Oleh: Besse Rismawati
Kampusku Kampus Merdeka. Tiga kata itulah yang paling pas memaknai kehadiran kami sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Selama kurang satu tahun berjalan kami menempuh perkuliahan di Jurusan Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, secara daring maupun luring.
Suka duka belajar daring menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami selaku insan pembelajar. Kami selalu semangat, walau terkadang ada di antara kami yang menangis dan kesal karena sinyal untuk akses internet masih terbatas.
Ketika ada yang resah, seisi kelas kami ikut resah. Kami selalu kompak dan saling berbagi rasa agar semua terlewati dengan mulus. Inilah mungkin yang dimaksud sang inspirator Bapak Ruslan Ismail Mage dalam bukunya “Manajemen Satu Rasa” yang sangat dahsyat menggerakkan bersama untuk meraih mimpi bersama.
Rasa lelah mungkin ada pada teman-teman karena ada beberapa orang di antara kami yang sudah di usia 40 tahun ke atas. Namun rasa lelah mereka selalu terbangunkan oleh semangat juang dari yang masih muda. Kata orang bijak, “Usia boleh tua tetapi jiwa muda harus tetap menyala demi menggapai mimpi.”
Hari ini minggu (4/7) kami mengikuti perkuliahan luring selama kurang lebih dua jam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tentu suasana menjadi riang gembira. Dengan penuh kedinamisan kami nyaman menerima materi sambil praktik kuliah seni, dilanjutkan dengan mata kuliah pendidikan jasmani dan rekreasi.
Ketika perkuliahan berakhir, ide-ide segar ini kami usulkan ke dosen bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk melakukan kuliah jiwa dengan rekreasi bersama. Alhamdulillah ide itu langsung diiyakan dosen kami.
Pendidikan jasmani dan rekreasi yang merupakan salah satu mata kuliah yang terintegral dari seluruh proses pendidikan, sinergis di PG-PAUD yang juga mempelajari pendidikan jasmani dan rekreasi yang merupakan upaya untuk mengajarkan aspek motorik dan aspek sosial emosional kepada anak didik. Tentunya ini sangatlah penting untuk seorang guru PAUD memahami dan bisa menemukan cara agar dapat membantu tujuan pencapaian Penjasrek.
Awalnya terkadang kami belum bisa membedakan antara pendidikan jasmani/olahraga dan rekreasi. Namun, setelah menerima berbagai materi yang telah di sampaikan oleh dosen kami (Pak Roni dan Pak Usman), semuanya menjadi jelas dan mengasyikkan.
Tibalah saat yang tepat bagi kami untuk mempraktikkan di lapangan. Kami bersama mengunjungi Desa Jabal Nur, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara. Kami menempuh jalan setapak yang mendaki. Semakin dekat semakin riuh suara arus air terdengar. Di sekeliling terlihat rumput ilalang dan tanaman kebun yang hijau semakin menambah ceria suasana.
Setiba di lokasi tempat permandian dengan air mengalir yang jernih dan alami belum tersentuh tangan-tangan jahil manusia. Sejenak kami menyatu dengan alam yang damai sambil menikmati gemercik suara air dan sesekali kicauan merdu burung seakan mengucapkan selamat datang di alam kami yang alami. Rasa senang, gembira, dan bahagia menjadi satu dalam jiwa. Penat dan lelah seketika hilang ditelan kebersamaan kami dalam menikmati irama alam yang melagukan simfoni kedamaian.

MasyaaAllah… terus berkarya bunda🙏🙏🙏
Thank you dear…
Masya Allah…sukses selalu Dinda dan tetap terus membuat karya2 yang menginspiratif
Alhamdulillah Bu🙏 Semoga tetap selalu diberi kesiapan dlm menerima kesempatan yang ada utk tetap belajar dan belajar lagi.. Syukron buuu
Alhamdulillah….ceritanya penuh perjuangan,terus maju n semakin sukses dlm karya² nya ayuk ipar ku.
Mashaa Allah.. Semangat ndiq.. Dan terus berkarya
Insya Allah Fung… Terimakasih support nya Fung🙏🙏
Kerennnn,. Ada penyatuan antara raga dengan alam.
Itulah seni yang selalu menyatukan..