Oleh: Hamriani
Kesetiaan adalah sebuah komitmen yang tidak dapat di nodai, meskipun jiwa meronta ingin mendua. Kesetiaan milik mereka si pecinta keabadian, bukan milik si penggunjing. Berbahagialah wanita pemilik lelaki setia itu. Dari timur hingga ke barat, tidaklah mudah mendapatkannya. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Langka nian tak berperi.
Teringat pesan leluhur hingga kini masih terngiang di telinga. Bila kelak engkau dewasa dan telah tiba masa untuk berumah tangga, maka ingatlah pesanku wahai gadis cilik kebanggaan keluarga. Carilah lelaki yang setia sebagai pendamping hidupmu, agar kelak engkau berbahagia.
Ternyata lelaki setia itu berdiri di ujung penanya. Putra tangguh Bumi Latemmamala. Tak ada yang dapat menyamai kesetiaannya.
Kini, pesan leluhur itu telah terbukti dan benar adanya. Lelaki setia itu adalah berwujud Ruslan Ismail Mage. Kesetiannya tanpa batas kepada pasangan hidupnya, dan kesetiaannya tanpa syarat membimbing komunitas menulis di Bengkel Narasi (BN) yang menerapkan manajemen satu rasa.
BN beranggotakan manusia-manusia pembelajar yang rendah hati, yang baru saja me-launching kitab sakral bagi penulis berjudul “Sumpah Pena.” Kitab ini adalah bukti kesetiaannya berbagi tulisan-tulisan inspiratif menuju dunia keabadian.
Selamat ulang tahun bapak inspirator menulis Indonesia, 27 Juli 2021, sang penggerak Ruslan Ismail Mage yang sering kami panggil Bang RIM. Semoga makin sehat selalu dan sukses membesarkan Bengkel Narasi, rumah jiwa kami pencinta menulis. Kesetiaannya di ujung penanya membuat kami di komunitas Bengkel Narasi berkali-kali jatuh cinta dan bangkit kembali menggoyang pena untuk keabadian.

SELAMAT ULANG TAHUN BANG RIM, SEMOGA SELALU MENGISPIRASI BUAT SAHABAT-SAHABAT PEMBELAJAR