Oleh: Gusnawati Lukman
Senyuman adalah ekspresi kegembiraan dan kebahagiaan. Senyuman adalah ekspresi rasa cinta penuh keikhlasan. Senyuman adalah ekspresi kasih sayang yang tulus. Ketika seseorang memandang dengan senyuman yang terpancar di wajahnya, perasaan kita menjadi bahagia. Ketika hati gundah gulana dan tiba-tiba ada seseorang yang membuat kita dapat tersenyum dengan leluconnya, maka serta merta hati jadi plong, hilang semua rasa gundah itu. Senyum yang selalu terpancar dari wajah seseorang, akan membuat dirinya menjadi bersinar dan berkharisma. Senyuman yang selalu terukir indah apalagi di wajah seorang perempuan akan membuat dirinya kelihatan lebih cantik dan awet muda.
Senyummu adalah inspirasiku. Senyummu adalah kebahagiaanku. Ketika senyum kau tebarkan, berjuta inspirasi akan lahir. Memang tepat kata bijak Bapak Ruslan Ismail Mage”,Bolehlah Nol Investasi finansial, tapi jangan pernah MINUS investasi senyumnya”.
Senyum memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya dalam lingkup kehidupan masyarakat pada umumnya, tapi juga dalam lingkup sekolah. Senyum adalah ekspresi cinta dan sumber kekuatan seseorang. Sekolah juga harus menjadikan senyum sebagai bagian dari instrumen kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru menyentuh hati para siswa melalui daya tarik ‘senyum’. Senyum yang tulus menciptakan percaya diri dan kedamaian bagi siswa.
Perkembangan kemajuan siswa terhadap mata pelajaran terjadi ketika mereka mulai menyukai dan mencintai gurunya. Suatu hal yang mustahil, ketika kita mengharapkan siswa mencintai pelajarannya jika mereka tidak mencintai gurunya.Senyuman seorang guru akan menciptakan getaran-getaran yang kuat pada diri seorang siswa. Dengan demikian, para siswa tidak merasa takut untuk mengungkapkan persoalan yang mereka hadapi dan hal apa yang terjadi pada diri mereka.
Ketika senyum hadir di dalam kelas, siswa tidak segan-segan mengajukan pertanyaan. Pada akhirnya, kebebasan berpikir di dalam kelas berjalan secara otomatis dan optimal. Seorang guru dituntut untuk menjadi seorang teman, sahabat bagi siswanya. Persahabatan itu dapat membantu guru untuk lebih memahami seorang anak. Seorang siswa akan mengungkapkan kesulitan atau masalah yang mereka hadapi hanya kepada guru yang sudah menjadi “temannya”. Tetapi, jika guru hanya memerankan diri sebagai pemberi tugas atau bahkan pemimpin sirkus untuk siswa, peran seperti itu akan merusak kegiatan belajar-mengajar mereka.
Pada akhirnya, guru harus menyadari bahwa seorang guru adalah rujukan keilmuan dan sikap bagi siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku dan cara berpikir seseorang banyak dipengaruhi oleh apa yang ditanamkan gurunya di sekolah. Sikap ramah yang dimiliki seorang guru akan berpengaruh pada siswanya dalam penerimaan pembelajaran di kelas. Aura kharismatik akan terpancar dalam senyum yang selalu mengembang di wajah para pahlawan tanpa tanda jasa. Kecintaaan siswa akan tertanam ketika guru menjadi sahabat bagi mereka.
My teacher is my inspiration!
Watansoppeng, 13 Januari 2023
