Oleh: Devinarti Seixas

Hari itu masih terlalu pagi
Cahaya pagi mengajariku
Mengenal kamu secara dekat
Tapi aku lupa bertanya siapa dirimu juga latar belakangmu

Hingga ketika kita merajut sebuah hubungan karena atas kehendak kita bukan karena kehendak orang tua, teman atau sahabat………..

Kita membangun dunia kita
Dari sebuah komitmen yakni
Karena rasa suka entah cinta atau tidak aku juga baru sadar setelah semua terjadi

Saat semua terjadi aku baru sadar jika selama ini bukan mataku saja yang tak bisa melihat melainkan hatiku juga telah dibutakan oleh mata

Namun saat aku sadar jika semua belum terlambat
Aku tidak menyesali pertemuan namun yang aku sesalkan adalah memilihmu

Aku baru sadar jika segala yang terjadi semua hanya kebetulan tanpa sebuah rencana maka semua akan berakhir karena kebetulan

Ibarat saat kamu menanam jagung tapi kau tak boleh menuai hasil yang baik karena terlalu banyak serangga mematikan…..

Jadi lebih baik kita menyerah
Sebelum ajal menjemput
Daripada bertahan membuat kita justru dijemput ajal ………
Karena semua adalah pilihan

Jadi jangan sesali pertemuan
Melainkan bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan agar kita mengenal segala kebusukan dunia……..

Ingatlah bahwa hidup itu mahal tapi mati terlalu murah
Ingat hidup itu butuh perjuangan panjang tapi mati hanya butuh hitungan detik

(Visited 45 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.