Para petani dan nelayan dari Kabupaten Paser yang akan mengikuti Pekan Nasional XVII 2026 di Gorontalo

Salah satu kegiatan skala nasional di bidang pertanian yang melibatkan petani dalam satu pertemuan akbar adalah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Event ini pertama kali digagas pada 1971 oleh para tokoh dan pelopor KTNA bersama Kementerian Pertanian. Namanya Pekan Kontak Tani. Sesuai dengan nama ini, kegiatan fokus pada sarana belajar mengajar, temu wicara antara pemerintah dan perwakilan tokoh tani, serta ajang tukar menukar informasi di sektor kontak tani murni.

Satu dekade berdiri, namanya berubah menjadi Pekan Kontak Tani Nelayan, seiring bergabungnya sektor maritim. Ruang lingkup meluas, sebelumnya hanya sektor pertanian tanaman pangan, lalu para nelayan se-Indoensia bergabung. Ini bertahan sampai tahun 2000an.

Lalu kemudian memasuki masa reformasi, nama berubah lagi menjadi Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan. Kali ini petani hutan ikut bergabung bersama akademisi dan inovator teknologi pangan. Sejak saat itu pula Penas dilaksanakan setiap tiga tahun.

Saat ini Penas menjadi wadah berkupmpulnya para petani, nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah. Mereka bertemu dalam pertemuan akbar untuk bertukar informasi dan pengalaman, mengembangkan kemitraan dan jejaring, serta mempromosikan hasil dan inovasi. Laman penasktna.id menyebutkan sekitar 150.000 insan pertanian, nelayan dan kehutanan tergabung dalam KTNA nasional.

Yang hadir di Penas biasanya seperlima sampai sepertiga anggota KTNA. Seperti pada Penas 2023 Padang, yang dihadiri sekitar 30 ribu sampai 50 peserta. Di Gorontalo, diperkirakan sekitar 30 ribuan peserta juga akan hadir. Ini belum termasuk delegasi asing yang juga rutin hadir, terutama dari negara-negara ASEAN. Mereka biasanya berasal dari perwakilan petani dan nelayan, penyuluh dan pejabat pemerintahan, pengusaha agribisnis, dan delegasi khusus.

Selain Penas, KTNA juga melaksanakan kegiatan yang sama di level daerah, yaitu Provinsi, Kabupaten dan Kota. Namanya Pekan Daerah, disingkat Peda. Sama seperti Penas, Peda ini juga dilaksnaakan setiap tiga tahun. Kabupaten dan Kota dalam satu provinsi bergiliran menjadi tuan rumah.

Tahun 2026 KTNA kembali melaksanakan Penas Petani Nelayan yang ke-17. Kegiatan ini diberi nama Penas Petani Nelayan XVII tahun 2026. Tuan rumah adalah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelaksanaan Penas berpusat di Gelanggang Olahraga David Tony, Kayubulan, Kecamatan Limboto, Gorontalo pada 20-25 Juni 2026. Temanya adalah Transformasi teknologi dalam mendukung swasembada pangan guna mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia tahun 2045.

Dirilis di laman penasktna.id, agenda Penas 2026 terdiri dari acara utama dan seremonial meliputi upacara pembukaan dan penutupan, temu wicara dengan Presiden Republik Indoensia, Rembug Utama KTNA dan penganugerahan tanda kehormatan. Agenda lain, yaitu gelar teknologi dan pameran, berupa demonstrasi inovasi pertanian modern, aquaculture atau pembiakan, pemeliharaan dan pemanenan organisme perairan, agroforestry atau wanatani yaitu sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang memadukan kegiatan pertanian dengan penanaman tanaman berkayu dan pepohonan di area yang sama.

Berikutnya ada juga kegiatan forum, jaringan dan bisnis. Ini meliputi temu petani ASEAN, temu sukses petani dan penyuluh, serta forum pasar lelang untuk memperkuat rantai pasok dan hilirisasi. Terakhir, ada festival dan kontes. Yakni kompetisi dan hiburan yang menampilkan keragaman hasil bumi, ternak, serta seni budaya daerah.

Pemerintah Kabupaten Paser mengirimkan 50 peserta untuk mengikuti kegiatan ini. Peserta dari Paser dibagi menjadi 3 kelompok. Yaitu peserta utama sebanyak 30 orang yang merupakan anggota KTNA, pendamping 15 orang terdiri dari penyuluh Kementerian Pertanian dan staf Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH), lalu peninjau sebanyak 5 orang terdiri dari pimpinan dan pejabat struktural DTPH Kabupaten Paser.

Bagi Paser, keikutsertaan di Penas 2026 ini lebih dari partisipasi pada agenda nasional untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dan daerah. Atau sekadar pemberdayaan warga KTNA Kabupaten Paser dalam agenda triennium KTNA Nasional.

Ada tujuan yang jauh lebih penting. Yaitu persiapan untuk menjadi tuan rumah pada Peda XII tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2028. Terpilihnya Paser jadi tuan rumah adalah hasil Rembug Utama KTNA Kalimantan Timur pada Peda XI di Kabuoaten Kutai Barat, 21-27 Juni 2025.

Oleh karena itu, di Penas Gorontalo 2026, semua peserta dari Paser akan melihat dengan detail persiapan, kegiatan dan pasca Penas, untuk kemudian dipelajari dan diadopsi sebagai bekal untuk kegiatan yang sama di skala Kalimantan Timur, dua tahun setelahnya.

Itu juga salah satu sebab sebagian peserta dari Paser, terutama peserta utama dan pendamping, akan pulang dari Penas 2026 dengan naik kapal laut. Diharapkan bisa membawa sebanyak mungkin oleh-oleh untuk persiapan diri sebagai tuan rumah Peda XII. Paser akan all out jadi tuan rumah, karena kegiatan yang sama baru akan dilaksanakan lagi di Paser setelah 30 tahun, dengan catatan tidak ada perubahan jumlah dari 10 kabupaten dan kota yang ada sekarang.

Meskipun demikian, sejatinya KTNA Paser tidak hanya bergantung pada Penas XVII di Gorontalo. Petani dan nelayan Paser yang tergabung dalam KTNA Paser saat ini sudah mengikuti beberapa Penas sebelumnya. Seperti Penas XII 2007 di Banyasin Provinsi Sumatera Selatan, Penas XIII 2011 di Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, Penas XIV 2014 di Malang Provinsi Jawa Timur, Penas XV 2017 di Banda Aceh Provinsi DI Aceh, dan terakhir Penas XVI 2023 di Padang Provinsi Sumatera Barat.

Dan memang, ditunjuknya Paser sebagai tuan rumah menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah dan KTNA Paser untuk terus mengembangkan potensi di sektor pertanian dan nelayan. Persiapan sudah dilakukan sejak 2025 dengan meningkatkan kualitas, wawasan dan keterampilan para petani dan nelayan. Juga persiapan fasilitas penunjang infrastruktur dan suprastruktur pertanian.

Semoga peserta dari Paser benar-benar mendapat ruang untuk belajar banyak pada Penas 2026 di Gorontalo, agar bisa merancang algoritma menuju Peda Kalimantan Timur 2028 yang bermartabat. Di tengah efisiensi anggaran terutama perjalanan dinas, Pemerintah Kabupaten Paser berani mengirim 50 peserta lintas provinsi. Artinya, kegiatan ini harus benar-benar tepat sasaran, tepat guna, akuntabel dan berkesinambungan.

Paser, Kalimantan Timur, 17 Juni 2026

(Visited 11 times, 11 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.