Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilhan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan impiannya. Dengan bantuan guru minat, bakat, kemampuan dan potensi-potensi peserta didik akan berkembang secara optimal. Dalam hal ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual, karena antara peserta didik yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

Guru berperan dalam pendidikan anak sejak TK, SD, SMP, SMA dan PT, berperan untuk memberi dorongan agar peserta didiknya berani berbuat benar, bertanggung jawab, membimbing dan merawatnya sejak masih TK dan SD. Ia memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta mensejahterahkan masyarakat, kemajuan negara dan bangsa.   

Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai:

  • Orang tua yang penuh kasih saying pada anak didiknya.
  • Teman, tempat mengadu, dan curhat bagi anak didiknya.
  • Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani anak didiknya sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.
  • Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahannya.
  • Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab.
  • Membiasakan peserta didik untuk saling bersilahturahmi dengan orang lain.
  • Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antarpeserta didik, orang lain dan lingkungannya.
  • Mengembangkan kreativitasnya.
  • Menjadi pembantu setia ketika diperlukan

Menurut Pullias dan Young (1988), Manan (1990), serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat mendefinikan sedikitnya ada 19 peran guru yakni, guru sebagai: “pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, pembaru (inovator), model dan teladan, pribadi, peneliti, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pemindah kemah, pembawa cerita, actor, emansipator, evaluator, pengawet dan kulminator”.

1. Guru sebagai Pendidik

    Guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi peserta didik, dan lingkungannya. Sehingga guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, seperti tanggung jawab, wibawa, dan disiplin. Guru harus berwibawa, karena ia memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, social dan intelektual, serta memiliki pemahaman iptek, dan seni.

    Guru juga harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

    Guru yang disiplin berarti, guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran professional, berfungsi untuk mendisiplinkan para peserta didik di sekolah dalam pembelajaran, karena gurulah yang harus menanamkan disiplin dari dirinya sendiri, dalam berbagai tindakan dan perilakunya.

    2. Guru sebagai Pengajar

    Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaiakn materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas untuk memberikan kemudahan belajar. Selain itu peserta didik juga belajar melalui internet yang disebut electronic learning (e-learning).

    Ada beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran sebagai berikut:

    • Membuat ilustrasi: yang menghubungkan sesuatu yang dipelajari peserta didik dengan sesuatu yang telah diketahuinya.
    • Mendefinisikan: meletakkan sesuatu yang dipelajari secara jelas dan sederhana, dengan menggunakan latihan dan pengalaman yang dimiliki peserta didik.
    • Menganalisis: membahas masalah yang telah dipalajari bagian demi bagian, atau istilahnya, “cuts the learning into chewable bites”.
    • Menyintesis: mengembalikan bagian-bagian yang telah dibahas dalam suatu konsep yang utuh dan memiliki atti.
    • Bertanya: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berarti dan tajam agar apa yang dipelajari menjadi lebih jelas.
    • Merespons: mereaksi atau menanggapi setiap pertanyaan peserta didik.
    • Mendengarkan:memahami peserta didik, dan berusaha menyederhanakan setiap masalah, menjadi solusi bagi peserta didik.
    • Menciptakan kepercayaan: peserta didik akan memberikan kepercayaah terhadap keberhasilan guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.
    • Memberikan pandangan yang bervariasi: melihat bahan yang dipelajari dari berbagai sudut pandang, dan melihat masalah dalam kombinasi yang bervariasi.
    • Menyediakan media untuk mengkaji materi standar: memberikan pengalaman yang bervariasi melalui media pembelajaran.
    • Menyesuaikan metode pembelajaran: menyesuaikan metode ini dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta didik.
    • Memberikan nada perasaan: membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan hidup melalui antusias dan semangat.

    Agar pembelajarn memiliki kekuatan yang maksimal, guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimiliki oleh peserta didik.

    3. Guru sebagai Pembimbing

    Guru sebagai pembimbing disebut sebagai pembimbing perjalanan, dimana ia memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan 4 hal sebagai berikut:

    • Pertama: guru harus merencanakan tujuan dan mengindentifikasi kompetensi yang hendak dicapai oleh peserta didik.
    • Kedua: guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi juga secara psikologis pula.
    • Ketiga: guru harus memaknai kegiatan belajar, karena guru harus memberikan arti kehidupan terhadap kegiatan belajar.
    • Keempat: guru harus melaksanakan penilaian, diharapkan guru dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta didik, maupun pendidik.

    4. Guru sebagai Pelatih

    Guru harus berperan sebagai pelatih, yang bertugas untuk melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing. Guru sebagai pelatih, harus dapat mengetahui segala sesuatu sebanyak mungking, sehingga orang menyebutnya sebagai orang serba bisa. Untuk itu guru harus selalu belajar, dan belajar sepanjang hayat dan tidak dapat diwakilkan oleh siapapun.

    Secara didaktis, guru menciptakan situasi agar peserta didik berusaha menemukan sendiri apa yang seharusnya diketahui. Guru harus menahan emosinya untuk menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya, sehingga kewenangan yang dimiliki tidak membunuh kreativitas peserta didik.

    5. Guru sebagai Penasihat

    Guru adalah seorang penasihat bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasihat dan dalam beberap[a hal tidak dapat berharap untuk menasihati orang. Banyak guru cenderung menganggap sebagai konselor/konseling terlalu banyak membicarakan klien, dan berusaha untuk mengatur kehidupan orang lain.

    Peserta didik akan menemukan sendiri guru penasihat yang menasihatinya agar terhindar dari masalah dialaminya. Secara efektif guru menangani setiap permasalahan, makin banyak kemungkinan peserta didik berpaling kepadanya untuk mendapat nasihat dan kepercayaan diri.

    Sebagai seorang penasihat maka ia harus melakukan pendekatan psikologis dan mental health akan banyak menolong guru dalam menjalankan fungsinya sebagai penasihat.

    6. Guru sebagai Pembaru (inovator)

    Tugas guru disini adalah, memahami bagaimana keadaan jurang pemisah dan bagaimana menjembataninya secara efektif. Cara yang digunakan untuk mengekspresikan dibentuk oleh corak waktu yang digunakannya. Kemampuan manusia yang unik harus dikembangkan sehingga memberikan artipenting terhadap kinerja guru.

    Prinsip modernisasi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk buku-buku sebagai alat utama pendidikan, melainkan dalam semua rekaman tentang pengalaman manusia. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijkanaan dan pengalaman yang berharga ini ke dalam istilah modern yang akan diterima oleh peserta didik. Seperti yang dikatakan oleh para pendeta kuno, “There is nothing news under the sun” (tidak ada barang baru di bawah matahari), tetapi guru dan penulis bisa berbesar hati berdasarkan kenyataan bahwa pikiran-pikiran atau dalil-dalil lama dapat diletakkan dalam model baru.

    Demikian konsep Peranan Guru, bagian-1……semoga bermanfaat bagi para pembaca.

    Fonte: Menjadi Guru Profesional & Pengalaman Penulis.

    Bersambung……ke part-2

    By EdoSantos’25

    (Visited 34 times, 1 visits today)
    Avatar photo

    By Aldo Jlm

    Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.