Sepiring nasi untuk kucing kampung, apalagi kucingnya betina yang baru saja melahirkan, tidak membuat kita miskin. Anda bisa membeli kucing harganya miliaran rupiah, masak kasih makan kucing kampung saja masih mikir, kok pelit amat jadi orang kaya baru.

Rupanya, dikesibukan sudut kota yang seakan nggak ada abisnya, diantara deru kendaraan bermotor berbagai merek dan tipe melahirkan orang kaya yang pelit. Terlepas dari itu semua, di depan rumah kami, ada seekor kucing betina berbulu putih baru saja melahirkan 2 ekor anak kucing.

Kami setiap hari melihat keberadaan seekor kucing betina berwarna putih dengan setia menunggu makanannya datang. Ketika kami membuka maupun menutup pagar yang suaranya lumayan berisik, hingga mengundang kucing kampung itu datang mendekat.

Lirih terdengar suara meong-meong kucing putih kelaparan berlarian mendekat berharap dapat makan dari manusia, termasuk kami.

Tidak sendiri, sesekali tetangga juga ikut menyisakan makanananya untuk kucing betina tadi.

Kami berfikir, dari mana kucing-kucing itu datang, masak sih dari ribuan manusia di perumahan ini nggak ada yang kasih makan kucing-kucing tadi, sebenarnya bukannya tak mampu, tetapi lebih kepada mau tidak mau seseorang tadi memberi kucing kampung kampung liar, padahal kucing itu juga makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Beda sama kucing rumahan yang harganya hingga miliaran rupiah, bagaikan raja, mereka dibelai, dielus-elus, perawatannya pun tak kalah istimewa.

Padahal memberi makan kucing kampung liar yang tak memiliki tempat tinggal, tidak membuat kita miskin, justru ini adalah perbuatan kebaikan yang mulia.

Banyak kucing liar sekitar kita berjuang mencari makan setiap hari untuk mendapatkan uluran tangan dari manusia akan sangat membantu mereka bertahan hidup.

Namun, penting untuk melakukannya dengan cara yang bertanggung jawab agar tidak menimbulkan masalah lain. Misal, kasih makan kucing dengan tulang yang keras dan berduri tajam, atau meracuni makananan, itu sama saja Phsyco.

Kucing-kucing kampung liar itu memang bukan peliharaan kami. Mereka tak punya nama, tak punya rumah, bahkan tak selalu sehat, karena kurang perawatan. Tapi bagi kami, mereka tetap makhluk Tuhan yang layak diperhatikan.

Begitu sabar kucing berbulu putih ini menunggu sisa makanan dari kami. Sisanya masih layak makan kok, bukan makanan basi.

Ternyata kucing betina ini usai melahirkan, wajarlah begitu lahap menikmati hidangan yang kami sajikan.

Mereka mengenal aroma tubuh kami. Mereka tahu, di dalam piring selalu ada sedikit nasi, ikan kecil, atau sisa ayam yang kami sisihkan untuk ibu kucing yang juga sedang meneteki anak-anak kecilnya.

Di antara kucing kampung berbulu putih itu, ada seekor kucing oren berbulu kusut yang paling setia mengikutinya. Setelah kami amati, ternyata kucing jantan berwarna orange itu yang menghamili kucing betina berbulu putih. Nampak, anak-anak itu menyusu ditetek ibunya untuk bertahan hidup.

Tubuhnya tidak terlalu gemuk, dan matanya nampak cerah menatap makanan yang kami berikan. Kucing itu begitu lahap menyantap nasi bercampur ikan kami hidangkan di dalam mangkuk.

Tanpa memedulikan kucing jantan yang menghamilinya, mulutnya terus menguyah makanan itu sampai dirasa kenyang, kemudian lidahnya menjilat-jilat air minum yang kami suguhkan dalam mangkuk.

Kami hanya mampu memberinya nasi, ikan bahkan sisa-sisa ayam, soale belum bisa kasih makanan kucing kemasan bermerek, yang penting kucing betina dan dua ekor anaknya semakin sehat. Ia selalu mengikuti kami ketika keluar masuk rumah. Tak sampai ke dalam rumah, mereka hanya sampai di luar pagar, sebab kucing itu punya “hotel” kolong mobil tetangga.

Kita tak bisa menolong semua, tapi kita bisa menjadi segalanya untuk satu kucing lapar di jalan.

Karena hidup dalam dunia yang penuh kepalsuan dan oplosan ini, kebaikan sekecil apapun—seperti sejumput nasi untuk kucing kampung liar—adalah cahaya yang tak pernah padam.

(Visited 23 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.