Kala senja mulai merona
Angin sejuk membelai sepoi
Membuatku terjaga dari lamunan
Lewat suasana hening dalam penantian

Angan hadir menyerap kalbu
Membelai sukma dalam hayalan
Secercah harapan dibalut kerinduan
Dalam bingkai senandung senja

Awan menyembul di balik pelangi
Lembayung menyelinap di cakrawala
Terhalang jingga yang hampir redup
Cahaya hati menampakkan keresahan
Detak-detak rindu bersatu dalam degup jantung
Seiring desahan panjang

Imajinasiku telah kuubah menjadi layar yang indah
Aku dipenuhi oleh hasrat yang tak terlupakan
Mataku tak pernah lelah menanti kehadiranmu

Seberapa besar aku merindukanmu
Aku sendiri tak dapat mengukurnya
Seberapa besar aku mencintaimu
Aku pun tak dapat mengukurnya

Ada keresahan di setiap detak jantungku
Bila tak bersamamu
Engkau telah mengambil seluruh alam pikiranku

Kerinduanku akan kutulis lewat tinta air samudra yang tak pernah kering
Kutelusuri ladang-ladang mimpi
Pada relung sukma sang pujangga

Akan kuurai kerinduanku
Lewat puisi bahasa kalbu
Dalam cetusan perasaan hati
Untukmu dikau sang pujanggaku.

(Visited 3,019 times, 1 visits today)
6 thoughts on “Ketika Rindu Menyapa Hati”
  1. Aku terbuai dalam setiap inci rangkaian katanya,rasanya sejuk menusuk kalbu,,indah dan menghanyutkan dalam setiap baitnya❤️❤️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.