Pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Malaysia melawan Singapura yang berakhir dengan skor 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung Indonesia, diselimuti oleh teori konspirasi dan aroma “main mata”.
Menyaksikan hasil tersebut, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku terkejut dengan hasil tersebut.
Menurutnya, skor itu sulit dipisahkan dari sejarah pertemuan kedua negara yang selama ini cenderung menghasilkan selisih gol lebih kecil.
“Kami tahu apa yang terjadi dalam pertandingan lainnya. Kami hanya tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0,” ujar Herdman seusai pertandingan.
Herdman juga menyinggung bahwa pertemuan Malaysia dan Singapura sebelumnya lebih sering menghasilkan skor seperti 1-1, 2-0, atau 2-1.
“Bahkan, kemenangan dengan margin terbesar yang ia sebut sebelumnya adalah 4-1. Karena itu, skor 6-0 menjadi hasil yang berada di luar perkiraan,” ungkapnya heran.
Sebelum laga dimulai, berkembang spekulasi panas mengenai adanya skenario besar dari kedua tim yang diduga ingin menggagalkan Timnas Indonesia agar tidak lolos ke babak final.
Skenario babak pertama itu berjalan mulus, pasalnya sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan terasa tidak biasa. Singapura yang biasanya tampil solid dan disiplin, justru terlihat sangat rapuh di lini pertahanan.
Skenario menjegal Indonesia seolah mulai tampak nyata ketika laga baru berjalan delapan menit. Pemain Singapura, Ryhan Stewart, melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Fergus Tierney di kotak penalti. Bergson da Silva yang maju sebagai eksekutor sukses mengubah skor menjadi 1-0.
Tak lama berselang, serangan kilat yang dibangun oleh Manuel Hidalgo berhasil menembus barisan pertahanan The Lions dengan sangat mudah. Hidalgo mengirimkan umpan manja yang langsung diselesaikan oleh Stuart Wilkin, menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum turun minum.
Sepanjang babak pertama, Singapura bermain tanpa determinasi tinggi, memperkuat kecurigaan publik bahwa mereka sengaja “melepas” laga demi meloloskan Malaysia ke partai final.
Memainkan babak kedua, Harimau Malaya berpesta gol. Agresifitas Malaysia semakin memanas demi mengejar selisih gol yang masif untuk melangkahi Indonesia di klasemen.
Pada menit ke-61, bintang Malaysia Arif Aiman mengecoh lini belakang Singapura dan melepaskan umpan silang yang disambar dengan sempurna oleh Bergson da Silva untuk gol ketiganya (3-0).
Pertahanan Singapura benar-benar longgar, atau sengaja diruntuhkan. Di menit ke-76, pemain pengganti Paulo Josue melepaskan tembakan dari sudut sempit yang gagal dihalau kiper Izwan Mahbud, membuat skor menjauh 4-0. Jelang akhir laga, tepatnya menit ke-85, Syahir Bashah mencetak gol kelima setelah lolos dari perangkap offside yang longgar.
Pesta gol Malaysia ditutup pada masa injury time (90+2′) melalui kesalahan elementer lini belakang Singapura yang langsung dimanfaatkan Bergson da Silva untuk mencetak hattrick sekaligus mengunci kemenangan mutlak 6-0.
Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, para pemain Malaysia dan suporter di stadion langsung bersuka cita melakukan selebrasi, yakin bahwa skenario besar mereka untuk menyingkirkan Indonesia telah berhasil.
Namun, kegembiraan itu berubah menjadi duka mendalam hanya dalam hitungan detik.
Di saat yang bersamaan di Jakarta, Timnas Indonesia justru mengamuk dan membantai Bangladesh dengan skor luar biasa 9-2.
Meski Malaysia menang enam gol tanpa balas, Indonesia yang berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 karena unggul dalam produktivitas gol, dimana Indonesia mencetak 11 gol, sedangkan Malaysia hanya 9 gol.
Upaya kerja sama terselubung itu pun berakhir sia-sia dan menyisakan patah hati bagi Harimau Malaya. Akhirnya, selebrasi Malaysia itu berujung air mata. Hasil pertandingan ini menyisakan banyak kontroversi bagi suporter Asia Tenggara.
Terlepas dari kontroversi yang menyertai pertandingan, hasil akhirnya membawa Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi lawan tangguh Thailand.
Ayo Timnas Garuda, terbanglah setinggi mungkin dan berjuanglah hingga peluit terakhir. Semoga perjuangan Merah Putih membawa kemenangan dan mewujudkan harapan masyarakat Indonesia untuk melihat Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
