Mencari sahabat itu tidak semanis ketika kita menemukan gula. Sebaliknya, mencari kawan begitu mudah mendapatkannya. Ibaratnya ada gula ada kerumunan semut, ketika kita mendapatkan kesuksesan tertentu begitu banyak kawan berkerumun, sebaliknya ketika kita terjatuh dalam degradasi, kawan-kawan tadi pergi menjauh.
Sebenarnya apa sih perbedaan kawan sama sahabat. Kalau kawan hanya dekat ketika kondisi kita sedang bahagia atau manis-manis saja, ketika sedang mendapatkan posisi strategis yang menguntungkan dirinya dan kelompoknya semata.
Sementara untuk mendapatkan sahabat-sahabat sejati apapun kondisinya baik manis maupun pahit amatlah langka, sahabat sejati itu ia akan selalu berada menemani.
Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh saja, namun mereka yang tetap bersama ketika kawan-kawanmu menjauh.
Bila suatu saat nanti kamu merasa kehilangan sesuatu. Setidaknya, kamu ingat siapa yang kawan dan siapa sahabat yang menyia-nyiakanmu waktu itu.
Pengertian Persahabatan Menurut Ahli
Menurut Mussen dkk (dalam Nashori, 2008), persahabatan adalah hubungan pribadi yang menyangkut keseluruhan pribadi berdasarkan kepercayaan yang mendalam dengan saling membagikan sesuatu, menerima sesuatu dan merupakan kesempatan untuk memperluas diri.
Sahabat merupakan pribadi di mana kita dapat mengungkapkan perasaan-perasaan subjektif, emosional, bahkan mungkin konyol. Sahabat kita adalah tempat kita berkatarsis (mengeluarkan uneg-uneg).
King (2010) persahabatan merupakan hubungan yang dibangun oleh manusia, bukan alam. Hubungan sosial, seperti persahabatan merupakan hal penting untuk kesehatan dan kesajahteraan sepanjang hidup kita. Para peneliti
telah menemukan bahwa hubungan sosial “atas pilihan” seperti persahabatan kita memilih bersahabat bukan karena harus melainkan karena kita ingin bersahabat merupakan ha yang penting bagi kesejahteraan.
Sahabat merupakan bagian penting kehidupan karena sahabat “ada untuk kita”, memberikan kita saran, tempat untuk menumpahkan perasaan dan kadangkala menyadarkan kita pada realita. Kita bisa bergantung pada sahabat dikala suka maupun duka.
Sullivan (dalam Santrock, 2003) mengatakan bahwa persahabatan dapat meningkatkan harga diri remaja. Sahabat bagi remaja dianggap sebagai orang kepercayaan yang penting, yang menolong remaja melewati berbagai situasi yang menjengkelkan (seperti kesulitan dengan orang tua dan putus pada hubungan romantis) dengan menyediakan dukungan emosi, nasihat, serta memberikan informasi. Sahabat juga memberikan perlindungan bagi remaja dari kemungkinan kejahatan teman sebaya lainnya.
Sahabat (friends) adalah sekumpulan kawan yang terlibat dalam kebersamaan, saling mendukung, dan memiliki keakraban (Santrock, 2007).
Dariyo (2004) persahabatan merupakan hubungan emosional antara individu
yang ditandai dengan keakraban, saling percaya, menerima satu dengan yang lain, mau berbagi perasaan dan pemikiran, pengalaman serta melakukan aktivitas bersama.
Sedangkan menurut Santrock (2007) persahabatan adalah sekumpulan kawan yang terlibat dalam kebersamaan, saling mendukung, dan memiliki keakraban. Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua individu.
Dalam istilah persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan, dan afeksi (Hadipranoto, 2012).
Sebuah persahabatan dengan kualitas yang tinggi ditandai dengan tingginya tingkat perilaku tolong-menolong, keakraban dan perilaku positif lainnya, serta rendahnya tingkat konflik, persaingan dan perilaku negatif lainnya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas persahabatan mempengaruhi keberhasilan dalam interaksi sosial dengan teman sebaya. Kualitas persahabatan juga memiliki pengaruh langsung dalam mempengaruhi sikap dan perilaku karena dengan kualitas persahabatan yang tinggi dapat mengurangi rasa malu serta isolasi diri
(Berndt, 2002).
Persahabatan, seorang remaja akan memperoleh teman untuk bergaul, sehingga akan dapat mengembangkan keterampilan sosial, konsep diri, harga diri dan akan memperoleh dukungan emosional saat menghadapi permasa-lahan (Lestari, 2012).
Collins dan Sprinthall (1995) menyatakan persahabatan adalah hubungan dekat antar individu yang saling mengenal satu sama lain dan saling menghargai.
Dengan demikian persahabatan sangat besar artinya terutama dalam kehidupan remaja. Karena individu merasa diakui dan dibutuhkan oleh sahabatnya serta diterima oleh lingkungannya, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri pada individu tersebut.
Menurut Ahmadi (2009) persahabatan merupakan konsep sosial yang murni. Persahabatan menuntut pemeliharaan dalam senua interaksinya. Dua orang atau lebih yang semula berhubungan sebagai teman biasa berkembang menjadi persahabatan karena adanya persamaan. Persamaan ini dapat berupa persamaan kesenangan atau hobby, berpikir, keinginan atau cita-cita, nasib, dan sebagainya.
De Vito (1995) memaknai persahabatan sebagai hubungan interpersonaldiantara dua orang yang saling menghasilkan dan memiliki karakteristik positif yang saling menghormati.
