Karya Dev Seixas 1125
Ketika komunikasi berjalan lancar setelah vakum beberapa minggu menyebabkan Yano merasa kehilangan Dexas membuat Yano harus menangis karena takut kehilangan membuat Yano makin berani.
Usai acara dua malam berturut-turut Yano terus meminta untuk melihat wujud Dexas. Dexas masih sering berbohong pada Yano akan tempat tinggal realnya membuat Yano benar-benar datang ke rumahnya kakak Dexas, di mana Dexas tinggal sesuai dengan petunjuk feeling Yano.
Dexas tidak percaya Yano akan datang sesuai dengan ucapan lewat rangkaian kata. Tiba-tiba Yano video call, namun Dexas tidak menjawab.
Yano berkata ayo keluar dari pintu gerbang dan lihat aku sedang ada di gerbang tempat kamu menetap Dexas, ujar Yano lewat chat karena Dexas tak menjawab video call. Dexas merasa ketakutan. Yano aku tidak di situ akan tetapi aku di rumah yang lain ujar Dexas.
Aku tidak peduli malam ini kamu di manapun aku harus cari kamu Dexas sampai ketemuan, jadi jangan menipu aku. Feelingku mengatakannya jika kamu ada di dalam jadi tolong keluar atau aku dorong saja pintu gerbang biar sanak saudaramu mengetahui hubungan kita berdua.
Please Yano jangan lakukan itu aku mohon, ujar Desas dengan sedih. Dexas akhirnya jujur kalau dia benar-benar ada di dalam rumah di mana Yano sedang kunjungi.
Yano thx atas feelingnya maaf aku ada di dalam, jadi please pulanglah karena aku tidak ingin ada orang sekitar rumah tahu jika kamu datang mencari aku ujar Dexas.
Ok aku akan pulang jika kamu keluar dan setelah melihat wajahmu aku akan segera pulang Dexas ok, pinta Yano.
Tapi Yano di depan gerbang ada keponakanku bagaimana mungkin aku akan kesana. Tolong pulanglah karena aku percaya kau adalah pria terbaik buat aku Yan, ujar Dexas.
Tidak Dexas selama aku tidak melihat wajahmu aku tidak akan pulang titik,Yano makin marah. Dexas berlari ke atas tingkat dan sambil call please Yano aku sudah lihat posisi kamu jadi mohon pulanglah segera. Aku ingin dengar kamu gas motor sekeras mungkin. Yano menurut dan segera pulang.
Keesokan hari Yano memohon untuk bertemu Dexas segera. Namun,dexas berkata jika ada waktu. Waktu terus berjalan keesokan harinya Yano pulang dari kampus langsung menelfon ingin ketemu Dexas.
Dexas berkata jika ia tidak berada di rumah melainkan ia berada di sebuah tempat. Yano langsung call bahwa ia akan menunggu Dexas di depan Gereja, karena ia masih dalam perjalanan pulang.
Akhirnya Dexas menghargai Yano dan berjalan menuju Gereja. Yano mengajak Dexas untuk naik motor. Usai Dexas naik motor Yano justru menakuti Dexas dengan membelok motor ke arah rumah di mana Dexas pernah tinggal.
Yano please jangan begitu tolong berhenti. Yano akhirnya menyadarkan Dexas bahwa ia ingin lewat jalur itu karena tidak ada Helm untuk Dexas.
Tanpa alasan Dexas langsung berlari menuju rumah. Yano mencoba mengikuti jejak Dexas namun, Yano tidak menemukan Dexas karena Dexas bersembunyi di balik gerobak seorang penjual pentolan.
Yano mendahului Dexas dan mencari Dexas namun tidak menemukan Dexas, karena Dexas bersembunyi dan lari menuju lokasi tempat tinggal.
Yano menelfon Dexas akan tetapi Dexas tidak menggunakan HP karena putra Dexas yang menggunakan HP. Dexas merasa muak dengan kelakuan Yano yang seperti anak remaja. Dexas mencoba melihat dari jarak jauh. Yano berhenti di depan sebuah rumah kos.
Usai melihat Dexas lalu masuk ke dalam rumah dan duduk sambil merenung sepanjang malam sampai merasa nyantuk akhirnya Dexas pun tertidur nyenyak malam itu.
Dexas tidak peduli apa yang akan terjadi di masa depan yang jelas ia tak ingin berhubungan lagi dengan Yano, karena banyak hal yang Dexas petik, selama menjaling relasi dengan Yano.
Yano bukan pria baik-baik seperti awal perkenalannya dengan Dexas. Dexas justru menemukan banyak keganjilan selama menjaling komunikasi dengan Yano selama hampir enam tahun.
bersambung….
