Oleh: Aldo Jlm

Sudah menjadi lagu lama bahwa, “pengalaman” adalah guru yang terbaik. Guru terbaik memberi contoh dan teladan yang baik bagi kita maupun bagi orang lain. Semua pekerjaan itu baik adanya, tapi apabila pekerjaan itu belum kita lakukan maka kita belum mengalaminya. Apa yang kita alami dalam pekerjaan lama maupun baru itulah yang disebut sebagai pengalaman. 

Pengalaman mengajarkan kita, agar kita dapat memperbaiki diri kita dari kesalahan yang telah kita lakukan menjadi lebih baik, dari yang salah menjadi yang benar, dari ketidaktahuan menjadi tahu akan hal apa saja yang kita lakukan selama kita melakukan pekerjaan itu.

Pekerjaan itulah yang membuat dan mengangkat derajat kita sebagai manusia yang beradab, baik dihadapan sesama manusia maupun di hadapan Tuhan. Apa yang kita lakukan di dunia ini akan terukir di alam sana, dihadapan Tuhan, yang akan menunjukkan kita bahwa kita berbuat baik atau jahat, selama berziarah di dunia ini.

Pengalaman baru di tempat kerja baru, merupakan suatu tantangan dan ujian atau orientasi yang harus kita hadapi untuk mengenal lingkungan baru kita, mengenal pekerjaan baru kita melalui strukturnya, orang-orangnya yang sudah berpengalaman di tempat kerja itu, mengenal jenis-jenis pekerjaan yang berada di suatu institusi.

Dulu di tempat kerja yang lama, aku cuma mempersiapkan diri dari rumah dengan belajar, menguasai materi atau bidang kita, mental kita, untuk menghadapi sesama manusia yang masih ingusan di bangku sekolah, dengan menginfus bahan materi kepada mereka, agar suatu saat mereka dapat mencapai cita-cita mereka melalui belajar agar suatu saat bisa mandiri dan berdikari, melalui motivasi dan inspirasi pada mereka.

Sekarang di tempat kerja yang baru, aku menghadapi suatu lingkungan baru, sehingga harus beradaptasi semaksimal mungkin untuk mengetahui poligrama dari keanekaragaman dalam kesatuan (diversidade em unidade). Di tempat kerja yang baru ini, semua pekerjaan dilakukan di masing-masing instansi baik dari instansi “Pekerjaan municipal/Servisu Munisipal” dan “Delegasi Territorial”, yang dikepalai oleh seorang Administrador Municipio.

Pekerjaan municipal itu antara lain: “Servisu Municipal (Rekursu Umanu, Finansa, Aprovizionamentu, Planu Dezenvolvimentu Integradu Municipal, Ajenzia Planeamentu, Ajensia Fiskalizasaun, Patrimonio e Lojistiku, Apoio ONG, Edukasaun, Saúde, Jestaun Merkadu & Turismu, Agua e Saneamentu, Asaun Sosial, Agrikultura, Obras Publikas & Transporte, Rejistu Notariadu e Kadastrais. Sedangkan Delegasi Teritorial meliputi: STAE, CNE, Rejistu Sivil, Terras Propiedade e Servius Cadastrais, Centro Solidariedade Sosial, SEFOPE, DNTT, PNDS, Statistika, Superintendensia da Edukasaun, IADE, APS, SEII, Arte e Kultura, Correios, Ambiente, e Koperativa”. Semua pekerjaan di setiap instansi ini, masing-masing melakukan pekerjaan mereka masing-masing, lalu hasilnya harus dilaporkan kepada Administrador Munisipiu melalui sebuah diresaun yang bernama SMARU atau Rekursu Umanu. 

Saya sendiri dulu bekerja di salah bagian Servisu Municipal ini, yaitu dari Edukasaun/Pendidikan, yang kemudian mendapat kepercayaan sehingga ditransfer ke kantor pusat Administrasaun Munisipiu Lautém untuk memegang jabatan sebagai kepala departemen “Ekpedisi, Informatika, Pengarsipan dan Protokol”. Sehingga untuk menghafal semua instansi ini agak kewalahan, dan sering membuat kesalahan, sehingga kadang-kadang ditegur oleh atasan saya, dalam hal ini seorang direktur Rekursu Umanu atau Kepala Sumber Daya Manusia.

Saya sendiri merangkap empat pekerjaan ini, tapi bukan saya sendiri yang bertindak tapi anak buah saya yang kerja, lalu saya hanya mengawasi saja, tapi kadang-kadang anak buah lebih pintar dari atasannya, sehingga mereka yang sudah lama bekerja disini yang dapat menjelaskan pekerjaan ini pada saya untuk melakukannya. Tugas saya hanya turut mengawasinya saja, terutama dalam pengarsipan surat-surat yang keluar dan masuk kantor serta informatika untuk mengawasi jaringan internet dan gangguan komputer, sedangkan protokol saya sendiri yang turun tangan dalam MC pada sebuah rapat, baik dilakukan oleh antar instansi dalam satu kantor, dan kadang juga dari nasional yang datang mensosialisasikan dekrit-dekrit baru, atau tentang informasi baru yang berkaitan dengan pekerjaan instansi tersebut yang berada di bawah naungan Pekerjaan Municipality.

Hal inilah yang membuat saya agak canggung dan bingung dalam bertindak di tempat kerja baru saya. Karena saya sendiri belum tahu dan tidak memahami pekerjaan ini sebelumnya. Karena sebelumnya saya hanya tahunya belajar dan mengajar, tidak pernah tampil dalam rapat forum apalagi memimpin rapat. 

Tapi selama kurang lebih enam bulan berada di tempat kerja baru ini, saya mulai dilatih, dibina untuk menjadi seorang lider, yang selalu tampil untuk mengikuti rapat, acara-acara resepsi lokal maupun nasional, sehingga lama kelamaan saya pun mulai percaya diri dalam pekerjaan saya, yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, sehingga aku mendapatkan sebuah pengalaman baru di tempat kerjaku yang baru.

Perbedaan dari pengalaman pekerjaan lama dan baru saya adalah, dulu kerjanya hanya setengah hari, tapi sampai hari sabtu dan minggu baru libur, tapi kalau sekarang di kantor kerjanya full seharian sampai hari jumat saja, sabtu dan minggu libur. Dulu menghadapi anak-anak murid sering membuatku stress, karena tidak menuruti kehendakku dan tata tertib sekolah, tapi sekarang stresnya sudah turun menjadi nol, karena sekarang menghadapi benda mati, bukan menghadapi benda hidup yang kurang ajar. Di kantor aku belajar berdisiplin, saling menghormati dari atasan sampai bawahan, masing-masing menjaga wibawanya agar tetap konsisten dalam pekerjaan ini, sampai suatu saat mendapat pekerjaan baru di tempat kerja yang baru, atau bisa juga kembali ke tempat asal semula. 

Semoga Pengalamanku di tempat kerja yang baru ini, menjadi sebuah teladan dan pengalaman baru bagi saya untuk belajar dari kesalahan menjadi kebenaran dan profesional di bidang saya. Terutama pekerjaan EIPA (Expediente, Informatica, Protcolo e Arquivo) yang diembang pada saya menjadi sukses di akhir mandat saya di suatu saat yang tak menentu. Semoga…

By Aldo Jlm’22

Edisi, 110822

(Visited 41 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.