Oleh : Achmad Fajar Putra

Prinsip berbagi dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah, apalagi itu diajarkan dalam agama yang disebut sedekah. Berbagi itu maknanya luas, bukan hanya dalam bentuk fisik kebendaan. Bisa berbagi tenaga, berbagi motivasi, berbagi kepedulian, berbagi waktu, hingga berbagi senyum.

Dalam perkembangan teknologi, berbagi lebih sering dimaknai publik sebagai berbagi informasi atau cerita. Interaksi komunikasi tidak langsung. Muncullah istilah sharing informasi atau cerita. Sharing adalah istilah yang sering dipakai pada era digital ini untuk berbagi informasi, motivasi, maupun pengakuan diri terhadap segala pencapaian. Dalam konteks ini tidak ada masalah, yang jadi masalah terkadang respon pembaca, pendengar, atau penerima informasi itu negatif, tetapi kita tidak menyadarinya.

Kita tidak bisa menebak bagaimana isi hati dari penerima informasi atau publikasi dari kita. Bisa jadi motivasi yang kita berikan berubah menjadi celaan yang mereka dengar, atau informasi yang kita berikan bisa juga menjadi salah satu bentuk kesombongan diri tanpa kita sadari.

Sebagai manusia dewasa kita harus mampu memilah dan memilih informasi apa saja yang harus kita publikasikan. Belum tentu yang kita anggap benar menjadi baik bagi orang lain. Kita harus bijak mengkritisi dan berbagi informasi, agar udara informasi yang memenuhi ruang publik menjadi sehat.

Dalam kehidupan sosial hanya ada dua yang terjadi terhadap diri kita, yaitu penerimaan dan penolakan. Semuanya tergantung bagaimana kepribadian yang kita miliki. Jangan sampai imformasi yang dishare, atau publikasi diri menjadi tragedi yang melemparkan kita ke dalam situasi krisis eksistensi diri dalam pergaulan.

*Mahasiswa Universitas Negeri Padang, pencinta litetasi menulis

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.