Sepekan Piala Dunia 2026 berlalu, semua grup sudah merampungkan pertandingan di putaran pertama babak penyisihan, alias main satu kali. Dari 48 negara, ada 15 yang mencatatkan kemenangan. Mereka ini sejatinya sudah menempatkan satu kaki di babak 32 besar, meskipun masih harus tanding dua kali untuk memastikan posisi itu.
Aturan Piala Dunia 2026 ini, babak 32 besar akan diisi oleh 12 juara grup, 12 runner up dan 8 peringkat 3 terbaik. Artinya, dari 12 negara di peringkat 3, hanya 4 yang akan tereliminasi bersama 12 tim juru kunci. Keempat tim ini kemungkinan besar akan diisi oleh negara yang kalah tiga kali, atau kalah dua kali dan seri satu kali. Tim yang menang satu kali, kecil kemungkinan tidak lolos ke babak 32 besar. Akan ada poin yang sama dan lolos tidaknya ditentukan dengan selisih gol.
Di putaran pertama ada 5 tim yang menang dengan selisih gol banyak. Jerman mencatatkan diri sebagai tim yang menang paling besar, yaitu 7-1 atas Curacao. Disusul Swedia yang menang 5-1 atas Tunisia. Norwegia dan tuan rumah USA masing-masing menang dengan skor sama, yaitu 4-1. Terakhir ada juara Piala Dunia 2022 Argentina yang menang 3 gol tanpa balas melawan Algeria.
Lalu ada 6 negara dengan selisih 2 gol, yaitu Inggris, Perancis, Australia, Meksiko, Kolombia dan Australia. Mereka menang dengan skor 4-2, 3-1 dan 2-0. Sisanya, 4 tim lain menang dengan selisih 1 gol, yaitu Korea Selatan, Skotlandia, Ivory Coast dan Ghana.
Tentunya masih terlalu dini untuk memprediksi tim yang akan lolos ke babak 32 besar. Namun jika 15 negara ini menang lagi di pertandingan kedua, maka mereka dipastikan lolos, karena poin 6 hanya bisa diperoleh maksimal 2 tim dalam satu grup. Jadi di pertandingan terakhir mereka hanya mencari posisi sebagai juara grup.
Saat ini 15 tim yang menang menduduki peringkat pertama dan kedua di grup. Namun masih ada kemungkinan mereka turun ke peringkat ketiga, tergantung dua pertemuan berikutnya. Begitupun tim lain yang seri atau bahkan yang kalah di pertemuan pertama, masih bisa meraih dua kemenangan.
Yang sudah diprediksi saat ini adalah grup B, G dan H. Karena 6 pertandingan semua berakhir dengan seri, maka saat ini 12 tim di ketiga grup ini masing-masing mengantonghi 1 poin. Terlepas dari adanya tim unggulan di atas tim lain, semua negara masih memiliki kesempatan yang sama. Lagi-lagi, posisi baru akan terlihat setelah pertandingan kedua, jika hasil pertandingan berbeda menjadi menang-kalah.
Beberapa tim unggulan yang memperoleh hasil seri di pertandingan pertama, seperti Spanyol, Portugal, Brazil dan Belanda diprediksi akan meraih hasil positif di dua pertandingan selanjutnya. Ini dengan melihat tim-tim yang akan menjadi lawan berikutnya di babak grup, bukanlah tim yang memiliki tradisi baik di Piala Dunia. Juga di kompetisi antara negara seperti UEFA Euro, Conmebol, Concacaf, CAF, atau AFC.
Selain ulasan tentang negara, menarik untuk dibahas pula calon bintang. Salah satu indikatornya adalah pencetak gol terbanyak, atau top scorer. Meski baru satu kali tanding, sudah ada beberapa nama yang langsung mencuat ke permukaan. Sebutlah penyerang Argentina Lionel Messi yang langsung mencetak hattrick dan mengantarkan Argentina menang 3-0 atas Algeria, wakil Afrika. Diapun bercokol di puncak daftar pencetak gol sementara.
Messi bisa saja menambah gol pada pertandingan selanjutnya dan berpeluang pula jadi top scorer. Namun di perburuan ini, ada 7 pemain yang sudah mencetak 2 gol. Yaitu Elijah Just dari New Zealand, Erling Haaland dari Norwegia, Folarin Balogun USA, Harry Kane Inggris, Kai Havertz dari Jerman, Kylian Mbappe dari Perancis dan Yasin Ayari dari Swedia. Melihat sepak terjang di klub masing-masing, mereka ini berpeluang mengejar bahkan bisa menyalip Messi yang 24 Juni nanti genap berusia 39 tahun.
Berikutnya, pemain yang memberi assist, atau operan terakhir yang membantu rekannya mencetak gol. Sementara ini ada 5 pemain yang mencatatkan diri sebagai pemberi 2 assist. Yaitu Alexander Isak dari Swedia, Chris Wood dari New Zealand, Deniz Undav dan Joshua Kimmich dari Jerman, serta Ryan Gravenberch dari Belanda.
Terakhir, penjaga gawang. Sejauh ini yang menarik perhatian banyak orang adalah kiper Cabo Verde, Vozinha. Dia seperti seorang melawan sebelas pemain saat menahan imbang 0-0 Spanyol. Di luar mereka, tentu masih banyak pemain yang memiliki peluang sama.
Semua serba mungkin, bola itu bulat. Sebelah kaki yang sudah di babak 32 besar, bisa maju dan bisa mundur.
Bersambung, setelah putaran kedua babak grup.
Paser, Kalimantan Timur, 18 Juni 2026
