih sayang istri atau anak, (pilih) istri gue,” ujar Denny Sumargo, dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Rabu (7/7/2021).

“Ya lu belum punya anak. Kalau lu sudah punya anak, pasti lu lebih sayang anak lu,” kata Niko Al Hakim menimpali.

Denny lalu mengutarakan prinsip dalam hidupnya, yakni wajib memberikan kasih sayang lebih kepada istri.

“Betul, itu betul. Tapi, gue punya prinsip dalam hidup gue seperti itu, karena anak gue tidak akan ada kalau tidak ada istri gue,” ucap Denny. “Kalau gue punya anak, dan cinta gue, gue berikan kepada anak gue lebih dari istri gue, gue adalah makhluk paling tolol sedunia,” lanjutnya. Niko Al Hakim yang tampak bingung mempertanyakan alasan Denny memiliki prinsip seperti itu.

“Karena istri gue yang akan menemani tua gue, bukan anak gue,” kata Denny dengan tegas. Jawaban Denny Sumargo langsung membuat pria yang dikenal dengan nama Okin itu terdiam dan menyetujui prinsip tersebut.

Walaupun memang terkesan buah Simalakama, di sini saya coba hadirkan sebuah pembanding. Seorang pria di Littleton, Colorado, Amerika Serikat diberi pilihan dokter yang membuat hatinya “remuk” setelah istrinya yang sedang hamil mengalami pendarahan hebat. Dia harus memilih antara menyelamatkan istrinya atau bayi yang akan dilahirkan. Pria bernama Frederick Connie tak kuasa untuk memilih, sampai akhirnya dokter harus membuat pilihan yang terbaik.

Pilihan terbaik yang diambil Frederick adalah dia memilih istrinya untuk menjalani operasi caesar darurat untuk menyelamatkan bayinya. Prediksi buruk sang dokter tepat. Bayi tersebut berhasil diselamatkan, sedangkan ibunya meninggal.

“Saya senang saya membuat keputusan itu karena pada akhirnya jika Keyvonne mungkin bisa selamat, dia akan membenci saya selama sisa hidup saya karena saya tahu perasaannya tentang anak-anak,” katanya, yang dilansir Jumat (7/12/2018).

Oleh sang ayah, bayi perempuan itu diberi nama Angelique Keyvonne Connie. “Saya memberikan nama ibunya. Dia akan tahu ibunya. Saya akan memastikan itu,” katanya. Frederick mengatakan, sang istri sejatinya masih bertahan hidup usai operasi caesar. Namun, beberapa menit kemudian kesehatan istrinya menurun drastis.

Lalu, bagaimana seorang ibu ketika akan memilih antara dirinya atau anaknya? Kisah nyata tentang ketulusan kasih seorang ibu pada anaknya tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Salah satu contohnya adalah cinta Karisa Bugal, ibu yang memilih mati agar anak dalam kandungannya selamat.

Alih-alih merasa bahagia saat akan melahirkan anaknya, Karisa justru harus menerima kenyataan pahit. Ketika berada dalam ruang operasi, dokter ngatakan bahwa Karisa mengalami sebuah kondisi langka bernama amniotic fluid embolism.

Tak punya banyak waktu Karisa harus memilih antara melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawanya sendiri atau operasi cesar agar anaknya tetap hidup. Karisa akhirnya memilih mati agar anaknya selamat.

Menurut keterangan dokter yang membantu persalinan Karisa, ibu pemberani ini masih sempat menanyakan keadaan anaknya sesaat setelah operasi selesai. Karisa sendiri setelah itu menghembuskan napas terakhirnya.

Sekali lagi, memilih istri atau anak tentunya bak buah Simalakama. Namun, di sini saya punya opini lain dari Ridwan Kamil atau Denny Sumargo.

Bukanlah hal yang salah ketika memilih anak. Apakah itu artinya suami tidak cinta pada istrinya? Bukan begitu kesimpulannya. Bukankah istri yang akan menemani suami ketika tua nanti, bukan anak? Belum tentu.

Ingat, bagi seorang laki-laki ada sebutan mantan istri, tetapi tidak ada sebutan mantan anak. Anak laki-laki dipercaya sebagai penerus garis keturunan. Tidak kalah berharganya anak perempuan. Suatu hari nanti, tidak peduli dia sudah bercerai dengan istrinya, tidak peduli istrinya sudah menikah lagi, seorang ayah tetap akan menjadi wali nikah anak perempuannya, bukan ayah sambungnya.

Betul yang orang bilang, “Cinta itu buta.” []

(Visited 525 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Pilih Istri atau Anak?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.